yang sangat tepat. Tentu hal ini membutuhkan peran orang tua untuk bisa mengambil posisitersebut.
3.Pahamkan remaja kita bahwa naluri seksual adalah fitrah
Kecenderungan dalam diri manusia (remaja) untuk berkelompok dan bergaul dengansesama, dia ingin diakui keberadaannya, suka dengan lawan jenisnya adalah merupakan suatuyang fitri. Dan Islam memandang bahwa kecenderungan dan kebutuhan tersebut bukanlahdinafikan/dihilangkan begitu saja, akan tetapi ia boleh dipenuhi. Hanya saja bagaimana
carapemenuhannya itulah yang kemudian diatur
oleh Islam. Ketika manusia butuh makan,Islam tidak melarangnya untuk makan. Namun ketika manusia mau makan, mulai dari apayang dimakan, bagaimana cara mendapatkan makanan hingga bagaimana cara makan ituditentukan aturannya oleh Islam. Analog dengan hal tersebut, maka adanya dorongan manusiauntuk bergaul dengan lawan jenis bukanlah untuk dihilangkan, namun bagaimana pemenuhannya diatur oleh Islam.
4.Pahamkan bagaimana karakter naluri seksual yang dia miliki
Naluri seksual berbeda dengan kebutuhan fisik atau kebutuhan organis seperti makan,minum, tidur, dan sejenisnya, dimana dorongan pemenuhannya bersifat internal, disampingtuntutan pemenuhannya bersifat pasti, artinya bila tidak dipenuhi akan menyebabkankematian. Sedangkan naluri seksual, seperti halnya naluri yang lain, dorongan itu muncul dariluar dan tuntutan pemenuhannya tidak bersifat pasti, dalam arti, tidak dipenuhinya naluritersebut tidak akan menyebabkan kerusakan atau kematian bagi manusia.Tuntutan kebutuhan fisik akan terus muncul dan tidak akan hilang sampai terpenuhinyatuntutan tersebut. Sementara naluri tidak akan bergejolak bila tidak ada faktor pendorong dariluar yang membangkitkannya. Maka bila seseorang disibukkan dengan suatu pekerjaan/halyang penting, lenyaplah keinginan untuk memenuhi nalurinya, sebaliknya jika rangsangan itusenantiasa dimunculkan maka gejolak itu akan muncul. Bangkitnya/bergejolaknya naluriseksual tersebut akan mendorong seseorang untuk memenuhinya. Jika ia belum berhasilmemenuhinya –selama naluri tersebut masih terbangkitkan/bergejolak- maka yang timbuladalah kegelisahan. Baru setelah gejolak naluri tersebut reda, akan hilanglah rasa gelisah itu. Naluri yang tidak terpenuhi tidak akan sampai mengantarkan manusia pada kematian; tidak juga mengakibatkan gangguan fisik, jiwa, maupun akal –seperti yang didakwakan oleh para penganut kebebasan seksual-. Naluri yang tidak terpenuhi hanya akan mengakibatkankegelisahan dan kepedihan yang (mungkin) menyakitkan.Oleh karena itu,
pemenuhan naluri seksual sesungguhnya merupakan perkarayang dapat diatur
oleh manusia.
Manusia bahkan dapat mengatur kemunculannya
.5.
Pahamkan cara mengendalikan naluri seksual yang dimilikiny
aMengendalikan naluri seksual artinya adalah mampu mencegah terjadinya pemenuhan yangsalah, dan menyalurkan/memenuhinya dengan cara pemenuhan yang benar.
a. Pencegahan terjadinya pemenuhan yang salah
Dilakukan dengan meminimalisir keberadaan hal-hal yang bisa merangsang bergejolaknya naluri seksual pada diri manusia, kecuali di dalam kehidupan khusus(kehidupan pernikahan). Meminimalisir rangsangan ini bisa berarti dua sisi, dari
sisi systemyang menaungi individu
manusia di dalamnya, harus memastikan tidak terjadi pengumbaranhal-hal yang bisa merangsang bangkitnya naluri seksual tersebut di kehidupan umum secaramutlak. Seperti keberadaan VCD porno, majalah porno, cyberseks, teleseks, tontonan erotis ditelevisi atau di jalan-jalan. Juga harus dilakukan upaya untuk mengatur interaksi yang terjadiantara laki-laki dan wanita, dengan sebuah pengaturan yang akan menjaga terjadinyaupaya/interaksi yang ‘saling merangsang’ antara laki-laki dan wanita, dengan tetapmemungkinkan terjadinya interaksi yang bersifat
ta’awun
atau kerjasama dalam rangkamemenuhi kebutuhan masing-masing untuk kemaslahatan bersama di tengah-tengahmasyarakat. Sementara dari
sisi individu manusianya
–sebagai sub system dari system yangmenaunginya- juga harus mencegah dirinya dari melakukan hal-hal yang akan membangkitkannaluri seksualnya di luar lembaga pernikahan. Dalam hal ini seorang remaja yangmenginginkan mengendalikan gejolak naluri seksualnya maka dia harus menghindarkan diri2
Leave a Comment