Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH MATA KULIAH ULUMUL KALAM "ALIRAN KHOLAF'

MAKALAH MATA KULIAH ULUMUL KALAM "ALIRAN KHOLAF'

Ratings: (0)|Views: 200 |Likes:
Published by Umar Alfikr
SEKLOAH TINGGI ISLAM MA'HAD ALY
BABAKAN CIWARINGIN CIREBON
SEKLOAH TINGGI ISLAM MA'HAD ALY
BABAKAN CIWARINGIN CIREBON

More info:

Published by: Umar Alfikr on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
Halaman =>
1
BAB 1
 
PENDAHULUAN
Islam adalah Agama Rohmatal Lil ‘Alamin, dimana agama Islam menerima adanya perbedaan, karena bagi Islam perbedaan adalah Rohmat. Begitupun dengan perbedaan imam(Aliran) dibolehkan dalam Islam. Persoalan imam merupakan aspek utama dalam ajaranagama Islam. Perbedaan teologis dikalangan umat Islam sejak awal memang dapatmengemuka dala bentuk praktis maupun teoritis. Secara teoritis, perbedaan itu demikiantampak melalui perdebatan aliran-aliran kalam yamg muncul tentang berbagai persoalan.Tetapi patut dicatat bahwa perbedaan yang ada umumnya masih sebatas padaaspek filosofis diluar persoalan keesaan Allah, keimanan kepada para Rasul, Malaikat, HariKiamat dan berbagai ajaran Nabi yang tidak mungkin lagi ada peluang untuk memperdebatkannya. Misalnya tentang kekuasaan Allah dan kehendak manusia, kedudukanwahyu dan akal, keadilan Tuhan.Pada makalah ini akan dibahas tentang Aliran Kholaf atau yang lebih dikenal denganAliran ASWAJA, setelah bab ini Tim penyusun berharap kita mampu menerangkan dan berpendapat tentang Aliran Kholaf di antaranya adalah :a)
 
Penyebabkan timbulnya aliran Kholaf (Al- Asy’ariyah dan Al - Maturidiyah). b)
 
Tokoh-Tokoh aliran Kholaf (Al- Asy’ariyah dan Al - Maturidiyah).c)
 
Doktrin aliran Kholaf (Al- Asy’ariyah dan Al - Maturidiyah)..d)
 
Parbedaan dan Persamaan aliran Al- Asy’ariyah dan aliran Al - Maturidiyah
 
Halaman =>
2
BAB II
 
PEMBAHASANA.
 
PENGERTIAN KHOLAF
Kata khalaf biasanya digunakan untuk merujuk para ulama yang lahir setelah abad IIIH dengan karakteristik yang bertolak belakang dengan apa yang dimiliki salaf.
 Khalaf 
berasal dari kata yang artinya Masa yang akan datang
1)
,.
 Khalaf 
menurut istilah diartikan sebagai jalan para ulama’ modern, walaupun tidak dapatdikatakan bahwa semua ulama’ modern mengikuti jalan ini.
2)
 
Adapun ungkapan
 Ahlussunnah
(sering juga disebut dengan
 sunni
) dapat dibedakanmenjadi dua pengertian, yaitu umum dan khusus. Dalam
 sunni
dalam pengertian umumadalah lawan kelompok 
 syi’ah
. Dalam pengertian ini, Mu’tazilah juga sebagaimanaAsy’ariyah masuk dalam barisan
sunni. Sedangkan Sunni
dalam pengertian khusus adalahmadzhab yang berada dalam barisan Asy’ariyah atau Al Maturidiyah dan merupakan lawanMu’tazilah. Pengertian kedua inilah yang dipakai dalam pembahasan ini.
 
Selanjutnya,
Ahlussunnah
banyak dipakai setelah munculnya aliran Asy’ariyah danMaturidiyah, dua aliran yang menentang ajaran–ajaran Mu’tazilah.
B.
 
ALIRAN AL- ASY’ARIYAH1.
 
Sejarah Kemunculan Aliran Asy’ariyah
Pendiri aliran Al-Asy’ariyah adalah Abu Al-Hasan ‘Ali Ibn Isma’il
Al-Asy’ariyang lahir di Basrah pada tahun 873 Masehi dan wafat pada
tahun 935 Masehi. Beliaumasih keturunan dari Abu Musa Al-Asy’ari, seorang duta perantara dalam perseteruan pasukan shohabat Ali dan Mu’awiyah.
2
Sejak kecil
Abu Al-Hasan
 berguru padaSyech Al-Jubba’i seorang tokoh
Mu’tazilah yang sangat terkenal. beliau adalah muridyang cerdas dan menjadi kebanggaan gurunya, beliau sering mewakili gurunya untuk acara bedah
ilmu dan diskusi. Dengan ilmu ke-mu’tazilahannya, ia gencar menyebar 
luaskan paham mu’tazilah dengan karya-karya tulisnya.
Karena tidak sepaham dengan gurunya dan ketidak puasannya
terhadapaliran Mu’tazilah, walaupun ia sudah menganut paham Mu’tazilah selama 40 tahun, makaia membentuk aliran yang dikenal dengan namanya sendiri pada tahun 300 Hijriyah. _____________________________________________ 
1)
Idrus Alkaf,
Kamus Tiga Bahasa Al-Manar,
2)
 
FARIHA ILYAS
 
Halaman =>
3
Ketidak-puasan Al-Asy’ari terhadap aliran Mu’tazilah diantaranya adalah :
a.
 
Karena adanya keragu-raguan dalam diri Al-Asy’ari yang
mendorongnyauntuk keluar dari paham Mu’tazilah. Menurut Ahmad
Mahmud Subhi, keraguan itutimbul karena ia menganut Madzhab Syafi’i
yang mempunyai pendapat berbedadengan aliran Mu’tazilah.
misalnya Madzhab syafi’i berpendapat bahwa Al-Qur’anitu tidak diciptakan,
tetapi bersifat Qadim dan Allah dapat dilihat di akhirat nanti.Sedangkan menurut paham Mu’tazilah, bahwa Al-Qur’an itu bukan Q
adim akantetapi hadits dalam arti baru dan diciptakan Allah dan
Allah bersifat rohani dantidak dapat dilihat dengan mata.
 b.
 
Menurut Hammudah Ghurabah, ajaran-ajaran yang diperoleh dari Al-
Juba’i,menimbulkan persoalan-persoalan yang tidak mendapatkan
 penyelesaian yangmemuaskan, misalnya tentang mukmin, kafir dan anak kecil.Puncak perselisihan antara Asy’ariyah dan Mu’tazilah dalam masalah keadilanAllah adalah ketika Mu’tazilah tidak mampu menjawab
kritik yang dilontarkanAsy’ariyah, bahwa jika keadilan mencakup
iktiar, baik dan buruk logistik sertaketerikatan tindakan Allah dengan
tujuan-tujuan semua tindakan-Nya, maka pendapat ini akan
 bertentangan dengan ke-Esaan tindakan Allah (Tauhid fil Af’al) bahkan bertentang dengan ke-Esaan Allah itu sendiri. Karena ikhtiar 
menurut Mu’tazilahmerupakan bentuk penyerahan ikhtiar yang
ekstrim dan juga menafikan ikhtiar dariDzat-Nya. Dalam pandangan Asy’ariyah, Allah itu adil, sedangkan pandanganMu’tazilah standar adil dan tidak adil dalam pandangan manusia untuk menghukumiAllah, sebab segala sesuatu yang bekenaan dengan kebaikan manusia hukumnya wajib bagi Allah. Tetapi bagaimanapun Al-Asy’ari meninggalkan paham Mu’tazilah ketikagolongan ini sedang berada dalam fase kemunduran dan kelemahan. Setelah Al-Mutawakkil membatalkan putusan Al-Ma’mun
tentang penerimaan aliran Mu’tazilahsebagai madzhab Negara,
kedudukan kaum Mu’tazilah mulai menurun, apalagisetelah Al-Mutawakkil mengunjukan sikap penghargaan dan penghormatan terhadapdiri Ibn Hanbal, lawan Mu’tazilah terbesar waktu itu.Dalam suasana demikianlah Al-Asy’ari keluar dari golongan Mu’tazilahdan menyusun teologi baru yang sesuai dengan aliran orang yang berpegang kuat padahadits. Disini timbul pertanyaan,
apakah tidak mungkin bahwa Al-Asy’arimeninggalkan paham
Mu
tazilah karena melihat bahwa aliran Mu’tazilah tidak dapat
diterima umumnya umat Islam yang bersifat sederhana dalam
 pemikiran- pemikiran? Dan pada waktu itu tidak ada aliran teologi lain
yang teratur sebagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->