Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
44Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perilaku Ekonomi Rumahtangga Nelayan Tradisional

Perilaku Ekonomi Rumahtangga Nelayan Tradisional

Ratings:

3.5

(4)
|Views: 3,041 |Likes:
Published by Yuhka
Paper ini menyajikan kerangka kerja untuk menjelaskan ekonomi nelayan yang subsisten.
Paper ini menyajikan kerangka kerja untuk menjelaskan ekonomi nelayan yang subsisten.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yuhka on Mar 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2014

pdf

text

original

 
PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGANELAYAN TRADISIONAL
Yuhka Sundaya
Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung
Dalam proses penerbitan (in press) pada Performance Economic Journals
Abstract 
.
Thepaper aim to build traditional fishermens household framework. Its expandedfrom basic model, called bioeconomic equilibrium or popularly called conventional fisheriesmanagement. However, the basic model is a general framework with certain assumption. So,economistscould relaxing some assumption, if related fact under studydifferent with itsassumption. In this paper, i was replicated fishermens household. Generaly, they have any jobboth in fisheries activity and off-fish, like produced fickle fish. Its was done by fishermen couples.That is i called traditional fishermens. In this paper i analysis production and consumptionbehaviour of fishermens household. There are specific explanation about how they determinedto participated both in fisheries and off-fishingactivity. In the basic model its question do notexplained explicitly.
 
1
PERILAKU EKONOMIRUMAHTANGGA NELAYAN SUBSISTENYuhka Sundaya
Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung
Abstract
. The paper aim to build traditional fishermens household framework. Its expanded from basic model, called bioeconomic equilibrium or popularly called conventional fisheriesmanagement. However, the basic model is a general framework with certain assumption. So,economists could relaxing some assumption, if related fact under study different with itsassumption. In this paper, i was replicated fishermens household. Generaly, they have any job bothin fisheries activity and off-fish, like produced fickle fish. Its was done by fishermen couples. Thatis i called traditional fishermens. In this paper i analysis production and consumption behaviour of fishermens household. There are specific explanation about how they determined to participated both in fisheries and off-fishing activity. In the basic model its question do not explainedexplicitly.
Key words
:conventional fisheries management, traditional fishermens household behaviour.
1.Pendahuluan
Teori manajemen perikanan konvensional merupakan kerangka kerja yangmembantu ahli ekonomi dalam menjelaskan kegiatan ekonomi perikanan yang sifatnyageneral. Penjelasannya mencakup keseimbangan antara aspek ekonomi dan aspek biologi.Karena itu, teori tersebut dikenal juga dengan keseimbanganbioekonomi sumber daya perikanan. Sifatnya cenderung normatif. Teori tersebut menyajikan kerangka kerja untuk menggagas bentuk kebijakan dalam mengantisipasi terjadinya
overfishing
. Terdapat duaalternatif kebijakan ekonomi sebagai turunannya : kebijakan langsung dan tidak langsung.Kebijakan langsung mencakup regulasi untuk membatasi jumlah penangkapan ikan(kuota penangkapan ikan). Sedangkan kebijakan tidak langsung mencakup introduksikebijakan fiskal : perpajakan dan subsidi. Lebih dari itu, teori tersebutdapatmengidentifikasi besarnya potensi lestari sumber daya ikan dalamdua rezim pengelolaan : terkendali dan akses terbuka (
open access
).Secara melekat muncul juga informasi mengenai tingkat upaya perikanan yangoptimal. Kebijakan terbaik pertama untuk menciptakan manajemen perikanan yang lestari berdasarkan teori ini adalah perikanan harus diatur melalui pengendalian penuh ataudiregulasi penuh oleh pemerintah. Akses terbuka terhadap sumber daya perikanan bukanrekomendasi terbaik dalam teori tersebut, karena rezim itudiprediksi akan menciptakankondisi dimana nelayan tidak memperoleh rente ekonomi, dan tingkat pertumbuhan stok  biomassa ikan berada dalam kondisi yang menurun. Dengan demikian pra kondisi untuk menciptakan perikanan yang berkelanjutan adalah menggeser sifat akses terbuka menjaditerkendali.Teori ini terus dikembangkan, hingga bisa memenuhi sifat dinamis perikanan(lihat Clark (1991) dan Hanley et al., (1987)).Mengamatibeberapa pemikiran yang dituangkan dalam artikel jurnal terpilih,teori tersebut menerima kritik yang cukup berarti. Misalnyadari Wiyono (2006),Staples et al.,(2004) dan Berkes (2003). Wiyono (2006) menangkapadanyakelemahandalam model ekonomi perikanan konvensional yang menyebabkan kesalahan praktek  pengelolaan sumber daya ikan. Salah satunya, manajemen perikanan konvensionalhanyaterfokus pada
stock assessment model
yang menafikkan aspek sosial. Mengutip dari
 
2Hilborn (1985), iamengungkapkanjugabahwa krisis perikanan
cod 
dan
salmon
diCanada pada tahun 1980an sebenarnya bukanlah karena ketidak mampuan model dalammemperediksi ekologi semata,tapi karena dinafikkannya aspek perilakunelayan inidalam pengelolaan sumberdaya ikan.Menurut Staples et al.,(2004) teori tersebut tidak cukup untuk memahami pembangunan berkelanjutan perikanan skala kecil. Berkes(2003) memandang bahwa teori tersebut tidak bekerja dengan baik. Dalam papernya iamembangun alternatif pemikiran dan konsep untuk mengembangkan perikanan skalakecil.Kritik tersebut memang relevan. Bagaimanapun sebuah teori merupakan abstraksidari sebuah fenomena yang didasarkan pada asumsi tertentu. Dengan demikian penjelasanyang muncul dari teori tersebut tanpa merelaksasi asumsinya, tentu saja akanmenghasilkan simpulan deduktif yang belum tentu cocok dengan obyek perikanan yangsedang dikaji. Bagaimanapun asumsi yang mendasarinya perlu ditimbang secara bijak denganfaktanya. Semakin banyak asumsi yang tidak cocok dengan fakta,penjelasannyaakan meleset, dan bila diterapkan dalam pekerjaan praktis akan menciptakan kebijakanyang tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, kritikterhadap teori tersebut tidak perlu dilebih-lebihkan.Indonesia sebagai negara maritim memiliki sumber daya laut yang cukup luas.Luas perairan laut Indonesia diperkirakan sebesar5.8 juta km
2
dengan garis pantaiterpanjang di dunia sebesar 81 ribu km dan gugusan pulau-pulau sebanyak 17 508,memiliki potensi ikan yang diperkirakan sebanyak 6.26 juta ton pertahun yang dapatdikelola secara lestari dengan rincian sebanyak 4.4 juta ton dapat ditangkap di perairanIndonesia dan 1.86 juta ton dapat diperoleh dari perairan ZEEI.Armada penangkapanikan yang beroperasi di perairan Indonesia, terutama pada perairan pantai masihdidominasi (85%) oleh armada penangkapan yangrelatif kecil atau tradisional.
1
Karenaitu, asumsi yang melekat dalam teori manajemen perikanan konvensionalbelumtentuterpenuhi oleh karakteristik perikanan skala kecil tersebut.Paper ini coba menginduksi, meski tidak seluruhnya, karakteristik ekonominelayan tradisionalyang mendominasi kegiatan perikanan di Indonesia. Tujuannya adalahmenjelaskan perilaku ekonomi rumahtangga nelayan tradisional di Indonesia. Nelayanmemang banyak ragamnya. Disini fokus pembahasannya adalah pada nelayan tradisionalyang sifatnya subsisten. Pada dasarnya nelayan tipe ini merupakan tipe nelayan semikomersil. Dimana mereka tidak menjual seluruh hasil tangkapan ikannya. Sebagian hasiltangkapannya mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumahtangganya.Kemudian diantara anggota rumahtangganyaterdapat pembagian kerja.Tipenelayanseperti ini dipilih menjadi pembahasan dalam paper ini. Penjelasannya mencakup caramereka mengalokasikan sumber daya rumahtangga untukkegiatan ekonomi mereka.Bagian kedua dari paper ini menyajikan model dasar mengenai manajemen perikanankonvensional. Sebetulnya, materi tersebut dapat dibaca pada beberapa bukuteks ekonomi sumber daya dan lingkungan. Akan tetapi, disini sintesanya dimunculkanuntuk menampilkan bagaimana teori tersebut direlaksasi yang memenuhi karakteristik nelayan yang dikaji. Kemudian pada bagian ketiga disajikan penjelasanmengenai perilaku rumahtangga nelayan dalam aspek konsumsi dan produksi.Pada bagian ini, penjelasan isu perikanan yang dibahas pada bagian kedua tetap dipertahankan, dan
1
www.dkp.go.id/Info Aktual: Industri Perikanan/03/03/05

Activity (44)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yuhka Sundaya liked this
Wawan Supriatna liked this
Kacong Duro liked this
Nendi Widiyanto liked this
Kakak liked this
Dimas Surya MW liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->