ABSTRAK(A)
BOMA BONDAN SUHARTO / 2000110063
(B)
Kritik Sosial Redaksi Berita Kota Mengenai Kinerja Pemerintah ProvinsiDKI Jakarta yang Dikemas dalam Karikatur
(C)
vi + 101 halaman ; 4 gambar ; 9 lampiran ; 2009
(D)
Kata Kunci :
Kritik Sosial; Karikatur; Semiotik.
Tujuan :
Untuk mengetahui kritik sosial redaktur Berita Kota terhadap kinerja PemerintahProvinsi DKI Jakarta yang dikemas dalam karikatur dengan caramengidentifikasi melalui tanda-tanda (gambar dan teks).
MetodePenelitian
: Semiotik dengan dua tahap signifikasi Roland Barthes. Tahappertama Denotasi, tahap kedua Konotasi dan Mitos.
Hasil Penelitian :
Berita Kota mencoba mengkritisi kinerja Pemprov DKI Jakarta. Apa yangdijanjikan saat kampanye Pilkada hanyalah sekedar janji. Masih banyak permasalahan di DKI Jakarta yang belum terselesaikan bahkan semakinparah.
Kesimpulan :
Berita Kota mengkritik kinerja Pemerintah ProvinsiDKI Jakarta yang belum mencapai tahap memuaskan. Bahkan terkesan jalan ditempat, karena belum terlihat perubahan berarti semenjak FauziBowo menjabat menjadi gubernur DKI Jakarta. Berita Kota mencobamenyuarakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Jakarta dari semualapisan dengan tujuan menjadikan Jakarta yang lebih baik.
Saran :
Kritik sosial dalam karikatur pada Berita Kota sebaiknya lebih ditingkatkan,karena karikatur merupakan produk jurnalistik yang mudah dipahami olehpembaca. Karikatur dalam penyajiannya dikemas secara jenaka,menghibur namun informatif, komunikatif dan situasional denganpengungkapan yang hangat dan aktual terhadap sebuah peristiwa. BeritaKota sebagai koran kota yang menjembatani kepentingan masyarakatdengan pemerintah, khususnya pemerintah provinsi DKI Jakartasebaiknya porsi tentang kinerjanya ditingkatkan, Dengan sudut pandangyang berbeda dan lebih tajam sesuai dengan idiologi Berita Kota. Meskikarikatur merupakan karya individu dari karturis, namun karikatur tetapmewakili ideologi Berita Kota. Redaksi juga perlu memberi pemahamanpada pembaca, bahwa rubrik karikatur ini merupakan kartun opini danberbeda dengan karikatur. Hal ini dimaksudkan penulis untuk memberiwawasan pembaca dan pemahaman. Sehingga pembaca dapat lebihmemahami kritik apa yang disampaikan redaksi dan ditujuan pada siapakritik tersebut
(E)
Buku
: 21, Sumber Lain : 2