Islam Aplikatif : Akhlaq & Etika
Taqwa dalam taat berarti ikhlas ketika me-laksanakan perintah Allah.Sedangkan taqwa dalam maksiat ialah dengan menjauhi setiap yang dilar-ang-Nya.
Pengertian Taqwa yang paling sederhana ialah sifat dan sikap ketaatanmu’min terhadap syari’at Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintahAllah dan menjauhi setiap yang dilarang-Nya. Maksudnya, seseorang dis-ebut bertaqwa (
mutta-qin
) apabila ia mampu menguasai diri dengan selalumenjalankan kebaikan serta memelihara diri dari perbuatan keji dan mun-kar. Kedua batasan Allah tersebut semuanya terkandung dalam Al-Qurandan Al-Hadits.Perumpamaan yang paling mudah kita fahami tentang makna taqwa iniialah dialog antara Umar Bin Khatab dengan Ubai Bin Ka’ab. Umar ber-tanya kepadanya tentang taqwa, lalu Ubai Bin Ka’ab menjawab dengan se-buah pertanyaan:
”Bukankah engkau pernah melewati jalan yang penuh onakdan duri? Bagaimana sikapmu ketika berjalan di atasnya?”
Umar pun men- jawab:
”Saya akan selalu siap dan mencari pijakan dengan hati-hati.” “Itulahtaqwa !”
jawab Ubai Bin Ka’ab. Jadi ibaratnya, kehidupan ini merupakan jalan yang penuh duri dan harusdiwaspadai, sedangkan
hududullah
merupakan rambu-ram-bu petunjukuntuk keselamatan perjalanan. Bila menemui daerah berbahaya, makabukalah pedoman perjalanan hidup yang telah Allah berikan lewatutusan-Nya yaitu Kitab suci Al-Quran dan tuntunan Sunnah Nabawiyah.Sehingga persinggahannya di alam fana ini berjalan mulus dan meraih ke-bahagiaan yang dituju. Kalau kita mampu melewati jalan tersebut, makatujuan kita pun tercapai yaitu meraih
mardlatillah
(keridlaan Allah) didunia dan di Akhirat. Tetapi sebaliknya, apabila sikap hati-hati (baca: Taq-wa) tidak kita miliki, pastilah kita terluka oleh duri kehidupan dan tidakakan mencapai tujuan hidup kita.Sayyid Qutb pernah menjelaskan dengan kalimat yang indah dalamtafsirnya “Fi Dhilal Al-Quran,” katanya:
”Demikianlah taqwa, ke-pekaan bat-in, kelembutan perasaan, rasa takut dan selalu waspada serta hati-hati jangansampai menginjak duri jalanan. Jalan kehidupan yang selalu ditaburi duri-duri godaan dan syah-wat, kerakusan dan mimpi-mimpi, kekhawatiran dan kegelisa-han, harapan semu dan yang tidak bisa diharapkan kebaikannya. Ketakutan palsudari sesuatu yang tidak pantas ditakuti. Dan masih banyak yang lainnya.”
Demikianlah sikap hidup seorang muttaqin dan sebagai puncaknya ialahmencapai derajat
Haqqa Tuqatih
yaitu manusia yang sebenar-benarnyataqwa.
Allah Ta’ala menjadikan bumi sebagai tempat berpijak manusia dan men- jalani kehidupannya.
Dunia sebagai sarana untuk mencapai kehidupan
2
At-Ta’rifat, Al-Jarjany:65
3
QS. Ali Imran:102
4
QS. 7:24-25
- 2
Leave a Comment