Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan kolonial

Kebijakan kolonial

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by Ami Ramond
Kebijakan kolonial
Kebijakan kolonial

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ami Ramond on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

 
Kebijakan
 – 
kebijakan pemerintah kolonial yaitu:1. Sietem penyerahan wajib oleh VOC2. Sistem kerja wajib ( kerja rodi ) oleh Herman Willem Daendels3. Sistem sewa tanah oleh Thomas Stamford Raffles4. Sietem tanam paksa (cultur stelsel) oleh Johanes Van Den Bosch5. System politik colonial liberal oleh golongan liberal6. System politik etis oleh Van Den Venter Pengaruh Kebijakan
 – 
kebijakan pemerintah colonial diberbagai daerah, antara lainmerosotnya wibawa bupati, disederhanakannya upacara dan tata cara di istana kerajaan,lahirnya kaum buruh, rakyat mulai mengenal uang dan berbagai jenis tanaman, terjadinyaurbanisasi.terjadinya urbanisasi karena pabrik-pabrik banyak di bangun di kota-kota.Pengaruh yang paling terasa adalah masuknya pengaruh kehidupan barat di lingkunganrakyat.Kebijakan-kebijakan pemerintah colonial yang telah menyebabkan penderitaan luar biasatersebut, akhirnya mendapat perlawanan dari rakyat. Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dalammenentang kolonisme barat tersebut antara lain perlawanan pattimura, kaum padre, pangerandiponegoro, Hassanudin, rakyat Banjar, rakyat Bali, Aceh, Batak, dan gerakan sosial.
 Jalur perdagangan yang sering digunakan pada waktu itu adalah Malaka, Maluku, dan LautJawa sebagai urat nadinya. Namun, dengan ditunjang kekayaan alam Indonesia mendorong bangsa-bangsa asing tersebut bukan hanya melakukan kegiatan perdagangan, melainkan jugamenguasai daerah-daerah di sekitarnya terutama daerah yang menguntungkan. Dalam penguasaanya itu, pemerintah kolonial mengeluarkan berbagai kebijakan. Serangkaiankebijakan pemerintah kolonial mampu mengubah tatanan kehidupan bangsa Indonesia.Kekuasaan kolonial secara pelan namun pasti berhasil memengaruhi terjadinya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Adapun bentuk-bentuk pengaruh kolonial di antaranya meliputiagama, adat istiadat, pendidikan, kesenian, hukum, dan sistem pemerintahan.
 
1. Masa Pemerintahan Portugis
 Kekuasaan Portugis di Maluku diawali dengan kedatangan Francisco Serrao. Portugis mulaimendapat angin segar ketika penguasa Ternate meminta bantuannya dalam menghadapi penguasa Tidore yang didukung Spanyol. Sebagai imbalannya Sultan Ternate memberi izinkepada Portugis untuk mendirikan benteng di sana.Setelah mempunyai kedudukan di Maluku, Portugis mengincar Sumatra yang kaya akan lada.Kehadiran Portugis di Sumatra mendapat tentangan, terutama dari Kerajaan Aceh. Sementaraitu, di Jawa, Portugis hanya dapat berdagang di Pasuruan dan Blambangan. Di daerah lainnyaPortugis tidak dapat berdagang, sebab sebagian besar Jawa dikuasai oleh Kerajaan Demak. Didaerah Indonesia lainnya Portugis hanya dapat menetap di Timor, sementara kedudukannyadi Ternate mulai goyah. Monopoli perdagangan dan penyebaran agama Nasrani yangdilakukan Portugis di Maluku ditentang keras rakyat Ternate. Portugis memaksakankekuasaan di Ternate,Tidore, dan Jailolo yang akhirnya menimbulkan perlawanan rakyat.Beberapa dampak dari imperialisme yang dilakukan oleh Portugis di Indonesia adalahsebagai berikut.a. Dalam bidang politik, dengan dikuasainya Malaka menghancurkan organisasi perdaganganAsia, Macau di Cina, dan Ambon. b. Terjadinya penyebaran agama Kristen yang dipimpin olehXaverius di Ambon, Ternate,dan Morotai.c. Banyaknya nama orang di daerah Maluku yang menggunakan nama Portugis. Selain itu,ada beberapa kata dalam bahasaIndonesia yang menyerap unsur bahasa Portugis sepertimeriam, minggu, nona, signor, sinyor, dan dalam kesenian,musik keroncong merupakan perpaduan dengan budayaPortugis.
2. Masa Pemerintahan Kompeni (VOC)
 Pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen (1619
 – 
1623, 1627
 – 
1629) diberlakukan berbagaikebijakan di antaranya adalah sebagai berikut.a. Memonopoli perdagangan di Maluku. b. Menjadikan Batavia sebagai pelabuhan dan pusat kekuasaan VOC.c. Menjalankan politik 
devide et impera
(adu domba) antara raja-raja di Jawa dengankepulauan Nusantara lainnya.d. Mendatangkan keluarga-keluarga Belanda untuk mengelola pertanian di Indonesia.e. Proses westernisasi pada budaya-budaya pribumi.f. Memonopoli perdagangan rempah-rempah.
 
Salah satu kebijakan Coen yang paling keras yaitu dihancurkannya Pulau Banda. Penduduk Banda dibantai, sedangkan yang hidup dijadikan budak.Untuk menjalankan misimenaklukkan Nusantara, VOCmelakukan strategi sebagai berikut ini.a. Melakukan tindak kekerasan, peperangan, dan tindakan kasar terhadap penguasa setempatdan para pedagang yang melawannya. b. Mengusir dan membunuh para penduduk yang menolak menjual barang dagangannyakepada VOC.c. Menghancurkan pusat-pusat perdagangan Islam di Nusantara.d. Melakukan tipu muslihat serta mencampuri urusan dalam negeri setiap kerajaan, terutamadi Jawa.Pada tahun 1799, VOC mengalami kebangkrutan yang disebabkan faktor-faktor berikut.a. Banyaknya korupsi yang dilakukan para pegawai VOC, apalagi mereka tidak mempunyaikewajiban untuk memberikan laporan keuangan pada pemerintah Belanda. b. Banyaknya biaya yang harus dikeluarkan VOC sebagai dampak dari peperangan yangdilakukan VOC di Nusantara.c. Persaingan yang ketat dengan kongsi dagang lain.d. Rakyat Indonesia tidak mampu lagi membeli barangbarang Belanda.e. Terjadinya perdagangan gelap.
3. Masa Pemerintahan Kolonial Belanda
 Setelah VOC bubar, kekuasaan Belanda di Indonesia dilanjutkan oleh pemerintahan HindiaBelanda. Pemerintahan ini dipimpin oleh seorang gubernur jenderal sebagai wakil raja atauratu Belanda. Setelah kekuasaan Raja Wilhem V runtuh, berdirilah Republik Bataaf. Selama8 tahun Indonesia berada dalam kekuasaan Republik Bataaf (1799
 – 
1806). Namun, padatahun 1795 Belanda takluk terhadap Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte.
4. Masa Pemerintahan Daendels
 Pada tahun 1806, Napoleon mengangkat adiknya, Louis Napoleon Bonaparte menjadi rajaBelanda dan membubarkan Republik Bataaf. Kemudian Louis Napoleon mengangkatMarsekal Herman Willem Daendels menjadi gubernur jenderal di Hindia Belanda (1808
 – 
1811). Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa agar tidak direbut Inggris.Selain itu, Daendels juga mempunyai tugas memberantas penyelewengan dan korupsi. Untuk itu, Daendels melakukan serangkaian persiapan sebagai berikut.a. Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.100 kilometer. Hal inidimaksudkan untuk memperlancar komunikasi antar daerah yang dikuasai Daendels disepanjang Pulau Jawa.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->