Tax Shifting ( pergeseran pajak ) & Tax Incidence
q
Tax Shifting
: Pembayar pajak dapat menggeser beban pajaknya kepada pihak lain misalnya kepadapembeli produk dan jasanya (
forward shifting
), atau kepada supplier faktor produksi (
backward shifting
)
q
Tax Incidence ( insiden pajak ) :
Menjawab pertanyaan mengenai siapa Penanggung akhir darisuatu kerugian ekonomis akibat pajak
=
distribusi akhir beban pajak.
Pengukuran Kemapuan Pemajakan
q
Tax Ratio
( Rasio pajak )
: Perbandingan antara Pendapatan Pajak
(tax revenue)
dengan GrossNational Product (GNP) atau Gross Domestic Product. (korelasi dengan kebutuhan dana negara dankeinginan untuk menggunakan sumber non pajak,dan kapasitas pemajakan)
TAX STRUCTURE ( Struktur Pajak )
q
Tax Vs Non Tax Revenue
q
Direct Tax Vs Indirect Taxation
q
Korelasi antara Tax Structure dengan Development level.
–
Developed -> direct taxation
–
Less Develop -> indirect taxion
–
Under developed -> Non Tax revenue
q
Taxation based on 1.Agriculture, 2.Foreign Trade, 3.Consumption, 4.Net Income, individual and business; (Hinrich)
Catatan :
Taxable unit individu :paling fair karena :
Memperhatikan referensi individual / subyektif
Individu : entitas ekonomi terkecil dari masyarakat
merupakan wajib pajak utama ( ultimate tax bearer ).
Tax elasiticity ( elastisitas pajak )
q
Aspek penting dari struktur pajak.
q
Relasi antara perubahan proporsional Tax Revenue dengan National Income/Output (dalam pengertianluas) mis GNP atau GDP.
q
Negara-negara maju umumnya memiliki tax elasticity yang lebih tinggi.
q
Pengukuran dapat juga dilakukan berdasarkan taxing base atau yield.
Keterbatasan Sistim Perpajakan
q
Secara teoretis penerimaan pajak mempunyai limit yaitu terpakainya seluruh kapasitas pajak.
q
Pemajakan yang berlebihan memberi dampak negatif terhadap perekonomian.
q
Aspek political economy.
Catatan :
Ingat
THE LAW OF DIMINISHING RETURN
( David Ricardo )
( Hukum hasil lebih yang makin berkurang )
Pemajakan atas Penghasilan dan Kekayaan (wealth)
3
Leave a Comment
tks for u kindness