Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Seni Drama 2

Seni Drama 2

Ratings: (0)|Views: 165|Likes:
Published by Dian_Afrianty__4524

More info:

Published by: Dian_Afrianty__4524 on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
Created by Jon Budi Prayogo
Seni Drama
Seni Drama adalah curahan perasaaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk gerakbercerita yang diramu dengan musik yang sesuai.Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakansinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitasmanusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnyaatau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk darimemilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatuset nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewatmedium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaandengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyakseniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garispedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme danbentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksudcinta).Kata drama berasal dari bahasa Yunani
Draomai
yang berarti berbuat, berlaku,bertindak. Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan.ARTI DRAMAArti pertama dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yangterlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axcting), dan keteganganpada para pendengar.Arti kedua, menurut Moulton
Drama
adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (lifepresented in action).Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak denganaction.Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifatmanusia dengan gerak.Arti ketiga drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yangdiproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapanpenonton (audience)Adapun istilah lain drama berasal dari kata drame, sebuah kata Perancis yang diambiloleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentangkehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat, sebuah drama adalahlakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting – meskipunmungkin berakhir dengan bahagia atau tidak bahagia – tapi tidak bertujuanmengagungkan tragedi. Bagaimanapun juga, dalam jagat modern, istilah drama seringdiperluas sehingga mencakup semua lakon serius, termasuk didalamnya tragedi danlakon absurd.Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan actiontokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga dipandangsebagai pengertian action. Meskipun merupakan satu bentuk kesusastraan, carapenyajian drama berbeda dari bentuk kekusastraan lainnya. Novel, cerpen dan baladamasing-masing menceritakan kisah yang melibatkan tokoh-tokoh lewat kombinasiantara dialog dan narasi, dan merupakan karya sastra yang dicetak. Sebuah dramahanya terdiri atas dialog; mungkin ada semacam penjelasannya, tapi hanya berisipetunjuk pementasan untuk dijadikan pedoman oleh sutradara. Oleh para ahli, dialogdan tokoh itu disebut hauptext atau teks utama; petunjuk pementasannya disebutnebentext atau tek sampingan.SEJARAH DRAMA
 
Created by Jon Budi Prayogo
Kebanyakan dari kita mengira bahwa drama berasal dari Yunani Kuno. Namundemikian, sebuah buku yang berjudul A History of the theatre menunjukan pada kitabahwa pemujaan pada Dionisus, yang kelak diubah kedalam festival drama di Yunani,berasal dari Mesir Kuno. Tek Piramid yang bertanggal 4000SM. Adalah naskahAbydos Passion Play yang terkenal. Tentu saja para pakar masih meragukan apakahteks itu drama atau bukan sebelum Gaston Maspero menunjukan bahwa dalam tekstersebut ada petunjuk action dan indikasi berbagai tokohnya.Ada tiga macam teaori yang mempersoalkan asal mula drama. Menurut Brockett,drama mungkin telah berkembang dari upacara relijius primitif yang dipentaskanuntuk minta pertolonga dari Dewa. Upacara ini mengandung banyak benih drama.Para pendeta sering memerankan mahluk superaalami atau binatang; dan kadang –kadang meniru action berburu, misalnya. Kisah-kisah berkembang sekitar beberaparitus dan tetap hidup bahkan setelah upacara itu sendiri sudah tidak diadakan lagi.Kelak mite-mite itu merupakan dasar dari banyak drama.Teori kedua memberi kesan bahwa himne pujian dinyanyikan bersama didepanmakam seorang pahlawan. Pembicara memisahkan diri dari koor dan memperagakanperbuatan-perbuatan dalam kehidupan almarhum pahlawan itu. Bagian yangdiperagakan makin lama makin rumit dan koor tidak dipakai lagi. Seorang kritisimemberi kesan bahwa sementara koor makinlama makin kurang penting, munculpembicara lain. Dialog mulai terjadi ketika ada dua pembicara diatas panggung.Teori ketiga memberi kesan bahwa drama tumbuh dari kecintaan manusia untukbercerita. Kisah – kisah yang diceritakan disekeliling api perkemahan menciptakankembali kisah – kisah perburuan atau peperangan, atau perbuatan gagah seorangpahlawan yang telah gugur. Ketiga teaori itu merupakan cikal-bakal drama. Meskipuntak seorang pun merasa pasti mana yang terbaik, harus diingat bahwa ketiganyamembicarakan tentang action. Konon, action adalah intisari dari seni pertunjukan.
STRUKTUR DRAMA
 Seorang Aristoteles, filsuf Yunani yang hidup sekitar 300 S.M. telah menulis Poetics.Untuk mengenali plot, karakter, pikiran, diksi, musik dan spektakel dari tragedi.Kelak identifikasi itu dianggap sebagai falsafah dasar dari strukturalisme yang olehT.S. Eliot disebut the Formalistick Approach.Plot adalah istilah yang berarti ringkasan kisah sebuah lakon. Plot berbeda dari ceritakarena caranya menyajikan hubungan urutan cerita dan peristiwa. Dengan sendirinyaplot adalah urutan peristiwa yang berhubungan secara kausalitas.Abil contoh, misalnya Romeo bunuh diri, karena mengira kalau Juliet sudah mati.Kata ‘ karena ‘ merupakan kata sambung untuk menghubungkan kedua peristiwa itu,dengan menjelaskan bahwa yang pertama disebabkan oleh peristiwa kedua. Laindengan cerita; cerita memerlukan kata dan atau lalu/kemudian untukmenghubungkan dua peristiwa.Jadi dalam cerita; Romeo bunuh diri dan kemudian Juliet melakukan hal yang sama.Dengan kata lain plot menunjukan peristiwa-peristiwa secara kausatif, sedangkancerita secara kronologis. Oleh karena itu kata ‘mengapa’ adalah kata ganti penanyayang paling cocok untuk mengamati paradigma plot dalam drama maupun novel.Pada awal plot kita ada eksposisi. Ini memberi penonton informasi yang diperlukantentang peristiwa sebelumnya, situasi sekarang atau tokoh-tokohnya. Dalamkebanyakan lakon, sudah sejak awal pengarang memberi tekanan kepada satupertanyaan atau konplik penting. Pada awal kisah Romeo and Juliet, Shakespearetelah menyajikan pertengkaran antara Sampson, Gregory lawan Baltazar danAbraham, satu penjelasan yang memberi ‘Leitmotive’ kepada tema, konplik danrekonsiliasinya.
KARAKTER
 
 
Created by Jon Budi Prayogo
Disamping menjadi materi utama untuk menciptakan plot, karakter juga merupakansumber action dan percakapan. Karena itu, karakter harus dibentuk agar cocokdengan kebutuhan plot, dan semua bagian dari setiap karakterisasi harus pas satu samalain. Jika karakternya sama, tidak akan ada lakon. Minat akan muncul kalau karakter-karakter itu saling bertentangan. Mereka sedapat mungkin harus tidak sama.
UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM NASKAH DRAMA
 
Unsur-unsur ini bisa kita lihat dari dua sisi, antara lain dari sisi –
 
A. fisik :
 
1.
 
Judul
 
2.
 
Prolog
 
3.
 
Dialog
 
4.
 
Autodirection
 
5.
 
Adegan
 
6.
 
Babak
 
7.
 
Evilog
 
8.
 
Dramatik Person
 B. PSIKIS :1. Tema ( social, politik,psikologi, moral, religious, cinta, dll )2. Plot / alur cerita :
Jenis Plot : – Linier, sirkuler, episodic, consentrik, statis, spiral
Penghubung peristiwa dalam plot : rapat, longgar dan lepas
Anatomi Plot :
Saspence :
keteganagn yang terjadi diawal cerita yang membuat penasaran bagipembaca atau penonton.
Gestus :
Ucapan yang keluar dari seorang tokoh yang beritikad mencari solusi tentangsesuatu persoalan.
Foreshadowing :
Bayang-bayang peristiwa atau dialog yang mendahului sebelumperistiwa yang sebenarnya terjadi.
Dramatik Ironi :
Sindiran yang terjadi diawal cerita yang akhirnya benar-benar terjadidikemudian.
Flasback :
pengulangan kejadian masa silam yang digambarkan pada masa itu, dalamupaya mempertegas cerita dari kejadian suatu peristiwa ( menggambarkan kronlogisperistiwa secara detail )
Surprese :
Peristiwa yang tidak diduga dan mengejutkan, akan tetapi masih dapatditerima karena masih dalam kerangka peristiwa.3. Strukturdramatik :
Eksposisi :
Isinya pemaparan masalah utama atau konflik utama yang berkaitandengan posisi diametral antara protagonis dan antagonis. Hasil akhir : Antagonisberhasil menghimpun kekuatan yang lebih dominan.
Raising Action :
Isinya menggambarkan pertentangan kepentingan antar tokoh. Hasilakhir : Protagonis tidak berhasil melemahkan Antagonis. Antagonis mengancamkedudukan Protagonis. Krisis diawali.
Complication :
Isinya perumitan pertentangan dengan hadirnya konflik sekunder.Pertentangan meruncing dan meluas, melibatkan sekutu kedua kekuatan yangberseteru. Hasil akhir : Antagonis dan sekutunya memenangkan pertentangan. Kubuprotagonis tersudut.
Klimaks :
Isinya jatuhnya korban dari kubu Protagonis, juga korban dari kubuAntagonis. Hasil akhir : Peristiwa-peristiwa tragis dan menimbulkan dampak besar bagi perimbangan kekuatan antar kubu.
Resolusi :
Isinya hadirnya tokoh penyelamat, bisa muncul dari kubu protagonis atautokoh baru yang berfungsi sebagai penyatu kekuatan kekuatan konflik, sehinggasituasi yang kosmotik dapat tercipta kembali. Pada tahap ini, pesan moraldisampaikan, yang biasanya berupa solusi moral yang berkaitan dengan tema ataukonflik yang sudah diusung.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->