Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jumlah Sampel Minimum

Jumlah Sampel Minimum

Ratings: (0)|Views: 466|Likes:
Published by Darmawan Soegandar

More info:

Published by: Darmawan Soegandar on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

 
Jumlah Sampel Minimum pada Structural Equation Model
1
JUMLAH SAMPEL MINIMUM?
DarmawanUniversitas Pendidikan Indonesiadarmawanmpa@windowslive.com 
Pendahuluan
Seorang kawan bertanya: “berapa sih
minimal sampling
yang dibutuhkan agar kita bisa runningStruktural Equation Model dengan mulus?”. Sebelum kita mulai pada pokok bahasan, kita harusmenyepakati dulu beberapa hal. Kalau sampling di maknai sebagai cara mengambil sampel maka kitaharus pahami dulu apa itu teknik pengambilan sampel? Teknik penarikan sampel (atau selanjutnya kitasebut teknik sampling), adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. Sehinggamudah kita pahami bahwa jika ukuran populasinya kecil maka kita akan mengambil sampel jenuh.Menurut Sugiono (2012:128)
i
Sampling jenuh adalah tehnik pengambilan sampling bila semua anggotapopulasi digunakan sebagai sampel, hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil yaitu kurang dari30 orang, atau penelitian ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lainnyaadalah sampel jenuh atau sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.Ada dua teknik pengambilan sampel yang umum dilakukan yaitu (1) Probability sampling dan (2)nonprobability sampling (Riduan dan Engkos, 2011: 40-41)
ii
. Probability sampling adalah teknik samplinguntuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggotasampel. Untuk kepentingan model analisis korelasi, regresi dan path analysis, probability sampling lebihrelevan untuk dipergunakan.Jika yang dimaksud dalam pertanyaan kawan saya tadi adalah “Berapa sih
minimal jumlah sampel
yangdibutuhkan agar kita bisa running Struktural Equation Model dengan mulus?” Maka berdasarkanpemaparan diatas setidaknya bisa kita ambil kesimpulan: Jika jumlah anggota populasi sedikit makaseluruh anggota populasi adalah jumlah sampelnya.
Pembahasan
Pertanyaannya kemudian, bagaimana jumlah sampel minimum untuk populasi yang belum ditentukan jumlahnya; atau sulit ditentukan jumlahnya; atau populasi dengan jumlah anggota yang besar?Berapakah jumlah minimum sampelnya? Ada beberapa teknik yang bisa dipergunakan:
 
Jumlah Sampel Minimum pada Structural Equation Model
2
Apabila jumlah populasi sudah diketahui dan syarat yang diajukan oleh peneliti hanya presisi makagunakanlah rumus Taro Yamame - Solvin (1967) berikut:
=
+1
 Dengan:n = jumlah sampelN = jumlah Populasid
2
= presisi (untuk penelitian sosial biasanya 0,1)Ini adalah pendekatan paling rutin dipergunakan. Tetapi pada SEM (structural equation model) secaraumum membutuhkan jumlah sampel yang relatif besar dibandingkan pendekatan multivariat lainnya(Joseph F. Hair Jr, at al., 2010: 661)
iii
. Secara sederhana Sekaran (2003) mengatakan bahwa analisis SEMmembutuhkan sampel paling sedikit 5 kali jumlah variabel indikator yang dipergunakan. Jika kitamemerlukan output tertentu dari SEM (AMOS-IBM ver.20) maka kita memerlukan jumlah sampeltertentu. Teknik maximum likehood estimation membutuhkan sampel sekitar 100-200 sampel. TeknikGeneralized Least Square Estimation (GLS) dapat digunakan pada sampel 200-500. Kedua teknik inimengaharuskan data dalam kondisi normal. Wijaya (2009:10)
iv
mengatakan, model yang menggunakansampel sangat besar (lebih dari 2500 sampel) disarankan menggunakan teknik
 Asymptotically Distribution Free Estimation
.Beberapa pendapat tersebut memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlahminimum sampel pada SEM. Padahal hasil peneilitian kita membutuhkan kredibilitas yang cukup(Singgih, 2012:77)
v
. Seperti kita lihat pada penjelasan sebelumnya SEM mensyaratkan data berdistribusinormal. Sehingga inilah yang kemudian menjadi penjelasan yang paling mudah untuk memahamikenapa sampel pada SEM harus besar. Karena logikanya jumlah sampel yang besar akan mengurangidampak ketidaknormalan sebuah distribusi data. Singgih berpendapat, Rasio yang umum digunakanuntuk setiap parameter adalah 15 sampel. Jadi jika dalam penelitian kita sebuah variabel di konstruksioleh 3 sifat (3 konstruk) yang masing-masing 4 indikator (yang berarti jumlah parameternya adalah 3 x 4= 12) maka jumlah sampel minimal adalah 15 x 12 = 180 sampel.Singgih juga berpendapat jika dalam model dengan jumlah variabel laten (konstruk) sampai 5 buah, dansetiap konstruk setidaknya dijelaskan oleh 3 atau lebih indikator maka jumlah 100-150 sampel dianggapcukup. Tetapi pada jika korelasi antara indikator tidak kuat (dibawah 0,6) jumlah sampel sebaiknyaditingkatkan sampai 300 sampel. Jika kita memiliki sebuah model yang sangat kompleks (lebih dari 6konstruk), maka disarankan sebaiknya jumlah sampel mencapai 500 sampel. Tetapi patut juga kitamaklumi bahwa tidak selamanya dan karena sifat dan keadaanya kita berhadapan dengan jumlahsampel yang sedikit. Karena biaya, waktu dan kemampuan peneliti tidak memungkinkan jumlah sampel
 
Jumlah Sampel Minimum pada Structural Equation Model
3
yang besar, atau karena jumlah populasi yang diteliti memang jumlahnya sedikit. Pada kasus seperti ini jumlah sampel 200 bisa ditolerir.Secara lebih mendalam Joseph F. Hair, Jr., at all., (2010: 661-662) mengatakan bahwa ada setidaknya 5pertimbangan yang dibutuhkan dalam menentukan jumlah sampel pada SEM. (1) normalitas multivariatdari data; (2) teknik estimasi; (3) kompleksitas model; (4)Jumlah dari data yang hilang; (5) rata-rata errorvariansi antar indikator. Perbedaannya pada penjelasan sebelumnya hanya pada teknik estimasi, Josephmengatakan bahwa jika sampel diatas 400 akan mengakibatkan fit model (goodness-of-fit) tidak begitubaik. Sehingga lebih disarankan penggunaan sampel pada selang 100-400.
Simpulan
Berdasarkan paparan sebelumnya, ada beberapa saran untuk menjawab: “Berapakah jumlah sampelminimum pada structural equation model?” Ada beberapa karakteristik model dan jumlah sampel yangdisarankan untuknya.1.
 
Jumlah sampel minimum 100: model memuat lima atau kurang konstruk, yang masing-masinglebih dari tiga indikator. Dengan catatan memiliki tingkat korelasi antar indikator (komunitalitas)yang tinggi (0,6 atau lebih).2.
 
Jumlah sampel minimum 150: model dengan tujuh atau kurang konstruk dengan tingkat korelasiantar indikator tak lebih dari 0,5.3.
 
Jumlah sampel minimum 300: model dengan tujuh atau kurang konstruk dengan tingkatkorelasi antar indikator kurang dari 0,45.4.
 
Jumlah sampel minimum 500: model dengan jumlah konstruk yang besar, dengan tingkatkorelasi antar indikator yang rendahTetapi, haruslah dipahami bahwa kualitas penelitian tidak semata-mata permasalahan jumlah sampel.Karena secara sederhana kita sama-sama paham bahwa jika jumlah sampel makin mendekati jumlahpopulasi, maka sampel akan makin menggambarkan-mewakili populasi. Terlebih sudah dijelaskansebelumnya bahwa karena sifat dan keadaannya jumlah sampel dan atau populasi hanya sedikit. Patutkita perjelas bahwa, kualitas penelitian kita lebih banyak dipengaruhi oleh kokohnya teori yang kitapergunakan dalam menentukan konstruk dan indikator.Semoga tulisan sederhana, yang walaupun hanya diniatkan untuk menjawab pertanyaan kawan ini, bisabermanfaat bagi saya dan siapapun yang berkenan mengambil manfaat.Salam hangat.-Darmawan-

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->