Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
semikonduktor

semikonduktor

Ratings: (0)|Views: 410|Likes:
semikonduktor
semikonduktor

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Zeniar Rossa Pratiwi on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/03/2013

pdf

text

original

 
5
II. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Semikonduktor
Material zat padat dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bagian utama yaituisolator, semikonduktor dan konduktor. Isolator memiliki konduktivitas yangrendah yang berkisar antara 10
-18
sampai 10
-8
S/cm sedang konduktor sepertialuminium dan perak memiliki konduktivitas yang tinggi yang berkisar antara 10
5
 sampai 10
7
Setiap atom memiliki elektron. Elektron mengorbit di dalam atom dengantingkatan energi tertentu. Kulit-kulit yang ada pada atom menunjukkan tingkatanenergi elektron. Elektron pada atom tunggal menempati orbital atom. Orbital atomelektron akan membelah ketika atom-atom mengumpul saling berdekatan.Mengumpulnya atom-atom tersebut menyebabkan jumlah orbital atom menjadibesar dan perbedaan energi di antara orbital atom tersebut mengecil sehingga akanterbentuk pita energi.S/cm. Bahan semikonduktor memiliki konduktivitas antara isolatordan konduktor. Konduktivitas dari bahan semikonduktor secara umum pekaterhadap temperatur, iluminasi, medan magnet, dan jumlah partikel pengotor(impuritas). Kepekaan bahan semikonduktor ini menyebabkan bahan ini banyakdigunakan dalam aplikasi fisika. Studi tentang semikonduktor dimulai pada abadke-19.Konsep pita energi sangat penting dalam mengelompokkan materialsebagai konduktor, semikonduktor dan isolator. Besarnya lebar celah energi dapatmenentukan apakah suatu material termasuk konduktor, semikonduktor atauisolator. Celah energi memisahkan pita valensi dengan pita konduksi. Elektronpada pita valensi dapat loncat menuju pita konduksi dengan cara menyerapsejumlah energi yang melebihi celah energi. Celah energi masing-masing materialditunjukkan pada Gambar 1 (Goetzberger 1998).Semikonduktor adalah bahan yang memiliki konduktivitas listrik diantarakonduktor dan isolator. Resistivitas semikonduktor berkisar di antara 10
-6
sampai10
4
ohm-m. Pada semikonduktor, terdapat pita energi yang memperbolehkankeberadaan elektron, yaitu pita valensi berenergi rendah yang terisi penuh olehelektron dan pita konduksi yang berenergi tinggi yang kosong.
 
6
 
Gambar 1 Pita energi bahan (a) isolator, (b) semikonduktor dan (c) konduktorCelah energi yang memisahkan kedua pita tersebut yaitu pita terlarang ataudisebut juga sebagai
bandgap
(E
g
 
). Salah satu karakteristik pentingsemikonduktor adalah memiliki celah energi yang relatif kecil yaitu berkisarantara 0,2-2,5 eV. Energi celah pita yang kecil ini memungkinkan suatu elektronmemasuki level energi yang lebih tinggi. Perpindahan elektron ini dapat terjadikarena pengaruh suhu dan penyinaran (Gambar 2) (Wijaya 2007).Gambar 2 Pada pita valensi, elektron menyerap foton (
h
ν  
) dan pindah ke pitakonduksi meninggalkan
hole
 Ketika semikonduktor diradiasi dengan cahaya yang energinya lebih besardari energi gap semikonduktor (
h
ν  
 
E
g
), elektron dari pita valensi dapattereksitasi ke pita konduksi. Elektron yang melompat dari pita valensi ke pitakonduksi disebut pembawa muatan negatif, sedangkan lubang (
hole
) pada pitavalensi merupakan pembawa muatan positif.
 
7 Jika jalur terlarang sempit, elektron bebas mudah dibangkitkan hanyadengan energi kecil. Bila lebar, maka elektron bebas jarang dibangkitkan sepertihalnya pada isolator. Celah energi untuk beberapa semikondutor dapat dilihatpada Tabel 2.1. Dari daftar ini terbukti bahwa intan merupakan isolator yangpaling baik karena celah energinya 6 eV. InSb dan semacamnya mempunyaikondukivitas yang besar pada temperatur kamar karena celah energinya kecil. Tabel 1 Celah Energi Pada Berbagai Semikonduktor
Semikonduktor Celah energi (eV) pada suhu 300
SiGeGaAsGaSbInSbCdTeCdSZnOIntan1,110,671,390,670,171,452,453,26
(Rio 1999)Hanya sedikit bahan yang disebut sebagai semikonduktor dalam keadaantidak murni. Oleh karena itu, dalam pembuatannya semikonduktor yang murnidicampurkan dengan bahan lain. Bahan ini disebut sebagai bahan pengotor ataudopan. Semikonduktor yang tidak dikotori oleh bahan lain disebut semikonduktorintrinsik, sedangkan yang diberi pengotor disebut semikonduktor ekstrinsik (Soga2006).Semikonduktor ekstrinsik terdiri dari dua tipe yaitu tipe-n dan tipe-p(Gambar 3). Atom-atom yang dapat dijadikan impuritas (pengotor) berasal dariatom golongan IIIA dan VA dalam sistem periodik unsur. Penambahan impuritasdari golongan VA (atom pentavalen) ke dalam semikonduktor intrinsik akanmenghasilkan semikonduktor tipe-n. Semikonduktor tipe-n dapat dibuat denganmenambahkan sejumlah kecil atom pengotor yaitu atom pentavalen sepertiantimoni (Sb), fosfor (P) atau arsenik (As) pada silikon murni. Atom-atompengotor ini memiliki lima elektron valensi sehingga secara efektif memilikimuatan sebesar +5q. Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silikondalam kisi kristal maka hanya ada empat elektron valensi yang dapat membentukikatan kovalen lengkap dan tersisa satu elektron yang tidak berpasangan (Gambar

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->