Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengembangan Silabus bahasa

Pengembangan Silabus bahasa

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 7,379|Likes:
Published by mfarkhan
This paper contains a practical guidance for language teacher to develop a syllabus for a language program. It includes a brief description of syllabus types and steps in developing syllabus including preparation, implementation, and evaluation.
This paper contains a practical guidance for language teacher to develop a syllabus for a language program. It includes a brief description of syllabus types and steps in developing syllabus including preparation, implementation, and evaluation.

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: mfarkhan on Mar 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
1
Pengembangan Silabus Bahasa
Muhammad Farkhan(muhammadfarkhan@gmail.com)
 Language syllabus can be defined as a general outline of language teaching program which guides a teacher what to teach and how to teach in a language program. It, of course, should consist of the approach to apply, materials to teach,the techniques to implement, learning resources to use, and the methods of evaluation apply. Therefore, it should be developed as completely as possible to provide the teacher with a good teaching guidance. Developing language syllabusinvolves three main stages: preparation, data collection and analysis, and finishing.Preparation refers to the understanding of philosophical and social factors. Datacollection and analysis refers to the activities of designing an instrument, collectingthe data using the designed instrument, and analyzing the collected data using the principle and theories adopted. Finishing refers to the establishment of syllabus asstipulated by the intended language program
.Pengembangan silabus bahasa merupakan salah satu aspek dari penyelenggaraanprogram bahasa, yang berhubungan dengan upaya-upaya penyediaan dan pengadaanpedoman atau panduan bagi guru untuk melaksanakan pengajaran dan pembelajaranbahasa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, supaya tujuan yang telah ditetapkandapat terwujud. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan oleh beberapa pihak, seperti gurubaik secara individual maupun kelompok, lembaga-lembaga penyelenggara programbahasa, atau pemerintah.Pengembangan silabus bahasa bukan merupakan kegiatan yang bersifat instan, yanglangsung jadi dalam waktu singkat, tetapi kegiatan yang membutuhkan suatu prosespanjang yang meliputi beberapa tahapan, seperti analisis terhadap silabus yang sedangdigunakan, analisis kebutuhan siswa, dan ujicoba silabus yang dihasilkan. Apa danbagaimana silabus bahasa dikembangkan akan dibahas secara mendalam pada makalahini.
A. Pengertian Silabus
Pemilihan dan pengurutan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswamenentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkansebelumnya. Kesalahan dalam pemilihan dan pengurutan materi pelajaran akan berakibatpada kegagalan pencapaian tujuan yang telah digariskan sebelumnya. Pemilihan danpengurutan materi pelajaran merupakan salah satu ciri dari suatu metode yang tercatatdalam suatu dokumen yang biasanya dinamakan dengan silabus. Silabus merupakanketerangan yang mendetail mengenai muatan dan filsafat kurikulum yang masih bersifat
 
2lebih umum agar dapat diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan belajar di dalam kelassehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan mudah. Ini menunjukkanbahwa silabus merupakan penjabaran dari apa yang telah ditetapkan dalam kurikulum,khususnya berkenaan dengan materi pelajaran yang harus diberikan kepada siswa. Silabusmerupakan bagian kecil dari keseluruhan program sekolah, sedangkan kurikulummerupakan seluruh program dan aktivitas sekolah yang meliputi apa yang akan dipelajarisiswa, bagaimana mempelajarinya, sistem evaluasi, dan berbagai fasilitas lainnya.
36
Berdasarkan pandangan itu, dapat dikatakan bahwa silabus merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari kurikulum. Silabus merupakan keterangan dan penjelasan yang lebihrinci dan operasional mengenai berbagai unsur pembelajaran yang dapat dijadikan sebagaipedoman untuk menerjemahkan dan mewujudkan apa yang terkandung dalam kurikulumke dalam bentuk langkah-langkah untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus sesuaidengan tingkatan siswa. Mengenai hal ini, Dubin dan Olshtain mengatakan “a
syllabus is amore detailed and operational statement of teaching and learning elements whichtranslates the philosophy of the curriculum into a series of planned steps leading towardsmore narrowly defined objectives at each level
.”
1
B. Pendekatan dalam Pengembangan Silabus Bahasa
Sebagai salah satu komponen metode, silabus bahasa memiliki perang yang relatif besar untuk menerjemahkan asumsi-asumsi yang mendasari suatu metode. Bagaimanaasumsi-asumsi tersebut dapat diterjemahkan dalam bentuk materi pelajaran dan kegiatanbelajar yang dapat memberikan kepada siswa pengalaman menggunakan bahasa sasaranbanyak ditentukan oleh silabus bahasa yang dipakai. Oleh karena itu, silabus bahasa harusdisusun sedemikian rupa sehingga dapat mencerminkan ciri dan karekterisktik metodenya.Apabila metode komunikatif yang akan digunakan, maka silabus bahasa yangdikembangkan adalah silabus bahasa komunikatif; atau jika metode yang digunakan adalahSituasional, maka silabus bahasa yang harus diterapkan adalah silabus bahasa situasional,bukan silabus bahasa lain. Dengan kata lain, silabus bahasa harus linear dengan metodeyang digunakan.Kesesuaian silabus bahasa dengan metode pengajaran dan pembelajaran bahasa dapatterwujud melalui suatu proses yang disebut dengan pengembangan silabus. Salah satuupaya pengembangan silabus yang dapat dilakukan adalah pemahaman terhadappendekatan yang mungkin dapat diterapkan. Secara umum pendekatan dalampengembangan silabus bahasa dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkansudut pandang yang berbeda, seperti berdasarkan bagaimana materi pelajaran dipilih dandiurut, waktu penyusunan; keterlibatan siswa dalam penyusunan silabus, dan berdasarkantujuan yang ingin dicapai.Berdasarkan bagaimana materi pelajaran dipilih dan diurut, terdapat dua pendekatan,yaitu
 sintetik dan anal 
itik. Pendekatan sintetik mengarah pada proses pemilihan danpengurutan materi pelajaran berdasarkan pandangan yang menganggap bahwa bahasa ituterdiri dari beberapa komponen yang dapat dipelajari secara terpisah, dan tahap demitahap. Wilkins mengatakan
 A synthetic language teaching strategy is one in which thedifferent parts of language are taught separately and step by step so that acquisition is a process of gradual accumulation of parts until the whole structure of language has been
1
Theodore S. Rodgers, “Syllabus Design, Curriculum Development, and PolicyDetermination,”
The Second Language Curriculum
, Ed. Robert Keith Johnson(Cambridge: CUP, 1989), h. 26.
 
3
built up.”
2
Dalam pandangan itu, kemampuan berbahasa dipandang sebagai akumulasipenguasaan seluruh komponen bahasa yang telah dipelajari seseorang secara bertahapyang biasanya terjadi pada tingkat akhir dari program bahasa yang diikuti siswa.Menguatkan pandangan tersebut, Yalden mengatakan “
The learner is exposed at any onetime only to a limited sample of the target language and the sample is carefully controlled by the teaching situation. The learner’s job is thusto resynthesize language that has beentaken apart and presented to him in a small pieces; this synthesis generally takes placeonly in final satages of learning, at the so called advanced level.”
3
Sesuai dengan dua pandangan di atas, pengembangan silabus bahasa harus dimulaidengan kajian yang mendalam terhadap seluruh komponen dan keterampilan berbahasa,sehinga dapat ditentukan komponen bahasa mana yang lebih sederhana, lebih kompleks,dan komponen mana yang menjadi prasyarat bagi komponen bahasa lainnya. Berdasarkanhasil kajian tersebut dapat ditentukan materi-materi pelajaran bahasa yang sesuai dengantingkat kemampuan siswa; dan pengorganisasian materi-materi terrsebut sesuai dengantingkat kesulitannya, dimana materi-materi pelajaran yang mudah dan sederhana diberikanlebih awal daripada materi-materi pelajaran yang lebih sulit dan kompleks. Adapun silabusbahasa yang dikembangkan berdasarkan pendekatan sintetik antara lain adalah silabusgramatikal, leksikal, dan silabus struktural lainnya.Berbeda dengan pandangan sintetik, pendekatan analitik lebih mengarah pada suatuproses pemilihan dan pengurutan materi pelajaran berdasarkan tujuan yang ingin dicapaidan kemampuan berbahasa yang dapat memenuhi tujuan tersebut. Bahasa tidak lagidipandang berdasarkan unsur-unsur linguistiknya secara terpisah, tetapi dilihat bagaimanabahasa itu digunakan untuk menyampaikan maksud dan tujuan seseorang kepada oranglain. Wilkins mengatakan “
 Anlytic syllabuses are organized in terms of the purposes for which people are learning language and the kinds of language performace that arenecessary to meet those purposes.”
4
Sesuai dengan pandangan tersebut, materi pelajarandalam silabus bahasa harus disusun berdasarkan tujuan-tujuan atau alasan untuk apaseseorang menggunakan bahasa. Secara tegas, Nunan mengatakan bahwa materi pelajaranharus dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan komunikatif untuk apa bahasa itudigunakan.
5
Menambahkan pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi, Yaldenmengingatkan agar dalam kegiatan belajar, bahasa harus selalu disajikan sesuai dengankonteks penggunaannya, sehingga makna atau tujuan komunikatif yang terkandung didalamnya dapat dipahami secara jelas, baik melalui bahasa lisan maupun tulis. “
 Analyticapproaches are based on the notion of a general competence in language, and as we haveseen are concerned with language as context-dependent 
.”
6
Berdasarkan beberapapendangan di atas, dapat dikatakan bahwa pendekatan atau strategi analitik cenderungmenghasilkan silabus bahasa komunikatif dengan berbagai variasinya; sedangkan strategisintetik cenderung melahirkan silabus bahasa struktural dengan berbagai variasinya.Selain berdasarkan sudut pandang bagaimana materi pelajaran diseleksi dandigradasi, silabus bahasa dapat juga dikembangkan berdasarkan waktu pelaksanaanya.Dalam hal ini, terdapat dua pendekatan atau strategi yang saling bertolak belakang, yaitupendekatan
 apriori
dan
 posteori
. Pendekatan apriori mengacu pada proses pengembangan
2
D.A. Wilkins,
 Notional Syllabuses
(London: Oxford University Press, 1976), h. 2.
3
Janice Yalden, The Communicative Syllabus: Evolution, design, & implementation(Oxford: Pergamon Press Ltd., 1983), h. 21.
4
Wilkins,
op. cit 
. h. 13.
5
David Nunan,
Syllabus Design
(Oxford: Oxford University Press, 1988), h. 28.
6
Yalden,
op. cit 
., h. 41.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Badiuz Salmiati liked this
Helty Asafri-jb liked this
Eko Barettzz liked this
Sutono Oke liked this
Nevi Insyira liked this
Hesty Wulandari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->