Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Polarimetri

Laporan Praktikum Polarimetri

Ratings: (0)|Views: 45 |Likes:
Published by Aya Lovrathilova
Praktikum Kimia Fisik
Praktikum Kimia Fisik

More info:

Published by: Aya Lovrathilova on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA IIPOLARIMETRINama : Ita Hidayatus SholihahNIM : 1008105025Kelompok : IV AJURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANAAPRIL2012
 
 
POLARIMETRII.
 
TujuanUntuk mengetahui bidang polarisasi dan mengukur besarnya sudut putar larutanglukosaII.
 
Dasar TeoriCahaya merupakan gelombang elektromagnit yang terdiri dari getaran medan listrik dan getaran medan magnit yang saling tegak lurus. Bidang getar kedua medan ini tegak lurus terhadap arah rambatnya. Sinar biasa secara umum dapat dikatakan gelombangelektromagnit yang vektor-vektor medan listrik dan medan magnitnya bergetar kesemuaarah pada bidang tegak lurus arah rambatnya dan disebut sinar tak terpolarisasi. Apabilasinar ini melalui suatu polarisator maka sinar yang diteruskan mempunyai getaran listrik yang terletak pada satu bidang saja dan dikatakan sinar terpolarisasi bidang (linear).Bila arah transmisi polarisator sejajar dengan arah transmisi analisator,maka sinar yangmempunyai arah getar yang sama dengan arah polarisator akan diteruskanseluruhnya.Tetapi apabila arah transmisi polarisator tegak lurus terhadap arahanalisator,maka tak ada sinar yang diteruskan.Apabila arahnya membentuk suatusudut ,maka yang diteruskan hanya sebagian.Sinar terpolarisasi linear yang melalui suatularutan optis aktif akan mengalami pemutaran bidang polarisasi.
 
Apabila bidang polarisasi tersebut terputar kearah kiri (levo) dilihat dari pihak  pengamat, peristiwa ini kita sebut polarisasi putar kiri. Demikian juga untuk peristiwasebaliknya (dextro). Besar sudut pemutaran bidang polarisasi (teta) dapat dinyatakansebagai : Apabila bidang polarisasi tersebut terputar kearah kiri (levo) dilihat dari pihak  pengamat, peristiwa ini kita sebut polarisasi putar kiri. Demikian juga untuk peristiwasebaliknya (dextro). Besar sudut pemutaran bidang polarisasi (teta) dapat dinyatakansebagai :


 DenganC = konsentrasi larutanL = panjang kolom larutan

= sudut putar jenis larutan optic aktif untuk sinar D natrium pada temperature t Cahaya dari lampu sumber, terpolarisasi setelah melewati prisma Nicol pertama yangdisebut polarisator. Cahaya terpolarisasi kemudian melewati senyawa optis aktif yang akanmemutar bidang cahaya terpolarisasi dengan arah tertentu. Prisma Nicol ke dua yangdisebut analisator akan membuat cahaya dapat melalui celah secara maksimum.Rotasi optis yang diamati/diukur dari suatu larutan bergantung kepada jumlahsenyawa dalam tabung sampel, panjang jalan/larutan yang dilalui cahaya, temperatur  pengukuran, dan panjang gelombang cahaya yang digunakan. Untuk mengukur rotasi optik,diperlukan suatu besaran yang disebut rotasi spesifik yang diartikan suatu rotasi optik yangterjadi bila cahaya terpolarisasi melewati larutan dengan konsentrasi 1 gram per mililiter sepanjang 1 desimeter. Rotasi spesifik dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
α
= rotasi optik (yang teramati)
C = konsentrasi larutan gram/mL larutanL = panjang kolom larutan.t = temperatur ( ).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->