Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mahsiswa.docx

mahsiswa.docx

Ratings: (0)|Views: 174|Likes:
Published by Imapet Usu
mahasiswa
mahasiswa

More info:

Published by: Imapet Usu on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
Search my sitsearch
POSTED BY FAUZAN OJAN POSTED ON OKTOBER - 210 KOMENTAR
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A.
 
Latar Belakang
 
Kaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita
 pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. “The founding leaders” Indonesia telah
meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD1945.
 
Kita mendirikan negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap bangsaIndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskankehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat membangun kemerdekaan kebangsaan dalam susunan organisasi Negara KesatuanRepublik Indonesia sebagai Negara Hukum yang bersifat demokratis (democratische rechtsstaat)dan sebagai Negara Demokrasi konstitutional (constitutional democracy) berdasarkan Pancasila.
 
Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan, tantangan, hambatan,rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus kita hadapiitu beraneka ragam corak dan dimensinya. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masalalu, banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi sekarang ataupun yang akan datang darimasa depan kita.
 
B.
 
Tujuan
 
Adapun tujuan yang ingin penulis capai dan sampaikan kepada pembaca dalam penyusunan makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut :
 
1.
 
Membangkitkan kembali rasa cinta tanah air di kalangan para pemuda dan mahasiswa sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telahmemperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
 
2.
 
Menanamkan jiwa patriotisme dan rela berkorban di antara sesama Warga Negara Indonesiadalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
 
3.
 
Mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk berfikir kritis dalam menanggapi setiap perubahanyang terjadi di sekeliling kita terutama hal-hal yang berkaitan dengan keutuhan NKRI dankelangsungan hidup masyarakat Indonesia.
 
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
A.
 
Pengertian Pemuda
 
 
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedangmengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional,sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masadatang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara
internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10
-24 tahun,sedangkan usia 10-
19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang
diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok  pemuda.
 
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemudamenghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
 
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda denganaspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebutdengan semangat pembaharu.
 
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi mudadan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memilikidefinisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategoriusia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum mudaadalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.
 
B.
 
Pengertian Mahasiswa
 
Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar,sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.
 
Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi padastratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep,dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkanmampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.
 
Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan olehmahasiswa. Yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukananalisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahantersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbanganyang matang. Dan pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke oranglain untuk mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut
 
C.
 
Mengasah Kemampuan Reflektif 
 
Dalam mengembangkan perannya, kaum muda Indonesia perlu mengasah kemampuanreflektif dan kebiasaan bertindak efektif. Perubahan hanya dapat dilakukan karena adanyaagenda refleksi (reflection) dan aksi (action) secara sekaligus. Daya refleksi kita bangun berdasarkan bacaan baik dalam arti fisik melalui buku, bacaan virtual melalui dukungan
 
teknologi informasi maupun bacaan kehidupan melalui pergaulan dan pengalaman di tengahmasyarakat. Makin luas dan mendalam sumber-sumber bacaan dan daya serap informasi yangkita terima, makin luas dan mendalam pula daya refleksi yang berhasil kita asah. Karena itu,faktor pendidikan dan pembelajaran menjadi sangat penting untuk ditekuni oleh setiap anak  bangsa, terutama anak-anak muda masa kini.
 
D.
 
Membangun Kebiasaan Bertindak Efektif 
 
Di samping kemampuan reflektif, kaum muda Indonesia juga perlu melatih diri dengankebiasaan untuk bertindak, mempunyai agenda aksi, dan benar-benar bekerja dalam arti yang
nyata. Kemajuan bangsa kita tidak hanya tergantung kepada wacana, „public discourse‟
, tetapi
 juga agenda aksi yang nyata. Jangan hanya bersikap “NATO”, “Never Action, Talking Only”
seperti kebiasaan banyak kaum intelektual dan politikus amatir negara miskin. Kaum muda masakini perlu membiasakan diri untuk lebih banyak bekerja dan bertindak secara efektif daripadahanya berwacana tanpa implementasi yang nyata.
 
E.
 
Melatih Kemampuan Kerja Teknis
 
Hal lain yang juga perlu dikembangkan menjadi kebiasaan di kalangan kaum muda kita
ialah kemampuan untuk bekerja teknis, detil atau rinci. “The
 
devil is in the detail”, bukan
semata-mata dalam tataran konseptual yang bersifat umum dan sangat abstrak. Dalam suasanasistim demokrasi yang membuka luas ruang kebebasan dewasa ini, gairah politik di kalangankaum muda sangat bergejolak. Namun, dalam wacana perpolitikan, biasanya berkembang luaskebiasaan untuk berpikir dalam konsep-konsep yang sangat umum dan abstrak. Pidato-pidato,ceramah-ceramah, perdebatan-perdebatan di ruang-ruang publik biasanya diisi oleh berbagaiwacana yang sangat umum, abtrask dan serba enak didengar dan indah dipandang. Akan tetapi,semua konsep-konsep yang bersifat umum dan abstrak itu baru bermakna dalam arti yangsebenarnya, jika ia dioperasionalkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang rinci.
 
Sebaiknya, kaum muda Indonesia, untuk berperan produktif di masa depan, hendaklahmelengkapi diri dengan kemampuan yang bersifat teknis dan mendetil agar dapat menjamin benar-benar terjadinya perbaikan dalam kehidupan bangsa dan negara kita ke depan. Bayangkan, jika semua anak muda kita terjebak dalam politik dan hanya pandai berwacana, tetapi tidak mampu merealisasikan ide-ide yang baik karena ketiadaan kemampuan teknis, ketrampilanmanajerial untuk merealisasikannya, sungguh tidak akan ada perbaikan dalam kehidupankebangsaan kita ke depan.
 
F.
 
Pemuda, Mahasiswa dan Kesadaran Berkonstitusi
 
Sekarang ini kita berada dalam suasana memperingati semangat sumpah pemuda yangdikumandangkan pada tahun 1928, delapan puluh tahun yang silam. Sebagai anak bangsa kitatelah bersumpah setia untuk bersatu nusa, bersatu bangsa, dan berbahasa persatuan bahasaIndonesia. Ada kekeliruan dalam kita memahami makna persatuan itu, yaitu seakan-akan bersatudalam uniformitas, termasuk dalam soal bahasa. Salah paham itu tercermin antara lain dalamlagu yang bia
sa kita nyanyikan, yaitu “satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa kita”. Akibatnya,
sumpah pemuda kita maknai hanya mengenal satu bahasa saja, yaitu bahasa Indonesia, denganmengabaikan dan menafikan bahasa-bahasa daerah yang demikian banyak jumlahnya. Padahal,
teks asli sumpah pemuda itu menyatakan bahwa kita “menjunjung bahasa Indonesia sebagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->