Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa Dengan SAP2000

Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa Dengan SAP2000

Ratings: (0)|Views: 148|Likes:
Published by Adib Husni Mukofa
a
a

More info:

Published by: Adib Husni Mukofa on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2014

pdf

text

original

 
 Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3 , No. 1, Januari 2006
7
 
Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000
1
 
Wiryanto Dewobroto
wir@uph.edu Jurusan Teknik Sipil - Universitas Pelita Harapan
Abstrak :
Indonesia daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko bencana perlu konstruksi bangunan tahangempa. Perencanaan tahan gempa umumnya didasarkan pada analisa struktur elastis yang diberi faktor bebanuntuk simulasi kondisi ultimate (batas). Kenyataannya, perilaku runtuh bangunan saat gempa adalah inelastis.Evaluasi untuk memperkirakan kondisi inelastis bangunan saat gempa perlu untuk mendapatkan jaminan bahwakinerjanya memuaskan saat gempa. Analisa dan evaluasi kinerja dapat dilakukan dengan analisa pushover yangbuilt-in pada programSAP2000, sedangkan titik kinerja evaluasi harus ditentukan tersendiri secara manualdengan berbagai metoda (kecuali metode SpektrumKapasitas). Analisa pushover (beban dorong statik) adalahanalisa statik nonlinier perilaku keruntuhan struktur terhadap gempa, sedangkan titik kinerja adalah besarnyaperpindahan maksimum struktur saat gempa rencana. Hasil studi kasus portal baja 3D menyimpulkan bahwatitik kinerja yang menentukan adalah metode Koefisien Perpindahan FEMA-356 (ASCE 2000) , sedangkanmetode SpektrumKapasitas (ATC 1996) memberi nilai paling kecil (tidak konservatif). Analisa pushover jugamenunjukkan bahwa daktilitas portal berbeda dalamarah yang lain, masukan penting untuk antisipasi gempabesar yang mungkin terjadi.
Kata kunci
: gempa, titik kinerja, daktail, struktur baja , analisa
pushover
 
Abstract :
Indonesian is located in earthquake risk area so in order to reduce the risk a seismic resistantstructure is needed. The structure usually design base on the elastic analysis that would be multiplied by loadfactor to simulate the ultimate condition. Actually the behavior of building subject to seismic load are in-elastic.We need such analysis that can predict the in-elastic condition in order to get the guarantee that the buildingperformance while earthquake happened is satisfied. The performance analysis and evaluation can be done bypushover analysis from SAP2000, but the performance point for evaluation should be calculating manually fromseveral methods (except SpectrumCapacity method). Pushover analysis is static analysis non-linear of collapsedbehavior of the structure, and the performance point is the maximum magnitude of displacement due to theearthquake subject to evaluation. The result of study on 3D building of steel structure conclude that performancepoint by the method of Displacement Coefficient from FEMA-356 (ASCE 2000) is govern, and the CapacitySpectrummethod (ATC 1996) give the minimumvalue (un conservative). Pushover analyses also reveal theductility of frame in different direction of the building is different, such of information is important inanticipating another great earthquake.
Keywords
: seismic resistant structure, performance point, ductile, pushover analysis
Pendahuluan
Tahun 2004, tercatat tiga gempa besar di Indonesiayaitu di kepulauan Alor (11 Nov. skala 7.5), gempaPapua (26 Nov., skala 7.1) dan gempa Aceh (26 Des.,skala 9.2) yang disertai tsunami. Gempa Acehmenjadi yang terbesar pada abad ini setelah gempaAlaska 1964 (Kerry Sieh 2004). Kondisi itumenyadarkan kita, bahwa Indonesia merupakandaerah rawan terjadinya gempa.Bangunan yang dibangun pada daerah rawan gempaharus direncanakan mampu bertahan terhadap gempa.Trend perencanaan yang terkini yaitu
performancebased seismic design
, yang memanfaatkan teknik analisis non-linier berbasis komputer untuk mengetahui perilaku inelastis struktur dari berbagaimacam intensitas gerakan tanah (gempa), sehinggadapat diketahui kinerjanya pada kondisi kritis.Selanjutnya dapat dilakukan tindakan bilamana tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan.Metode tersebut mulai populer sejak diterbitkannyadokumen Vision 2000 (SEAOC 1995) dan NEHRP(BSSC 1995), yang didefinisikan sebagai strategidalam perencanaan, pelaksanaan dan perawatan / perkuatan sedemikian agar suatu bangunan mampu berkinerja pada suatu kondisi gempa yang ditetapkan,yang diukur dari besarnya kerusakan dan dampak  perbaikan yang diperlukan.Kriteria kinerja yang ditetapkan Vision 2000 dan NEHRP adalah sebagai berikut :
 
1
Perbaikan dari naskah yang dipresentasikan di “
Civil Engineering National Conference :Sustainability Construction& Structural Engineering Based on Professionalism
”, Unika Soegijapranata, Semarang, 17-18 Juni 2005
 
8
Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000 (Wiryanto Dewobroto)
 Tabel 1. Kriteria Kinerja
Level KinerjaNEHRP Vision 2000Penjelasan
Operational Fully Functional
 Tak ada kerusakan berarti pada struktur dan non-struktur, bangunan tetap berfungsi.
ImmediateOccupancyOperational
 Tidak ada kerusakan yang berarti pada struktur, dimana kekuatan dan kekakuannyakira-kira hampir sama dengan kondisi sebelum gempa. Komponen non-struktur masihberada ditempatnya dan sebagian besar masih berfungsi jika utilitasnya tersedia.Bangunan dapat tetap berfungsi dan tidak terganggu dengan masalah perbaikan.
Life Safety Life Safe
 Terjadi kerusakan komponen struktur, kekakuan berkurang, tetapi masih mempunyaiambang yang cukup terhadap keruntuhan. Komponen non-struktur masih ada tetapitidak berfungsi. Dapat dipakai lagi jika sudah dilakukan perbaikan.
CollapsePreventionNear Collapse
Kerusakan yang berarti pada komponen struktur dan non-struktur. Kekuatan strukturdan kekakuannya berkurang banyak, hampir runtuh. Kecelakaan akibat kejatuhanmaterial bangunan yang rusak sangat mungkin terjadi.
Sejak itu, aktivitas riset menjadi sangat intensif didunia khususnya di USA dan Eropa. Di USA , badanFederal Emergency Management Agency (FEMA) bekerja sama dengan Applied Technology Council(ATC), Earthquake Engineering Research Center (EERC) Universitas California, Berkeley, BuildingSeismic Safety Council (BSSC), dan SAC JointVenture banyak menghasilkan publikasi yang terkaitdengan perencanaan berbasis kinerja. Sehinggaakhirnya metoda tersebut dapat diterima secara luasoleh komunitas rekayasa sebagai prosedur canggihuntuk berbagai aplikasi.Meskipun saat ini perencanaan berbasis kinerjadifokuskan pada perencanaan bangunan tahan gempa,tetapi cara yang sama dapat juga digunakan untuk  perencanaan bangunan terhadap bahaya angin topan(tornado), ledakan dan kebakaran dengan baik.
Perencanaan Gempa Berbasis Kinerja
Umumnya bangunan tahan gempa direncanakandengan prosedur yang ditulis dalam peraturan perencanaan bangunan (
building codes
). Peraturandibuat untuk menjamin keselamatan penghuniterhadap gempa besar yang mungkin terjadi, danuntuk menghindari atau mengurangi kerusakan ataukerugian harta benda terhadap gempa sedang yangsering terjadi. Meskipun demikian, prosedur yangdigunakan dalam peraturan tersebut tidak dapat secaralangsung menunjukkan kinerja bangunan terhadapsuatu gempa yang sebenarnya, kinerja tadi tentuterkait dengan resiko yang dihadapi pemilik bangunandan investasi yang dibelanjakan terkait dengan resikodiambil.Perencanaan tahan gempa berbasis kinerja(
performance-based seismic design
) merupakan proses yang dapat digunakan untuk perencanaan bangunan baru maupun perkuatan (
upgrade
) bangunan yang sudah ada , dengan pemahaman yangrealistik terhadap resiko keselamatan (
life
), kesiapan pakai (
occupancy
) dan kerugian harta benda(
economic loss
) yang mungkin terjadi akibat gempayang akan datang.
Gambar 1. Ilustrasi Rekayasa Gempa Berbasis Kinerja(
ATC58
)
Proses perencanaan tahan gempa berbasis kinerjadimulai dengan membuat model rencana bangunankemudian melakukan simulasi kinerjanya terhadap berbagai kejadian gempa. Setiap simulasimemberikan informasi tingkat kerusakan (
level of damage
), ketahanan struktur, sehingga dapatmemperkirakan berapa besar keselamatan (
life
),kesiapan pakai (
occupancy
) dan kerugian harta benda(
economic loss
) yang akan terjadi. Perencanaselanjutnya dapat mengatur ulang resiko kerusakanyang dapat diterima sesuai dengan resiko biaya yangdikeluarkan.Hal penting dari perencanaan berbasis kinerja adalahsasaran kinerja bangunan terhadap gempa dinyatakansecara jelas, sehingga pemilik, penyewa , asuransi, pemerintahan atau penyandang dana mempunyaikesempatan untuk menetapkan kondisi apa yangdipilih, selanjutnya ketetapan tersebut digunakaninsinyur perencana sebagai pedomannya.Sasaran kinerja terdiri dari kejadian gempa rencanayang ditentukan (
earthquake hazard
) , dan taraf kerusakan yang diijinkan atau level kinerja(
performance level
) dari bangunan terhadap kejadian
 
 Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3 , No. 1, Januari 2006
9
 
gempa tersebut. Mengacu pada FEMA-273 (1997)yang menjadi acuan klasik bagi perencanaan berbasiskinerja maka kategori level kinerja struktur , adalah :
 
Segera dapat dipakai (IO =
ImmediateOccupancy
),
 
Keselamatan penghuni terjamin (LS =
Life-Safety
),
 
Terhindar dari keruntuhan total (CP =
CollapsePrevention
).Gambar 1 menjelaskan secara kualitatif level kinerja(
performance levels
) FEMA 273 yang digambarkan bersama dengan suatu kurva hubungan gaya- perpindahan yang menunjukkan perilaku struktur secara menyeluruh (global) terhadap pembebananlateral. Kurva tersebut dihasilkan dari analisa statik non-linier khusus yang dikenal sebagai analisa
pushover
, sehingga disebut juga sebagai kurva pushover. Sedangkan titik kinerja (
performance point
)merupakan besarnya perpindahan titik pada atap padasaat mengalami gempa rencana, dapat dicarimenggunakan metoda yang akan dijelaskan pada bab berikutnya.Selanjutnya diatas kurva pushover dapat digambarkansecara kualitatif kondisi kerusakan yang terjadi padalevel kinerja yang ditetapkan agar awam mempunyai bayangan seberapa besar kerusakan itu terjadi. Selainitu dapat juga dikorelasikan dibawahnya berapa prosentase biaya dan waktu yang diperlukan untuk  perbaikan. Informasi itu tentunya sekedar gambaran perkiraan, meskipun demikian sudah mencukupiuntuk mengambil keputusan apa yang sebaiknyaharus dilakukan terhadap hasil analisis bangunantersebut.
 Analisa Statik Nonlinier (
Pushover 
)
Analisa statik nonlinier merupakan prosedur analisauntuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa, dikenal pula sebagaianalisa
pushover
atau analisa beban dorong statik.Kecuali untuk suatu struktur yang sederhana, makaanalisa ini memerlukan komputer program untuk dapat merealisasikannya pada bangunan nyata.Beberapa program komputer komersil yang tersediaadalah SAP2000, ETABS, GTStrudl, Adina.Analisa dilakukan dengan memberikan suatu pola beban lateral statik pada struktur, yang kemudiansecara bertahap ditingkatkan dengan faktor pengalisampai satu target perpindahan lateral dari suatu titik acuan tercapai. Biasanya titik tersebut adalah titik  pada atap, atau lebih tepat lagi adalah pusat massaatap.Analisa
pushover
menghasilkan kurva pushover (Gambar 1), kurva yang menggambarkan hubunganantara gaya geser dasar (V) versus perpindahan titik acuan pada atap (D) . Pada proses
pushover
, struktur didorong sampai mengalami leleh disatu atau lebihlokasi di struktur tersebut. Kurva kapasitas akanmemperlihatkan suatu kondisi linier sebelummencapai kondisi leleh dan selanjutnya berperilakunon-linier. Kurva
pushover
dipengaruhi oleh poladistribusi gaya lateral yang digunakan sebagai bebandorong.Tujuan analisa
pushover
adalah untuk memperkirakangaya maksimum dan deformasi yang terjadi sertauntuk memperoleh informasi bagian mana saja yangkritis. Selanjutnya dapat diidentifikasi bagian-bagianyang memerlukan perhatian khusus untuk pendetailanatau stabilitasnya. Cukup banyak studi menunjukkan bahwa analisa statik 
pushover
dapat memberikan hasilmencukupi (ketika dibandingkan dengan hasil analisadinamik nonlinier) untuk bangunan regular dan tidak tinggi.Analisa
pushover
dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan tahan gempa, asalkan menyesuaikandengan keterbatasan yang ada , yaitu :
 
Hasil analisa
pushover
masih berupa suatu pendekatan, karena bagaimanapun perilaku gempayang sebenarnya adalah bersifat bolak-balik melalui suatu siklus tertentu, sedangkan sifat pembebanan pada analisa
pushover
adalah statik monotonik.
 
Pemilihan pola beban lateral yang digunakandalam analisa adalah sangat penting.
 
Untuk membuat model analisa nonlinier akanlebih rumit dibanding model analisa linier. Modeltersebut harus memperhitungkan karakteristik inelastik beban-deformasi dari elemen-elemenyang penting dan efek P-
Δ
.
Tahapan Utama dalam Analisa Pushover 
Tahapan utama dalam analisa
pushover
adalah :1.
 
Menentukan titik kontrol untuk memonitor  besarnya perpindahan struktur. Rekaman besarnya perpindahan titik kontrol dan gaya geser dasar digunakan untuk menyusun kurva
pushover
.2.
 
Membuat kurva
pushover
dari berbagai poladistribusi gaya lateral yang ekivalen dengandistribusi gaya inertia, sehingga diharapkandeformasi yang terjadi hampir sama dengangempa sebenarnya. Karena gempa sifatnya tidak  pasti, perlu dibuat beberapa pola pembebananlateral.3.
 
Estimasi besarnya target perpindahan. Titik kontrol didorong sampai target tersebut, yaitusuatu perpindahan maksimum yang diakibatkanoleh intensitas gempa rencana yang ditentukan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->