Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asbab Al-Nuzul (Kontekstualisasi Al-Maidah 87) - PDF

Asbab Al-Nuzul (Kontekstualisasi Al-Maidah 87) - PDF

Ratings: (0)|Views: 86 |Likes:
Published by RulHas SulTra

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: RulHas SulTra on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

 
 
 Asbab al-Nuzul 
KAJIAN KONTEKSTUALISASI;
* Al-Mâidah Ayat 87 *
Dosen Pembimbing :
Dr. Ahmad Khusnul Hakim, MA
Hasrul
 
INSTITUT PERGURUAN
 
TINGGI ILMU AL-QURAN JAKARTA
 
FAKULTAS USHULUDDIN TAFSIR HADISTAHUN AKADEMIK 2012-2013
 
 
Kajian Kontekstualisasi Ayat al-Quran
|
 Asbab al-Nuzul 
2
Oleh : Hasrul
 – 
NPM : 10.31.0264
 
ASBAB AL-NUZUL;
Kajian Kontekstualisasi* Al-Mâidah : 87 *
 Fakultas Ushuluddin Semester 
VI  
 
INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURAN
 JAKARTA SELATAN
2012-2013
 
 
 
Kajian Kontekstualisasi Ayat al-Quran
|
 Asbab al-Nuzul 
3
Oleh : Hasrul
 – 
NPM : 10.31.0264
 
BAB IPENDAHULUAN
Para penyelidik ilmu-ilmu al-Quran menaruh perhatian besar terhadap pengetahuanasbab al-nuzul (alasan pewahyuan) karena memiliki peranan penting dalam memahami pesanal-Quran sebagai suatu kesatuan. Pesan-pesan al-Quran tidak dapat dipahami secara utuh jika hanya memahami bahasanya saja tanpa memahami konteks historisnya. Al-Quran harusdicernah dalam konteks perjuangan Nabi dan latar belakang perjuangannya. Oleh sebab itu,hampir semua literatur yang berkenaan dengan al-Quran menekankan pentingnya asbabal-nuzul.
1
Terkait hal ini, sejumlah ulama seperti Imam al-Wahidi, Ibnu Daqiqil I
ed dan IbnuTaimiyyah menghasilkan kesimpulan bahwa syarat utama memahami kandungan al-Quranialah dengan mengetahui asbab al-nuzul.
2
 Pemahaman asbab nuzul dari keterangan di atas menunjukkan pentingnnya dalammenafsirkan al-Quran. Upaya sebuah penafsiran sangat dipengaruhi oleh ruang lingkupwaktu dan tempat. Oleh karena itu, kegiatan menafsirkan seyogyanya terus dihidupkan sesuaidengan suasana dan keadaan. Pada sisi ini, pemahaman atas asbab nuzul sangat diperlukanuntuk dapat mengidentifikasi hakikat turunnya ayat agar dapat diterapkan dalam dinamikakehidupan sekarang. Pesan-pesan al-Quran yang dipahami akan senantiasa berlaku dalamsetiap suasana dan keadaan, pada tataran praktiknya banyak kesalahpahaman. Hal ini terjadikarena masih memandang al-Quran dan Tafsir secara absolut. Al-Quran adalah kalamullahyang tidak mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Adapun yang mengalami perubahan hanyalah pemahaman atas teks sesuai dengan konteksnya.Sehubungan term di atas, dalam dunia kontemporer muncullah upaya kontekstualisasiterhadap ayat-ayat al-Quran. Upaya ini berusaha memahami ayat-ayat al-Quran danmengeluarkan hukumnya berdasarkan kondisi kekinian. Kegiatan ini banyak disambut secara positif oleh kalangan modernis, namun banyak juga yang menolaknya. Kaum modernis beranggapan bahwa saat ini banyak konservatisme agama yang mulai ditinggalkan karenadesakan perkembangan zaman yang tidak dapat dielakkan lagi. Terlepas dari pertentangantersebut, permasalahannya bukanlah pada kegiatannya karena merupakan bagian dari upaya penafsiran. Titik permasalahnnya hanyalah pada langkah dan cara kontekstualisasinya.Upaya kontekstualisasi diharapkan dapat memberikan solusi terhadap problematikakehidupan. Dinamika modern yang ditandai dengan kemajuan dalam berbagai bidangmemunculkan banyak problem baru yang membutuhkan pemecahan secara hukum. Dinamikaini tidak dapat dihindari dan menjadi tugas kita untuk menyelesaikannya agar eksistensi Islamtidak tenggelam terbawa arus zaman. Atas landasan ini, makalah ini kami susun dengan beberapa kontektualisasi ayat yang terlebih dahulu menelaah dan memahami kajian historisturunnya ayat tersebut. Hal ini senada dengan ugkapan Ahmad Khusnul Hakim, salah satu pakar tafsir IPTIQ Jakarta bahwa
“hari ini, upaya kontekstualisasi banyak dilakukan tetapimelupakan konteks ayatnya sendiri ketika diturunkan”
. Fokus kajian dalam makalah iniialah, Q.S. al-Maidah ayat 78 dan Q.S. al-Nur ayat 26.
 
1
Rosihon Anwar,
Ulum al-Quran
(Bandung : CV Pustaka Setia, 2010), Cet. II, Hal. 59
2
Jalaluddin al-Suyuti,
Samudera Ulum al-Quran
 
“Terjemahan
dari judul asli al-Itqan fi Ulumal-
Quran” (Surabaya : PT Bina Ilmu, 2006), Cet. I, Hal. 155
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->