Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 1

Bab 1

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by DeNick Meteora

More info:

Published by: DeNick Meteora on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

 
BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar belakang
Kebijakan desentralisasi merupakan suatu kebijakan untuk mewujudkankemandirian daerah. Kebijakan desentralisasi telah menjadi pilihan baik di Negaramaju maupun di Negara berkembang dalam menjalankan kebijakan ekonominya.Tidak terkecuali di Indonesia. Maksud dari desentralisasi di sini adalah pemisahanyang tegas di bidang keuangan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah(Brahmantio isdijoso dan Tri Wibowo, 2002:33).Kemandirian daerah berarti pemerintah harus mampu mengelola keuangannyasendiri sebab segala aktivitas daerah ( pemerintah daerah ) mayoritas terkait dengan pengelolaan, penerimaan, dan pengeluaran kas yang pada dasarnya tersaji dalamAnggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD). Kegiatan pengelolaan bermula pada tahun anggaran setelah anggaran di sahkan dengan perkiraan kebutuhan yanglebih di tekankan peneliti dalam hal anggaran yang di fungsikan untuk urusan wajib pemerintah daerah dalam bidang pendidikan.Untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik sangat di perlukan anggaran .Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan di laksanakan oleh pemerintahyang salah satunya meliputi rencana belanja daerah yang di ukur dalam satuan rupiahyang di susun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk suatu periode.Anggaran pemerintah merupakan dokumen formal tentang pendapatan dan belanjayang dapat di harapkan dapat menutupi kebutuhan belanja pada fungsi pendidikan didalam urusan wajib Pemerintah Daerah.1
 
Anggaran dalam suatu organisasi sangat penting karena dengan anggaran tersebutsegala program dan kegiatan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat berjalan dengan baik seperti pembangunan gedung- gedung sekolah yang sudah rusak atau tidak layak pakai. Anggaran dalam organisasi pemerintah merupakan instrumentAkuntabilitas atas pengelolaan dana public dan pelaksanaan program- program yangdi biayai dengan uang public (masyarakat). Maksudnya pemerintah mengelola dana public untuk kepentingan dan kesejahteraan public, maka semua kegiatan dan program yang di biayai oleh dana public harus dapat di pertanggungjawabkan kepada public.Anggaran yang di kelola pemerintah berasal dari penerimaan daerah yakniPendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang di peroleh daerah yang di pungut dari masyrakat yakni Pajak daerah, Retribusi, HasilPengelolaan Kekayaan Daerah yang di pisahkan dan lain – lain Pendapatan AsliDaerah Yang Sah. Selain itu terdapat juga penerimaan daerah berupa dana perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU), DanaAlokasi Khusus (DAK) , dan lain- lain pendapatan daerah yang sah . semua penerimaan daerah dengan tujuan di fungsikan untuk membiayai aktivitas dan program pemerintah yang ingin di laksanakan khususnya dalam melayanikepentingan public.Ruang lingkup pengelolaan keuangan daerah terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasankeuangan daerah. Keuangan daerah merupakan kekayaan daerah yang nilai denganuang. Di dalam peraturan terdapat pedoman penyusunan anggaran daerah dan belanja2
 
daerah. Dalam pengelolaan keuangan daerah pemerintah di tuntut harus mampumemberikan informasi yang akurat tentang arah dan tujuan penggunaan anggaranuntuk belanja daerah pada urusan wajib. Untuk itu pengelolaan keuangan daerahharus berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri no 13 tahun 2006. peraturantersebut memuat tentang pedoman penyusunan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah serta tata cara penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah, pelaksanaan tata usaha keuangan daerah dan penyusunan perhitungananggaran pendapatan dan belanja daerah. Dengan landasan inilah pemerintah daerahdi harapkan mampu mengelola dana belanja pada urusan wajib khususnya dalam bidang pendidikan sesuai dengan asas keuangan daerah yang tertib, transparan,efektif, efisien, ekonomis dan bertanggung jawab.Belanja Daerah adalah semua pengeluaran pemerintah pada suatu periodeanggaran . belanja daerah juga merupakan semua pengeluaran dari rekening kasdaerah yang mengurangi ekuitas dana yang merupakan kewajiban daerah dari tahunanggaran dan tidak akan di peroleh kembali pembayarannya kembali oleh daerah.Belanja daerah di pergunakan dalam rangka mendanai seluruh kegiatan dan program pemerintah daerah dalam hal ini peneliti mengangkat mengenai belanja dalam bidang pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peningkatan belanja daerahharus di sesuaikan dengan peningkatan pelayanan kepada masyrakat demi tercapainyakesejahteraan masyrakat.Klasifikasi belanja menurut fungsi di gunakan sebagai dasar untuk penyusunananggaran berbasis kinerja. Hal ini di maksudkan untuk memperoleh manfaat yangsebesar – besarnya dalam menggunakan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu,3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->