Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahasa Isyarat

Bahasa Isyarat

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by reza rahmad

More info:

Published by: reza rahmad on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

 
Bahasa isyarat
adalah bahasayang mengutamakankomunikasi manual,  bahasa tubuh, dan gerak   bibir , bukannyasuara, untuk  berkomunikasi.Kaum tunarungu adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengkombinasikan bentuk tangan, orientasi dangerak tangan,lengan, dantubuh, sertaekspresi wajahuntuk mengungkapkan  pikiranmereka. Bertentangan dengan pendapat banyak orang, pada kenyataannya belum ada bahasa isyaratinternasional yang sukses diterapkan. Bahasa isyarat unik dalam jenisnya di setiapnegara.Bahasa isyarat bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Contohnya, AmerikaSerikatdanInggrismeskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, memiliki bahasa isyarat yang sama sekali berbeda (
 American Sign Language
dan
 British Sign Language
). Hal yang sebaliknya juga berlaku. Ada negara-negara yang memiliki bahasa tertulis yang berbeda (contoh: Inggris  denganSpanyol), namun menggunakan bahasa isyarat yang sama.
Link:http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_isyaratBahasa Isyarat Bantu PahamiKarakteristik Metafora
Studi baru-baru ini mengenai penggunaan metafora dalam bahasa (yang diucapkan) sertaberbagai bahasa isyarat menunjukkan bahwa beberapa tipe metafora sulit untuk disampaikan dalam bahasa isyarat.
Foto: Flickr 
Studi tersebut yang dilakukan oleh Dr. Irit Meir dari Universitas Haifa membawa pencerahan pada hubungan antara dua konsep yang memainkan peran penting dalam bahasa dan komunikasi,ikonisitas dan metafora.Studi ini menunjukkan bahwa ikonisitas dari suatu bentuk bisa mendesak perluasan ekspresimetafora yang dapat diambil oleh bentuk tersebut. Dengan kata lain, ekspresi metafora tertentudalam bahasa tidak dapat "secara langsung diterjemahkan" ke dalam bahasa isyarat apabila bentuknya ikonik. Demikian seperti yang dikutip dari
Science Blog 
, Jumat (10/12/10).
 
Bahasa isyarat merupakan bahasa natural dengan struktur tata bahasa serta kosakata yangkompleks dan kaya. Bahasa isyarat kaya akan penggunaan metafora. Akan tetapi cukup sering,ketika mencoba untuk menerjemahkan metafora dari bahasa ke bahasa isyarat, kita menemukan bahwa tidak mungkin menggunakan kata yang sama. Sebagai contoh, tidak mungkinmenggunakan tanda
 FLY 
(dalam Bahasa Isyarat Israel dan Bahasa Isyarat Amerika) dalamekspresi "
time flies
" atau "
the day just flew by
". Penggunaan metafora kata seperti
 FLY 
tidak mungkin karena bentuk tanda ini, khususnya ikonisitasnya. Tanda untuk 
 FLY 
dihasilkan denganmenggerakkan tangan seakan-akan mengepakkan sayap. Akan tetapi dalam ekspresi "
time flies
",kami tidak bermaksud bahwa waktu mengepakkan sayapnya. Metafora tersebut lebih condongdibangun pada suatu implikasi aksi terbang (
 flying 
), yaitu bahwa hal tersebut merupakan cara pergerakan yang sangat cepat. Jadi ada ketidakcocokan antara apa yang dikodekan dalam bentuk tanda (
wing flapping 
) dan aspek arti di mana metafora itu dibangun (pergerakan cepat).Ketika ketidakcocokan itu terjadi, penggunaan metafora tidak mungkin. Komponen arti yangdirefleksikan dengan bentuk verba (ikonik dan komponen arti yang berfungsi sebagai dasar  penggunaan metaforanya harus sama. Jika tidak sama, maka tanda tersebut tidak dapatdigunakan untuk penggunaan metafora tertentu dalam pertanyaan. Oleh karena itu, tanda ikonik lebih dibatasi pada perluasan metafora yang dapat dijalaninya daripada tanda non ikonik, karena bentuknya tidak berubah-ubah. Pengaruh ikonisitas pada metafora lebih mencolok pada bahasaisyarat, karena kemampuannya yang lebih baik untuk mengungkapkan banyak konsep secaraikonik. Dengan demikian, bahasa isyarat bersifat instrumental dalam memperoleh pemahamanyang lebih baik tentang metafora dan daya yang membentuknya.
14 06 2008
SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI)
 A.
 
Latar BelakangSeperti juga di dalam pendidikan pada umumnya, pendidikan kaumtunarungu sangat memerlukan sarana pendidikan. Pada umumnyaberkomunikasi dengan berbicara dianggap sebagai ciri khas manusia sebagaimakhluk sosial. Komunitas kaum tunarungu, karena tidak dapat menggunakanindera pendengarannya secara penuh, mereka sulit mengembangkankemampuan berbicara sehingga hal itu akan menghambat perkembangankepribadian, kecerdasan, dan penampilan sebagai makhluk sosial. Tidak
 
mengherankan apabila di dalam dunia pendidikan anak tunarungu, pendekatandiprioritaskan kepada pengembangan kemampuan berbicaranya karena merekamerupakan anggota masyarakat yang pada akhirnya nanti mereka berkarya danberbaur hidup dengan masyarakat sekitar. Sehingga penguasaan bahasa lisandan kemampuan berbicara lebih diutamakan. Pendekatan ini dikenal denganmetode oral. Tidak dapat dipungkiri penggunaan metode oral ini masih jauh dari yangdiharapkan, karena kurang tepenuhi persyaratan, baik dari segi guru maupunsarana penunjang. Namun, sekitar tahun 60-an muncul pandangan baru didalam dunia pendidikan anak tunarungu. Pandangan ini menampilkanpendekatan, yaitu memanfaatkan segala media komunikasi di dalam pengajarananak tunarungu. Selain menggunakan media yang sudah lazim, yaitu berbicara,membaca ujaran, menulis, membaca dan mendengar (dengan memanfaatkansisa pendengaran), pendekatan ini menggunakan pula isyarat alamiah, abjad jari, dan isyarat yang dibakukan. Pendekatan ini dikenal dengan Komunikasi Total (Komtal).Komtal merupakan konsep yang bertujuan mencapai komunikasi yangefektif antara sesama tunarungu ataupun kaum tunarungu dengan masyarakatluas dengan menggunakan media berbicara, membaca bibir, mendengar, danberisyarat secara terpadu. B. Komunikasi Total dan Sistem Isyarat Bahasa IndonesiaPerintisan komunikasi total dimulai pada tahun 1978 oleh SLB-B Zinnia di Jakarta dan SLB-B Karya Mulya di Surabaya pada tahun 1981. Pada waktu itubaik SLB-B Zinnia maupun SLB-B Karya Mulya, masih menggunakan isyaratspontan dan isyarat mengikuti
 American Sign Language
(ASL) yangdiperkenalkan oleh Ibu Baron Sutadisastra.Melihat dinamika dan perkembangan pendidikan anak tunarungu ini, PusatPengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan Badan Penelitian danPengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Depdikbud memandang perlu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->