Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
En Trophy

En Trophy

Ratings: (0)|Views: 71|Likes:
Published by cacingcwicahyo
indeks entropy
indeks entropy

More info:

Published by: cacingcwicahyo on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 20 Juni 2009
D-27
APLIKASI DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASIGEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT KERAGAMAN PENGGUNAANLAHAN
Dwi Nowo Martono
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN ) Jl. Pemuda Persil No.1, Jakarta. 13220 Telp. (021) 8478814, Hp: 08159949809E-mail: nowo2003@yahoo.com
ABSTRACT
 This research is examine level of variety landuse and road network by calculating entropy indeks eachRukun Wilayah (RW)” in Cibatok subdistrict Bogor. High resolution Remote sensing “quick bird” data is usedto identify landuse and road network distribution
.
Base on interpetation result by remote sensing data, thereare 3 class of landuse which are rice field, mix garden and settlement. Rice field dominate 73,063% of wholeresearch area. Settlement spread each RW in Cibatok Village, The other side mix garden less spread, becauseonly in RW 03 and RW 04.
 
 The highest heterogeneous land use in RW 08 with average entropy value 0,866 andthe most homogeneous in RW 01 with entropy value 0,452. Entropy value not related with level of accessibility.Kata Kunci: remote sensing, land use, entropy
1.
 
LATAR BELAKANG
Pelaksanaan pengembangan wilayah perdesaanmemerlukan suatu perencanaan yang matang.Perencanaan tersebut dilakukan dalam rangkamengalokasikan secara spasial sumber dayayang dimiliki setiap wilayah perdesaan sehinggaoptimal. Pendekatan secara spasial perlu dilakukan,mengingat semua kegiatan pemanfaatan ruangperdesaan baik sosial maupun ekonomimembutuhkan lokasi atau tempat yang secarahirarkis dan fungsional saling berkaitan antara satudengan yang lainnya. Hal ini didasarkan padakenyataan bahwa kondisi tata guna lahan wilayahperdesaan di Indonesia sangat beragam. Oleh karenaitu setiap pengambilan kebijakan pemanfaatan ruangperlu memperhatikan kondisi keragamanpenggunaan lahan di wilayah yang bersangkutan.Desa Cibatok Satu di Kabupaten Bogormerupakan salah satu contoh wilayah perdesaan darisekian banyak wilayah perdesaan di Indonesia yangtata guna lahannya beranekaragam. Oleh karena itutujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sebarandan luas tata guna lahan dan jaringan jalan setiap RWmenggunakan data penginderaan jauh
Quick Bird
 dan mengkaji keanekaragamannya berdasarkanperhitungan nilai
Entropy
.Perhitungan nilai
entropy
dalam penelitianini
 
dilakukan untuk dua jenis fenomena yaitupenggunaan lahan dan jaringan jalan, bertujuanmengetahui tingkat keragaman penggunaan lahandan jaringan jalan setiap RW, Semakin banyak jumlah peluang penggunaan lahan dan jaringan jalandan semakin rata sebaran luas atau jenispemanfaatannya, nilai
entropy
semakin besar.Diharapkan hasil kajian ini dapat digunakanoleh pemerintah daerah setempat dalam perencanaanpengembangan wilayahnya
.
2.
 
CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI(QUICKBIRD)
Digital Globe (perusahaan Swasta AS), tahun2002 meluncurkan satelit komersial dengan namaQuickbird, beresolusi spasial hingga 60 sentimeterdan 2,4 meter untuk moda pankromatik danmultispektral. Sampai saat ini Citra Quickbirdberesolusi spasial paling tinggi dibanding citrasatelit komersial lain. Selain resolusi spasialsangat tinggi, dalam system perekamannyamenggunakan linear array CCD-biasa disebutpushbroom scanner. Jangkauan liputan satelitresolusi tinggi seperti Quickbird kurang dari 20 kmkarena beresolusi tinggi dan posisi orbitnya rendah,400-600 km di atas Bumi. Berdasarkanpengalaman penulis, dengan luas liputan 16,5 x16,5 km², data Quickbird untuk 4 saluranditambah 1 saluran pankromatik telahmenghabiskan tempat 1,8 gigabyte. Data sebesar inidisimpan dalam 1 file tanpa kompresi pada resolusiradiometrik 16 bit per pixel.Semua sistem menghasilkan dua macam data:multispektral pada empat saluran spektral (biru,hijau, merah, dan inframerah dekat atau B, H,M, dan IMD), serta pankromatik (PAN) yangberoperasi di wilayah gelombang tampak mata danperluasannya. Resolusi spasial tinggi ditujukanuntuk mendukung aplikasi kekotaan, sepertipengenalan pola permukiman, perkembangan danperluasan daerah terbangun. Saluran-saluranspektral B, H, M, IMD, dan PAN cenderungdipilih, karena telah terbukti efektif dalammenyajikan variasi fenomena yang terkait dengankota.Kondisi vegetasi tampak jelas pada komposisiwarna semu (false color), yang tersusun atassaluran-saluran B, H, IMD ataupun H, M, IMD yang
 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 20 Juni 2009
D-28masing- masing ditandai dengan urutan warna biru,hijau, dan merah. Pada citra komposit warna ini,vegetasi dengan berbagai tingkat kerapatantampak bergradasi kemerahan.Kehadiran Quickbird telah melahirkan eforiabaru. pada praktisi inderaja yang jenuh denganpenggunaan metode baku analisis citra berbasisLandsat dan SPOT. Klasifikasi multispektralstandar berdasarkan resolusi spasial sekitar 20-30meter seringkali dianggap kurang halus untukkajian wilayah pertanian dan urban di Jawa.Model-model dengan
knowledge-based techniques
 (KBT) yang berbasis Landsat dan SPOTumumnya tidak tersedia dalam menu baku diperangkat lunak komersial, dan lebih sulitdioperasikan.Quickbird menjawab kebutuhan itu. Resolusi60 cm bila dipadukan dengan saluranmultispektralnya akan menghasilkan pan-sharpedimage, yang mampu menonjolkan variasi obyekhingga marka jalan dan tembok penjara. Citra inimudah sekali diinterpretasi secara visual. Meskidemikian, para pakar inderaja saat ini masihbergulat dengan pengembangan metode ekstraksiinformasi otomatis berbasis citra resolusi tinggiseperti Quickbird. Resolusi spasial yang sangattinggi pada Quickbird telah melahirkan masalahbaru dalam inderaja digital, di mana respons spektralobyek tidak berhubungan langsung dengankarakter obyek secara utuh, melainkan bagian-bagiannya. Bayangkan citra multispektral SPOT-5beresolusi 10 meter, maka dengan relatif mudah jaringan jalan dapat kita klasifikasi secara otomatiske dalam kategori-kategori .jalan aspal., .jalanbeton., dan .jalan tanah., karena jalan-jalanselebar sekitar 5 hingga 12 meter akan dikenalisebagai piksel-piksel dengan nilai tertentu.Namun, pada resolusi 60 cm, jalan selebar 15 meterakan terisi dengan pedagang kakilima, marka jalan,pengendara motor, dan bahkan koran yangtergeletak di tengah jalan. (Danoedoro, 2004) Tabel 1. Karaktristik Quickbird
SistemQuickbird
Orbit600 km, 98.2o, sun-synchronous,10:00 AM crossingSwath Width 20 km (CCD-array)Sensor linear array CCDOff-trackviewing Tidak tersediaBand Spektral(µm)0.45 -0.52 (1), 0.52-0.60 (2), 0.63-0.69 (3), 0.76-0.90 (4), 1.55-1.75(5), 10.4-12.50 (6), 2.08-2.34 (7),0.50-0.90 (PAN)(Resolusispasial)60
 
m (PAN), 2.4 m (band 1-5, 7)
3.
 
METODOLOGI
Data utama yang digunakan dalampenelitian ini adalah data penginderaan jauhsatelit resolusi tinggi
Quick Bird
Pansharpentahun 2006 seperti disajikan Gambar 1.Gambar 1. Citra Quickbirb Pansharpen DesaCibatok Kabupaten Bogor
 
Sedangkan data pendukungnya meliputiPeta digital indikasi batas administrasi tahun2005 dari Bakosurtanal, data monografi desadan titik titik koordinat GPS orde 3.Secara umum metode penelitian ini dibagimenjadi empat tahapan, yaitu tahappengumpulan data textual (tabel, grafik dantex) maupun peta/data spasial. Tahapselanjutnya adalah pengolahan citra QuickBird pansharpened, meliputi rektifikasiberbasis batas administrasi desa daninterpretasi penggunaan lahan termasukidentifikasi jaringan jalan. Tahap ketiga adalahmenghitung luas wilayah dan luas penggunaan jalan serta menghitung panjang jaringan jalanuntuk setiap RW. Tahap Akhir adalahmenghitung nilai
entropy (Hi)
 jenispenggunaan lahan dan jaringan jalan setiapRW dengan menggunakan rumus dari Shannon danWeaver (1949) diformulasikan sebagai berikut :
=
=
n j
pijpijHi
1
log
(1)
xixijpij
=
(2)
nHiHiHiiH
logmax'
==
(3)Keterangan :
Hi = entropy
penggunaan lahan setiap wilayah RWke-i;
H’i = entropy
relatif penggunaan lahan setiapwilayah RW ke-i;
Hi max = entropy
maksimal penggunaan lahan setiapwilayah RW, bernilai log
n;
=konstanta pembobot positif, bernilai 1 jikatidak dilakukan pembobotan;
pij
=peluang munculnya setiap jenispenggunaan lahan ke j di wilayah RW ke-i,dinyatakan sebagai proporsi jenis kejadian ke
 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 20 Juni 2009
D-29 j di wilayah ke-i;xij =Luas jenis penggunaan lahan ke j di wilayahRW ke-i;xi =Luas total penggunaan lahan di wilayah RWke-i.Semakin heterogen jenis penggunaan lahan,semakin rata sebaran peluang munculnya jenispenggunaan lahan di suatu wilayah. Hal ini berartinilai
entropy
wilayah tersebut semakin besar.Besarnya nilai
entropy
memiliki kisaran 0 sampailog
n. Entropy
suatu wilayah bernilai nol apabiladi wilayah tersebut hanya terdapat satu jenispenggunaan lahan. Entropy maksimal apabilapeluang munculnya semua jenis penggunaanlahan sama besar atau bemilai 1/n.Secara sistimatis tahapan penelitiandijelaskan dalam diagram alir penelitian,seperti disajikan pada Gambar 2.Gambar 2. Diagram Alir Penelitian
 
4.
 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil interpretasi visual dari citrapenginderaan jauh
Quick Bird
dan didukung petadesa yang ada, maka penggunaan lahan di DesaCibatok Satu terdiri dari sawah, kebun campurandan pemukiman. Secara visual citra Quick Bird dapatmengidentifikasi bangunan rumah dan jalankampung yang tidak beraspal (tanah/Batu/Semen)dengan lebar kurang dari 1 meter yang ada diwilayah permukiman. Dari citra Quick Bird, lahansawah mempunyai kenampakan yang sangat jelasdan mudah dibedakan dengan vegetasi lainnya. Ciriutama kenampakan sawah adalah adanya galengan(jalan tanah), bentuknya persegi dan teksturnyahalus/seragam. Tetapi data Quick Bird tidak dapatmengidentifikasi jenis tanaman atau vegetasi tanpabantuan data sekunder atau survei lapangan.Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun2006, Sawah yang terdapat di seluruh wilayah DesaCibatok Satu sebagian besar ditanami tanamanpadi, kemudian sayuran, jagung, kacang tanah,dan ubi jalar, sedangkan kebun yang adamerupakan kebun campuran yang terdiri darilebih dari satu macam tanaman, seperti ketelapohon, pisang, kelapa, dan lainnya. Sebaran spasialpenggunaan lahan hasil interpretasi citra ditampilkanpada Gambar 3.Gambar 3. Sebaran Penggunaan Lahan di DesaCibatok SatuGambar 4. Peta Jaringan Jalan Desa Cibatok SatuSetelah dilakukan tumpang susun (overlay)dengan batas administrasi desa, maka luaspenggunaan lahan keseluruhan untuk sawah di DesaCibatok Satu adalah 130,412 Ha (73,063%)sedangkan kebun dan pemukiman masing-masingmemiliki luasan 15,096 Ha (8,457%) dan 32,985 Ha(18,480%). Luas jenis
 
penggunaan lahan tiap RWdisajikan Tabel 2. Jenis jalan yang terdapat di Desa Cibatok Satumeliputi jalan negara, jalan jalan aspal, jalansemen/batu, dan jalan tanah/setapak. Jalan negarayang terdapat di desa ini merupakan jalan yangmenghubungkan antara Provinsi Jawa Barat denganProvinsi Banten, dan Kabupaten Bogor denganKotamadya Bogor. Sedangkan jalan aspal diwilayah ini merupakan jalan kabupaten yangmenghubungkan Kecamatan Cibungbulangdengan Kecamatan Pamijahan Kabupaten

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->