Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah PAI Tentang Hukum Operasi Plastik Menurut Pandangan Islam

Makalah PAI Tentang Hukum Operasi Plastik Menurut Pandangan Islam

Ratings: (0)|Views: 898 |Likes:
Published by Agum Reoz

More info:

Published by: Agum Reoz on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
Pendahuluan
Operasi plastik adalah suatu usaha medis yang dilakukan untuk mengoreksi atau merestorasi bentuk dan fungsi suatu organ tubuh. Meskipun bedah kosmetik atau estetika adalah jenis yang paling terkenal dari operasi plastic, namun operasi plastik juga meliputi rekonstruksi wajah,tangan dan pengobatan luka bakar. Karena itu, operasi plastik didefinisikan sebagai seperangkatoperasi yang berhubungan untuk mereka ulang bentuk dengan tujuan pengobatan cacat bawaanatau bukan bawaan (termasuk kecelakaan) dalam tubuh manusia.Menjadi tampan dan cantik tentu dambaan setiap orang. Terutama bagi kaum hawa,kecantikan adalah sesuatu yang sangat diinginkan. Betapa berbahagianya seorang wanita bila iamemiliki alis berbukit, bulu mata lentik, hidung mancung, muka tirus, bibir merekah dan tubuh
yang mempesona. Apalagi, bila ia sering mendengar ceramah ustadz yang bilang, “bukankahAllah itu cantik dan menyukai kecantikan!”
 Hukum Operasi Plastik. Dalam sebuah kaidah fikih disebutkan :

 
 
 
artinya asal segala sesuatu itu dibolehkan sampai adanya dalilyang mengharamkannya. Berdasarkan kaidah tersebut, maka apapun yang kita lakukansebenarnya boleh kita lakukan, dan selamanya boleh kita lakukan, hingga adanya dalil atau petunjuk yang menyatakan haramnya melakukan sesuatu itu.Oleh karena itu, operasi plastik tampaknya mesti dilihat dari tujuannya. Ada yangmelakukan operasi karena ingin lebih cantik bagi perempuan atau lebih tampan bagi laki-laki,ada pula yang melakukan operasi plastik karena menghilangkan bekas-bekas akibat kecelakaan,cacat seperti bibir sumbing dan sebagainya. Permasalahan yang sering kita dapati, tidak sedikitdi antara para muslimah dan termasuk juga para muslim yang melakukan operasi dengan tujuanagar lebih cantik atau lebih tampan.Dalam makalah ini, kami akan menjelaskan tentang hukum melakukan operasi plasticmenurut pandangan agama islam dan sekaligus kami juga akan menjawab keraguan serta pertanyaan anda yang selama ini masih belum menemukan jawaban yang memuaskan.
 
 
PEMBAHASAN
 Hukum melakukan Operasi Plastik 
 
Tujuan untuk Kecantikan.Allah menyukai yang indah-indah dan Islam juga membolehkan seseorang untuk berhiasatau mempercantik diri selama tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai mengubah ciptaan Allah..Kalau kita pikir secara logika, apa ruginya Allah apabila ada yang melakukan operasikecantikan, sebab sesuatu yang telah baik diberikan Allah kemudian dilakukan lagi upaya lainagar pemberian tersebut menjadi super lebih baik, tentunya kalau dipikir-pikir Allah pastisenang, terlebih Allah juga menyukai hal-hal yang indah-indah.Persoalan inilah yang perlu kita sadari bahwa tidak semua yang dilakukan manusia yangmenurut manusia baik adalah baik pula dalam pandangan Allah. Merubah bentuk salah satuanggota tubuh yang berbeda dari apa yang diberikan Allah, dalam logika manusia dipandang baik, karena akan lebih cantik, tampan dan menarik. Asalnya kulit yang diberikan Allah hitamkemudian dirubah menjadi putih atau warna lainnya. Asalnya hidung yang diberikan Allah pesek kemudian dirubah menjadi mancung dan sebagainya. Namun demikian, apa yang dilakukansebenarnya merupakan tindakan yang tidak percaya dengan pemberian Allah dan dapatdikatakan sebagai bentuk penghinaan terhadap Allah.Oleh karena itu merubah ciptaan atau pemberian Allah sebagaimana dideskripsikan diatas sebenarnya bertentangan dengan kodrat dan iradat Allah. Seharusnya manusia menyadari bahwa apapun yang diciptakan Allah di dunia ini bukan merupakan hal yang sia-sia (lihat Q.S.al-Baqarah ayat 26) atau tidak pula berpikir bahwa Allah gegabah dalam menciptakan sesuatu.Semua yang diciptakan Allah memiliki fungsi dan manfaat serta hikmah yang barangkali diantaranya tidak dapat dicerna dan dipahami oleh akal.Menurut pandangan manusia atau seseorang yang melakukan operasi bahwa salah satuanggota tubuhnya kurang menarik, sehingga ia pun berkeinginan untuk merubahnya melalui
 
operasi. Padahal dalam pandangan Allah pemberian-Nya itu yang dipandang manusia kurangmenarik, sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa, hanya saja ia tidak mengetahui danmenyadarinya. Mestinya manusia dapat bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah danmemberdayakan pemberian tersebut dengan baik.selain itu, apabila persoalan di atas dikembalikan kepada sumber hukum Islam yaituAlquran, maka Alquran telah secara jelas menyatakan orang yang merubah ciptaan-Nya adalahorang yang mengikuti jalan dan ajakan syaithan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S.an-Nisa ayat 119 yang artinya :
“ 
 Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angankosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalumereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalubenar-benar mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung  selain Allah, maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
 
Dari ayat tersebut dapat dipahami, bahwa melakukan operasi plastik, yang hanya bertujuan mempercantik diri termasuk perbuatan syetan yang dilaknat Allah. Contohnya, operasiuntuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya. Persoalan ini apabila dilihat dari kaidah yangdisebutkan sebelumnya bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk mempercantik [jirahah at-tajmil], maka hukumnya adalah haram.
 
Operasi Plastik untuk Memperbaiki Cacat atau Akibat KecelakaanHukum melakukan operasi plastik dengan tujuan untuk memperbaiki cacat yang dibawasejak lahir (al-
‟uyub al
-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-
‟uyub at
-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan, maka dapat dikategorikan sebagai mubah atau dibolehkanmelakukan operasi tersebut.Dalam ushul fikih, cacat atau akibat kecelakaan dapat dikategorikan sebagai mudharat ataudisebut kemudaratan. Kemudaratan mengakibatkan ketidakbaikan yang akhirnya membuatorang yang mengalami kemudaratan ini tidak merasa nyaman beragama. Oleh karena itu, Islam

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->