Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel

Artikel

Ratings: (0)|Views: 1,506|Likes:
Published by mediantofal951

More info:

Published by: mediantofal951 on Mar 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/24/2010

pdf

text

original

 
 
 
[Artikel - Th. I - No. 3
 
-
Mei 2002
]
Frans Seda
 
KRISIS MONETER INDONESIA
KRISIS
moneter Indonesia disebabkan oleh dan berawal dari kebijakan Pemerintah Thailand di bulan Juli 1997 untmengambangkan mata uang Thailand “Bath” terhadap Dollar US. Selama itu mata uang Bath dan Dollar US dikaitsatu sama lain dengan suatu kurs yang tetap. Devaluasi mendadak dari “Bath” ini menimbulkan tekanan terhadapmata uang Negara ASEAN dan menjalarlah tekanan devaluasi di wilayah ini.Indonesia, yang mengikuti sistim mengambang terkendali, pada awalnya bertahan dengan memperluas
“band” 
pengendalian/intervensi, namun di medio bulan Agustus 1997 itu terpaksa melepaskan pengendalian/intervensi mesistim
“band” 
tersebut. Rupiah langsung terdevaluasi. Dalam bulan September/Oktober 1997, Rupiah telah terdevadengan 30% sejak bulan Juli 1997. Dan di bulan Juli 1998 dalam setahun, Rupiah sudah terdevaluasi dengan 90%diikuti oleh kemerosotan IHSG di pasar modal Jakarta dengan besaran sekitar 90% pula dalam periode yang samDalam perkembangan selanjutnya dan selama ini, ternyata Indonesia paling dalam dan paling lama mengalami deekonomi. Di tahun 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot menjadi –13,7% dari pertumbuhan sebesar +4,tahun sebelumnya (1997). Atau jatuh dengan 18,6% dalam setahun.Sampai sekarang, sudah lima tahun, pemulihan pertumbuhan ekonomi belum mencapai tingkat pra-krisis (tahun1996/97).
MENGAPA?
Selama dekade sebelum krisis, Ekonomi Indonesia bertumbuh sangat pesat. Pendapatan per kapita meningkat m2x lipat antara 1990 dan 1997. Perkembangan ini didukung oleh suatu kebijakan moneter yang stabil, dengan tinginflasi dan bunga yang rendah, dengan tingkat perkembangan nilai tukar mata uang yang terkendali rendah, dengaAPBN yang Berimbang, kebijakan Ekspor yang terdiversifikasi (tidak saja tergantung pada Migas), dengan kebijakNeraca Modal yang liberal, baik bagi modal yang masuk maupun yang keluar. Kesuksesan ini menimbulkan di satusuatu optimisme yang luar biasa dan di lain pihak keteledoran yang tidak tanggung-tanggung. Suatu optimisme yamendorong kebijakan-kebijakan ekonomi dan tingkat laku para pelaku ekonomi dalam dan luar negeri, sepertinya lkendali. Kesuksesan Pembangunan Ekonomi Indonesia demikian memukau para kreditor luar negeri yang menyedkredit tanpa batas dan juga tanpa meneliti proyek-proyek yang diberi kredit itu. Keteledoran ini juga terjadi dalam nDimana kegiatan-kegiatan ekonomi dan para pelakunya berlangsung tanpa pengawasan dan tidak dilihat
“cost be
secara cermat. Kredit jangka pendek diinvestasikan ke dalam proyek-proyek jangka panjang. Didorong oleh optimidan keteledoran ini ekonomi didorong bertumbuh diatas kemampuannya sendiri (
“bubble economics” 
), sehingga wdatang tekanan-tekanan moneter, Pertumbuhan itu ambruk!Sementara itu terjadi pula suatu perombakan yang drastis dalam strategi Pembangunan Ekonomi. PembangunanEkonomi yang selama ini adalah
“State” 
dan
“Government-led” 
beralih menjadi
“led by private initiatives and marke
Hutang Pemerintah/Resmi/Negara turun dari USD. 80 milyar menjadi USD. 50 milyar di akhir tahun 1996, sementaHutang Swasta membumbung dengan cepatnya. Jika di tahun 1996 Hutang Swasta masih berada pada tingkat USmilyar, maka di akhir tahun 1996 sudah meningkat menjadi antara USD. 65 milyar – USD. 75 milyar.Proses Swastanisasi/Privatisasi dari pelaku utama Pembangunan berlangsung melalui proses liberalisasi denganmekanisme Deregulasi diliputi visi dan semangat liberal. Dalam waktu sangat singkat bertebaran bank-bank Swastseluruh tanah air dan bertaburan Korporasi-Korporasi Swasta yang memperoleh fasilitas-fasilitas tak terbatas. ProsSwastanisasi ini berlangsung tanpa kendali dan penuh KKN. Maka ketika diserang krisis mata uang, sikonnya belsiap dan masih penuh kerapuhan-kerapuhan, terlebih dunia Perbankan dan Korporasi. Maka runtuhlah bangunan
 
 
Copyright © 2002 www.ekonomirakyat.orge-mail: redaksi@ekonomirakyat.orgdanyae@indo.net.id w
 
3. PEMBERDAYAAN EKONOMIRAKYAT
Pemberdayaan ekonomi rakyatmerupakan sesuatu yang harus dilakukanuntuk memulihkan ekonomi nasional.Jatuhnya ekonomi nasional yang begitudalam dan cepat pulih dalam dua tahun berikutnya dikatakan oleh sebagian besar  pakar ekonomi disebabkan oleh sumbanganyang besar dari ekonomi rakyat. Namun,Frans Seda (2002) mengatakan bahwa pulihnya ekonomi dalam waktu singkattersebut disebabkan oleh faktor kepercayaan pada program pemerintahdalam kerja sama dengan IMF danhilangnya panik ekonomi yang turut berperan di samping peranan yang memang besar dari ekonomi rakyat.Ekonomi rakyat masih perlu diberdayakandan pemberdayaan itu dilakukan melalui
“link and match”
dengan sektor swasta. Melalui pemberdayaan sektor swasta makadiharapkan/dianggap ekonomi rakyat akan dapatdiberdayakan pula. Jika pembangunan selama iniadalah
“top down”,
maka proses ini tidak langsung beralih ke sistem
“bottom up”
, namunmelalui sistem (peng)antara
“middle down”
dan
“middle up”
. Kita tahu apa yang telah terjadi.Bukan proses “memberdayakan”, melainkan proses “memperdayakan”.
“Up”
dan
“down”
diperdayakan oleh si
“middle”.
Dengandemikian, terjadilah krisis ekonomi yang berkelanjutan ini (Frans Seda, 2002).Dainy Tara (2001) membuat perbedaanyang tegas antara ‘ekonomi rakyat’ dengan‘ekonomi kerakyatan’. Menurutnya,ekonomi rakyat adalah satuan (usaha) yangmendominasi ragaan perekonomian rakyat.Sebaiknya, ekonomi kerakyatan lebihmerupakan kata sifat, yakni upayamemberdayakan (kelompok atau satuan)ekonomi yang mendominasi struktur duniausaha. Dalam ruang Indonesia kata rakyatdalam konteks ilmu ekonomi selayaknyaditerjemahkan sebagai kesatuan besar individu aktor ekonomi dengan jenis
ISSN1410-4628

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ewin Ipul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->