Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
34Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB-VI

BAB-VI

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,655 |Likes:
Published by darmonosumarlan
SEJARAH KEHUTANAN PAPUA
SEJARAH KEHUTANAN PAPUA

More info:

Published by: darmonosumarlan on Mar 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
PERKEMBANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
VI - 1
SEJARAH KEHUTANAN PAPUA
BAB-VIPERIODISASI PERATURANPERUNDANG-UNDANGAN
Sejarah Kehutanan Papua tidak terlepas dari peraturan perundang-undangan yang mendasarinya. Peraturan perundang-undangan ini salingterkait antara satu dengan lainnya, mulai dari Peraturan Daerah,Keputusan Menteri Kehutanan, Keputusan Presiden, PeraturanPemerintah sampai kepada Undang-undang, seluruhnya merupakan satusystem yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu di dalam bab iniperaturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan hutandipaparkan secara menyeluruh dengan skala nasional (Indonesia).Keseluruhan proses pengelolaan hutan didasarkan kepada peraturanperundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah baik dalam bentukUU, PP, Keppres, SK Menteri, maupun SK Dirjen. Aspek peraturanperundang-undangan ini menjadi titik acuan struktural seluruh kinerjapengelolaan hutan yang secara fundamental sudah mulai dibangunsemenjak Indonesia Merdeka.Sebagai sebuah acuan struktural maka melalui peraturan perundang-undangan akan tampak bagaimana kebijakan pemerintah pada sektorkehutanan yang dijalankan pada setiap periodisasi pemerintahan. Dalamdimensi waktu, kinerja pengelolaan hutan berkembang dari waktu-ke waktuseiring dengan pergantian struktur pemerintahan maupun pergeseranwacana yang berkembang di sektor kehutanan. Oleh karena itu tepatkiranya jika dalam bab ini dikemukakan berbagai peraturan perundang-undangan yang telah dihasilkan oleh Pemerintah RI. Melalui penyampaianberbagai peraturan perundang-undangan ini maka sedikit banyak akandapat dilihat bahwa sektor kehutanan selalu berkembang dari waktu kewaktu khususnya dalam mekanime kinerjanya. Perkembangan ini tidaksaja menyangkut pola-pola teknis pengelolaan hutan tetapi jugamenyangkut pemaknaan terhadap sumberdaya hutan itu sendiri.Secara garis besar peraturan perundang-undangan ini akandikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu peraturan perundanganbidang manajemen kawasan
tata ruang, peraturan perundangan bidangmanajemen hutan dan peraturan perundangan bidang kelembagaan.Meskipun secara kategori peraturan perundang-undangan ini dapat
 
PERKEMBANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
VI - 2
SEJARAH KEHUTANAN PAPUA
dikelompokkan menjadi tiga tetapi secara substansial antara satu produkperundang-undangan dengan produk perundang-undangan lain salingterkait sehingga tidak dapat dilihat secara dikotomis. Pemisahan menjaditiga kelompok lebih sebagai sebuah upaya untuk mempermudahpemahaman jika dikaitkan dengan upaya perwujudan PHL. Artinya denganpengelompokan ini akan dapat dianalisis lebih lanjut bagaimanasebenarnya visi misi pemerintah terhadap PHL sudah tercermin secarastruktural dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Analisis inisangat penting karena ke depan diharapkan seluruh produk peraturanperundang-undangan kehutanan memfokuskan pada upaya perwujudanPHL dalam satu mekanisme kerja GCG.Meskipun peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam bab itubelum mencerminkan seluruh produk peraturan perundang-undangan dibidang kehutanan, namun diharapkan sudah mampu mewakili seluruhdimensi pengelolaan hutan yang pernah terjadi dan berlaku di Indonesia.
6.1. PERATURAN PERUNDANGAN KEHUTANAN BIDANGMANAJEMEN KAWASAN
TATARUANG
Peraturan perundang-undangan bidang manajemen kawasan merupakanperaturan yang menjadi landasan hukum dalam setiap aspek pengelolaankawasan. Terdapat tiga hal yang menjadi fokus dalam manajemenkawasan, yaitu aspek pemantapan kawasan, aspek penataan kawasandan aspek pengamanan kawasan. Ketiga aspek ini berujung kepadaupaya penciptaan kondisi kawasan yang aman konflik untuk jangkapanjang lintas generasi.Dengan adanya landasan hukum yang kuat ini diharapkan seluruh aspekyang berkaitan dengan manajemen kawasan seperti tata ruang, penataanbatas, pengukuhan areal memiliki kekuatan hukum yang kuat dandihormati oleh seluruh pelaku pembangunan baik pemerintah, swastamaupun masyarakat.
Pemantapan Kawasan 
Beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentangpemantapan kawasan antara lain :
 
PERKEMBANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
VI - 3
SEJARAH KEHUTANAN PAPUA
1. PP No 71 Tahun 1951 tentang Pembentukan Dewan Pengukuran danPenggambaran Peta dan Direkterum Untuk Pengukuran danpenggambaran Peta2. UU No. 20 tahun 1961 Tentang Pencabutan Hak-Hak Tanah danBenda-Benda di Atasnya3. PP No 33 Tahun 1970 tentang Perencanaan Hutan4. SK Mentan No 291/Kpt/Um/1970 tentang Penetapan Areal KerjaPengusahaan Hutan Sebagai Kawasan Hutan Produksi5. PP No. 39 Tahun 1973 tentang Acara Penetapan Ganti Kerugian OlehPengadilan Tinggi Sehubungan Dengan Pencabutan Hak-Hak AtasTanah dengan Benda-Benda yang Ada di Atasnya6. UU No 11 Tahun 1974 tentang Pengairan7. SK Mentan No 837/Kpts/Um/11/1980 tentang Kriteria dan Tata CaraPenetapan Hutan Lindung8. SK Mentan No 680/kpts/Um/8/1981 tentang Pedoman PenatagunaanHutan Kesepakatan9. SK Mentan No 681/Kpts/Um/8/1981 tentang Kriteria dan Tata CaraPenetapan Hutan Suaka Alam dan Hutan Wisata10. SK Mentan No 682/Kpts/Um/8/1981 tentang Pengertian dan Tata CaraPenentuan Luas Hutan Optimal dan Hutan Produksi yang Dapat di-Konversi serta Hutan Produksi Tetap11. SK Mentan No 683/Kpts/Um/8/1981 tentang Kriteria dan Tata CaraPenetapan Hutan Produksi12. SK Mentan No 684/Kpts/Um/8/1981 tentang Pedoman Pencadangandan Penyediaan Areal Hutan dengan Tata Guna Hutan dan denganPelaksanaan SK Mentan di Bidang Perkayuan13. SK Menhut No 399/Kpts-II/1990 tentang Pedoman Pengukuhan Hutan14. PP 27 Tahun 1991 tentang Rawa15. PP No 35 Tahun 1991 tentang Sungai16. SK Menhut No 200/Kpts-II/1991 tentang Pedoman PembentukanKesatuan Pengusahaan Hutan Produksi17. UU No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang

Activity (34)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amal Aminudin liked this
Arif B. As'ari liked this
Montero Prayitno liked this
Isa Nia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->