Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGAN TEKNIK SCRAMBLED GROUPS PADA STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI SIFAT DASAR SINYAL AUDIO DI SMK NEGERI 3 SURABAYA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGAN TEKNIK SCRAMBLED GROUPS PADA STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI SIFAT DASAR SINYAL AUDIO DI SMK NEGERI 3 SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 251|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : . Hardiyanti, Agus Santosa,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : . Hardiyanti, Agus Santosa,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Apr 17, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif dengan Teknik 
Scrambled Groups
 483
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGAN TEKNIK
SCRAMBLED GROUPS
PADA STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI SIFAT DASAR SINYALAUDIO DI SMK NEGERI 3 SURABAYAFitri Hardianti, Agus Budi Santosa
S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya,Email:fitrihardianti_28@yahoo.co.id 
 
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan perangkat pembelajaranmodel kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
, respon siswa, serta mengetahui hasil belajar siswaterhadap perangkat pembelajaran pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio di SMKNegeri 3 Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4-D (
Four- D Model
) yang terdiri dari 4 tahap pengembangan. Pada penelitian ini peneliti hanya menggunakan tigatahapan pengembangan yaitu tahap Pendefinisian (
 Define
), Perancangan (
 Design
), dan Pengembangan(
 Develop
) dengan menggunakan rancangan penelitian
Quasi Eksperimental
. Dalam penelitian inimenggunakan dua kelas yaitu X TAV 1 sebagai kelas eksperimen dan X TAV 2 sebagai kelas kontrol.Pada kedua kelas diberi
 posttest 
untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka pada penelitian ini menggunakan teknik analisis menggunakanuji-t.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa perangkat pembelajaran yangdikembangkan peneliti memiliki rata-rata rating sebesar 90,46% dan dikategorikan sangat baik atausangat layak digunakan, respon siswa terhadap pembelajaran secara keseluruhan adalah positif atausangat setuju dan termasuk dalam kategori respon sangat baik dengan rata-rata rating respon siswasebesar 85,78%, dan hasil belajar siswa yang dilakukan selama proses pembelajaran memiliki rata-ratakelas eksperimen 77,26 dan kelas kontrol 69,05. Pada uji-t diperoleh t
hitung
= 3,39 dan t
tabel
= 1,67sehingga jelas terdapat pada daerah penolakan H
0
karena t
hitung
> t
tabel
. Berdasarkan hasil penelitian di atasmaka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajarankonvensional.
Kata Kunci:
Model Pembelajaran Konvensional, Perangkat Pembelajaran, Model Kooperatif denganTeknik 
Scrambled Groups
, Respon Siswa, Hasil Belajar.
Abstract
Research is aimed to know the feasibility of the development of learning device cooperative modelwith scrambled groups technique, student’s responses, and knowing student’s study result on a learningdevice on the standard competency in understanding the basic nature of audio signal in SMKN 3Surabaya.The type of the research is developing the used of Four-D Model it consists of 4 developing stages.In this study the researcher used 3 developing stages those were Define, Design, and Develop by usingQuasi Experimental research design. Two classes were used as an experimental classses X TAV 1 and XTAV 2 as a control classes. The post test were given to both of the classes to find out the student’s studyresult after the treatment that are being given. The researcher used uji-t technique analysis to abtain thedata.The result of the study showing that the learning device developed by the researcher had anaverage rating 90,46 % it categorized very good or creditable to use, student’s responses to this researchwere positive or very agree and included in the category of a response very good with student’s respons isabout 85,78 %, student’s study result during the learning process having an average in experimentalclasses is 77,26 and in control classes 69,05. In uji-t obtain t
calc
= 3.39 and t
table
= 1,67. It is cleared that H
0
 is in rejection area because t
calc
> t
table.
Based on the research above it can be concluded that student’sstudy result which used cooperative model with scrambled groups technique is higher that student’s studyresult which used conventional learning model.
Keywords
: Conventional Learning Model, Learning Device, Cooperative Model with Scrambled GroupsTechnique, Student’s Responses, The Results of Study.
 
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, Volume 02 Nomor 02 Tahun 2013, 483 – 491484
PENDAHULUAN
Pada hakikatnya belajar adalah perubahan yangterjadi pada diri seseorang setelah melakukan aktivitastertentu. Walaupun pada kenyataannya tidak semuaperubahan termasuk kategori belajar. Seseorangdikatakan belajar bila pikiran dan perasaannya aktif.Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran dan perasaansiswa, yang dapat diamati guru ialah kegiatan siswasebagai akibat adanya aktivitas pikiran dan perasaan padadiri siswa yang berupa kegiatan bertanya, menjawabpertanyaan, menanggapi, melakukan diskusi,memecahkan soal, mengamati sesuatu, melaporkan hasilpengamatan, dan sebagainya.Arend dan para pakar pembelajaran dalam Nur(2011:11) berpendapat bahwa tidak ada satu modelpengajaran yang lebih baik daripada model pengajaranyang lain. Guru perlu menguasai dan dapat menerapkanberbagai model pengajaran, agar dapat mencapai tujuanpembelajaran yang sangat beraneka ragam danlingkungan belajar yang menjadi ciri sekolah dewasa ini.Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah di SMK Negeri 3 Surabaya khususnya yaitu padasalah satu guru mata diklat program keahlian teknik audio video bahwa dalam pembelajaran masihmenggunakan model pembelajaran konvensional. Hal inimenyebabkan pembelajaran lebih berpusat pada gurusehingga siswa cenderung pasif. Pembelajaran denganmodel konvensional juga cenderung monoton danmembosankan.Selain itu, dari hasil pengamatan yang dilakukanpeneliti saat melakukan kegiatan PPL II didapat kondisiserupa yaitu pada model pembelajaran konvensionalsiswa cenderung pasif. Pada model ini siswa hanyamenunggu perintah dari guru untuk melakukan sesuatu.Bahkan ketika guru melontarkan pertanyaan, siswakebanyakan cenderung diam. Dalam hal ini keaktifansiswa sangatlah kurang. Suasana pembelajaran seperti initerkesan membosankan yang pada akhirnya membuatsiswa jenuh. Siswa yang setiap hari harus menghadapibeberapa mata diklat sekaligus, ditambah dengan jampelajaran yang banyak dengan menggunakan metodeyang sama yaitu ceramah. Selain itu, saat siswa tidak ikutterlibat secara langsung dalam suatu pembelajaran siswamenjadi kurang fokus, bosan bahkan mengantuk saat jampelajaran.Meskipun terdapat kekurangan pada modelpembelajaran konvensional pada kenyataannya guru lebihsuka menerapkan model tersebut, guru hanya cukupmenjelaskan konsep-konsep yang terdapat pada materimata diklat. Pada kondisi seperti ini, guru dituntut untuk lebih kreatif dan aktif agar dapat menarik perhatian danminat siswa sehingga proses belajar mengajar dapatberjalan dengan maksimal.Model pembelajaran yang dapat dijadikanalternatif dalam memecahkan masalah tersebut adalahmenggunakan model pembelajaran kooperatif.Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajaryang mengkondisikan siswa belajar, bekerja sama danaktif berinteraksi dalam kelompok-kelompok kecil.Dalam proses pembelajaran kooperatif setiap siswamemiliki tanggung jawab individu dan tanggung jawabkelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas yangdiberikan kepada tiap kelompok, sehingga tidak terjadidominasi oleh salah seorang anggota kelompok dantercipta kerja sama dan saling menghargai antar anggotakelompok. Salah satu teknik dalam pembelajarankooperatif, yaitu model pembelajaran kooperatif denganteknik 
scrambled groups.
Pada skripsi ini, peneliti menggunakanpengembangan perangkat pembelajaran model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
. Teknik 
scrambled groups
atau sering disebut dengan kelompok acak merupakan teknik yang dikembangkan dalampembelajaran sebagai variasi dari model pembelajarankooperatif. Dengan menggunakan teknik ini siswadituntut aktif, dapat bekerja sama, memiliki rasatanggung jawab yang tinggi. Selain itu mempunyaikesempatan yang sama untuk mendengar dan membahaskontribusi orang lain serta akan lebih termotivasi dalamproses pembelajaran dengan harapan prestasi belajarsiswa akan meningkat.Penelitian dengan menggunakan teknik 
scrambled groups
pernah dilakukan oleh Siti Wahyuningsih padatahun 2009 mahasiswa UNY dengan judul “
PeningkatanKualitas Pembelajaran Melalui Penerapan MetodeCooperative Learning Teknik Kelompok Acak (Scrambled Groups) Pada Mata Pelajaran Sosiologi Di SMA N 1Pleret”
. Penelitian lainnya yaitu dilakukan oleh IisWidayanti pada tahun 2011 mahasiswa UPI Bandungdengan judul “
Penerapan Model PembelajaranKooperatif Tipe Scramble untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasidan Komunikasi”.
Pada penelitian ini rerata hasil belajarsiswa yang dalam pembelajarannya menggunakan modelkooperatif tipe
scramble
lebih baik dibandingkan denganrerata hasil belajar siswa menggunakan modelkonvensional. Dari penelitian yang terdahulu dapatdisimpulkan bahwa penerapan teknik 
scrambled 
dapatmeningkatkan hasil belajar siswa.
 
Maka dari itu pada penelitian ini penelitimengambil judul “ Pengembangan PerangkatPembelajaran Model Kooperatif dengan Teknik 
Scrambled Groups
pada Standar Kompetensi MemahamiSifat Dasar Sinyal Audio di SMK Negeri 3 Surabaya”.Berdasarkan permasalahan di atas, dirumuskanmasalah penelitian sebagai berikut: (1) Apakah perangkatpembelajaran yang dikembangkan menggunakan modelkooperatif dengan teknik 
scrambled groups layak atauvalid digunakan
pada standar kompetensi memahamisifat dasar sinyal audio?, (2) Bagaimana respon siswaterhadap pembelajaran yang menggunakan modelkooperatif dengan teknik 
scrambled groups
?, (3) Apakahhasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
lebih tinggi dari padahasil belajar siswa yang menggunakan modelpembelajaran konvensional?.Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: (1)Untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaranyang dikembangkan menggunakan model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
layak atau validdigunakan pada standar kompetensi memahami sifat
 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif dengan Teknik 
Scrambled Groups
 485dasar sinyal audio, (2) Untuk mengetahui respon siswapembelajaran yang menggunakan model kooperatif dengan teknik 
scrambled group,
(3) Untuk mengetahuiapakah hasil belajar siswa yang menggunakan modelkooperatif dengan teknik 
scrambled groups
lebih tinggidari pada hasil belajar siswa yang menggunakan modelpembelajaran konvensional.Teknik 
scrambled groups
atau sering disebutdengan kelompok acak merupakan teknik yangdikembangkan dalam pembelajaran sebagai variasi darimodel pembelajaran kooperatif. Dengan menggunakanteknik ini siswa dituntut aktif, dapat bekerja sama,memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itumempunyai kesempatan yang sama untuk mendengar danmembahas kontribusi orang lain serta akan lebihtermotivasi dalam proses pembelajaran dengan harapanprestasi belajar siswa akan meningkat.Dalam Ginnis (2008:168) menjelaskan bahwalangkah-langkah dalam
scrambled groups
ini meliputidua tahap. Tahap satu kelas dibagi dalam kelompok dengan anggota 4-6 orang. Tiap kelompok diberi suatutopik untuk dijadikan bahan diskusi yang sebelumnyaguru memberikan petunjuk, hasil yang di inginkan dan
deadline
untuk mendiskusikan topik itu. Dan diakhirtahap kesatu guru memberikan kartu kepada setiap siswa.Kartu sejumlah orang yang ada dalam kelompok itusemisal kartu A-F untuk masing-masing kelompok. Kartuinilah yang akan menentukan kelompok mana yang akandituju setiap siswa. Pada awal tahap dua, kelompok dicampur. Semua A membuat satu kelompok, semua Bmembuat satu kelompok dan seterusnya. Ini berartibahwa tiap kelompok baru memiliki semua anggota darisemua anggota kelompok asli. Dalam kelompok baru inisiswa bergantian melaporkan diskusi kelompok. Semuaorang harus mencatat yang disampaikan temansekelompoknya. Setelah semua laporan selesai di dengarkelompok mengadakan diskusi akhir yang dirancanguntuk memastikan bahwa setiap orang memahamiseluruh materi. Dan diakhir proses tiap orang dalam kelasseharusnya dapat menyimpulkan semua rangkaian teoriatau informasi. Dan untuk mengecek pemahaman siswaguru mengadakan tes. Dan bagi kelompok yang rata-ratanilai hasil tes dari setiap anggota kelompoknyamemperoleh skor paling tinggi akan mendapatkanpenghargaan atau hadiah dari guru.Model pembelajaran konvensional adalah modelpembelajaran yang biasa atau sering digunakan oleh gurudalam kegiatan belajar mengajar. Model pembelajarankonvensional sering disebut dengan model pembelajaranklasikal. Metode yang digunakan dalam modelpembelajaran konvensional adalah metode ceramah,tanya jawab dan pemberian tugas. Karena menggunakanmodel tersebut maka siswa kurang terlihat aktif dalamproses belajar. Menurut Soekartawi (1995:63), metodeceramah cenderung membuat siswa pasif, minat,semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaransangat tergantung pada kemampuan guru dalammenyampaikan materi atau ceramahnya.Menurut Ibrahim dalam Trianto (2008:121),mengemukakan bahwa perangkat yang dipergunakandalam proses pembelajaran disebut dengan perangkatpembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukandalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa:silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau TesHasil Belajar (THB), media pembelajaran serta buku ajarsiswa.Tujuan pengajaran adalah hasil belajar yangdiharapkan dari siswa setelah melalui kegiatan belajartertentu. Menurut Hamalik (2004:155), hasil belajartampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku padadiri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan sikap dan keterampilan. SedangkanWinataputra (1994:177) menyebutkan bahwa hasilbelajar ini tidak saja merupakan sesuatu yang sifatnyakualitas yang harus dimiliki siswa dalam jangka waktutertentu tapi dapat juga bersifat proses atau cara yangharus dikuasai siswa sepanjang kegiatan belajar tertentu.Hasil belajar tersebut dapat berbentuk suatu produk seperti pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu tapidapat juga berbentuk kemampuan yang harus dimilikisiswa dalam mengolah produk tertentu. Pengertian hasilbelajar tidak dapat dipisahkan dari apa yang terjadi dalamkegiatan belajar baik di kelas, di sekolah maupun di luarsekolah.Dalam penelitian ini, hipotesis dari peneliti adalahhasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
lebih tinggi dari padahasil belajar siswa yang menggunakan modelpembelajaran konvensional.
METODE
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitianpengembangan. Penelitian pengembangan pada penelitianini menggunakan model 4-D (
Four-D Model
). Penelitianyang disajikan ini merupakan penelitian pengembanganperangkat pembelajaran model kooperatif dengan teknik 
scrambled groups
pada standar kompetensi memahamisifat dasar sinyal audio di SMK Negeri 3 Surabaya.Menurut Thiagarajan dalam Trianto (2008:102),menyebutkan bahwa model 4-D terdiri dari 4 tahappengembangan yaitu Pendefinisian (
 Define
), Perancangan(
 Design
), Pengembangan (
 Develop
), dan Penyebaran(
 Disseminate
). Pada penelitian ini peneliti hanyamenggunakan tiga tahapan yaitu tahap Pendefinisian(
 Define
), Perancangan (
 Design
), dan Pengembangan(
 Develop
)Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XTAV di SMK Negeri 3 Surabaya. Pada penelitian inikelas X TAV 1 sebagai kelompok eksperimen dan XTAV 2 sebagai kelompok kontrol.Tahapan-tahapan dalam penelitian ini merupakanhasil modifikasi dari tahapan yang dijelaskan olehTrianto (2008). Pada penelitian ini tahapan yangdilaksanakan dalam penelitian hanya menggunakan 3tahap yaitu: Pendefinisian (
 Define
), Perancangan(
 Design
), Pengembangan (
 Develop
). Pada penelitian inihanya sampai pada tahap pengembangan karenapenelitian ini hanya untuk mengetahui kelayakan dankeefektifan perangkat yang telah dikembangkan yangruang lingkupnya masih dalam skala kecil atau terbatas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->