Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekosistem Mangrove Pik

Ekosistem Mangrove Pik

Ratings: (0)|Views: 10|Likes:
Ekosistem mangrove
Ekosistem mangrove

More info:

Published by: Muhammad Soffa Firdaus on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

 
EKOSISTEM MANGROVE
Hutan mangrove saat ini menjadi trend perbincangan, terutamasetelah bencana tsunami di akhir tahun 2004 menelan ratusan ribu korbandan kehancuran sebagian besar pesisir pantai. Namun demikian, padadaerah pantai yag memiliki hutan mangrove lebat dampak tsunami sangatminim atau tidak membahayakan, seperti yang dijumpai di pantai utara Nias,beberapa pesisir barat pantai Aceh Selatan, dan berbagai pesisir pantai Asiadan Afrika bagian TimurSebelumnya banyak yang menganggap hutan mangrove seperti lahanterlantar yang tidak bermanfaat. Oleh karenanya lebih baik dikonversimenjadi areal tambak, perkebunan (kelapa sawit), misalnya, yang jelashitungan keuntungannya. Praktek konversi mangrove yang umum dilakukanadalah menebang habis pepohonan mangrove sampai ke pinggir pantai.Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tambak yangdiusahakan dengan menebang habis hutan mangrove hanya produktiselama 3-4 tahun awal saja, setelahnya sudah tidak menguntungkansehingga kemudian areal tersebut ditinggalkan begitu saja. Dampak kondisiini adalah meningkatnya abrasi pantai, instrusi air laut dan berbagai dampaklainnya kerena pelindung alami pantai yang berupa tegakan hutan mangrovehilang. Kasus abrasi di pantai utara Jawa, pantai selatan Lampungmerupakan bukti nyatanya, dimana pantai hilang dengan lebar lebih dari 10m. Bisa dibayangkan luasnya pantai yang hilang atau pulau-pulau kecil,misalnya pulau Tapak Kuda di Langkat. Kondisi yang sama juga terjadi disebagian besar pantai Aceh dan Sumatera Utara. Hasil inventarisasimenunjukkan bahwa dalam kurun waktu 6 tahun, yakni dalam periode 1993– 1999, sekitar 97% hutan mangrove di Aceh dan 27% hutan mangrove diSumutera Utara hilang dan rusak.Lalu, pertanyaannya adalah pengelolaan hutan mangrove yangbagaimana yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan?
1
 
Sumberdaya mangrove yang berpotensi dimanfaatkan untukmeningkatkan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari dua tingkatan, yaitutingkat ekosistem mangrove secara keseluruhan dan tingkat komponenekosistem sebagai komponen biotik primer (
 primary biotic component 
).Sebelum membicarakan pemanfaatan secara lestari, akan terlebih dahuludigambarkan berbagai fungsi mangrove, lalu bentuk-bentuk pemanfaatan rildi lapangan apa adanya, kemudian baru bentuk pemanfaatannya yanglestari.Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam daerah tropika yangmempunyai manfaat ganda dengan pengaruh yang sangat luas ditinjau dariaspek sosial, ekonomis, dan ekologi. Besarnya peranan hutan atauekosistem mangrove bagi kehidupan, dapat diketahui dari banyaknya jenisflora dan fauna yang hidup di dalam ekosistem perairan dan daratan yangmembentuk ekosistem mangrove. Para ahli antara lain, Harger (1982),Hamilton & Snedaker (1984), Naamin (1990), Odum
et al
. (1982), danSnedaker (1978) sependapat bahwa hutan mangrove merupakan suatuekosistem yang unik, dengan berbagai macam fungsi, yaitu fungsi fisik,biologi, dan fungsi ekonomi atau produksi.
Fungsi Mangrove
Fungsi fisik 
Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil,melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut sertasebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasanlahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dangelombang dan angin kencang; mencegah intrusi garam (
salt intrution
) kearah darat; mengolah limbah organik, dan sebagainya.Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut,seperti tergambar dari hasil penelitian Pratikto
et al.
(2002) dan Instiyanto
et al.
(2003). Pratikto
et al
. (2002) melaporkan bahwa di Teluk Grajagan
2
 
Banyuwangi yang memiliki tinggi gelombang tersebut sebesar 1,09 m, danenergi gelombang sebesar 1493,33 Joule, maka ekosistem mangrove didaerah tersebut mampu mereduksi energi gelombang sampai 60%, sehinggakeberadaan hutan mangrove dapat memperkecil gelombang tsunami yangmenyerang daerah pantai.Istiyanto, Utomo dan Suranto (2003) menyimpulkan bahwa rumpunbakau (
Rhizophora
) memantulkan, meneruskan, dan menyerap energigelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombangtsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut. Hasil pengujian tersebutdapat digunakan dalam pertimbangan awal bagi perencanaan penanamanhutan mangrove bagi peredaman penjalaran gelombang tsunami di pantai.Pasca tsunami 26 Desember 2004 yang melanda Asia dengan pusat dipantai barat Aceh terdapat fakta bahwa hutan mangrove yang kompakmampu melindungi pantai dari kerusakan akibat tsunami (Istiyanto
et al
.,2003, Pratikto
et al.
2002, Dahdouh-Guebas, 2005, Onrizal, 2005, Sharma,2005). Demikian juga hal sama dijumpai pada kawasan pantai dengan hutanpantai yang baik mampu meredam dampak kerusakan tsunami (WIIP, 2005)Vegetasi mangrove juga dapat menyerap dan mengurangipencemaran (polutan). Jaringan anatomi tumbuhan mangrove mampumenyerap bahan polutan, misalnya seperti jenis
Rhizophora mucronata
dapat menyerap 300 ppm Mn, 20 ppm Zn, 15 ppm Cu (Darmiyati
et al.
,1995), dan pada daun
 Avicennia marina
terdapat akumulasi Pb ³ 15 ppm, Cd³ 0,5 ppm, Ni ³ 2,4 ppm (Saepulloh, 1995). Selain itu, hutan mangrovedapat mengendalikan intrusi air laut sebagaimana yang dilaporkan Hilmi(1998), yakni percepatan intrusi air laut di pantai Jakarta meningkat dari 1km pada hutan mangrove selebar 0,75 km menjadi 4,24 km pada areal tidakberhutan.
Fungsi biologis
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->