Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FENOMENA GAGAL BERPISAH

FENOMENA GAGAL BERPISAH

Ratings: (0)|Views: 268 |Likes:
Published by renaliansari
genetika
genetika

More info:

Published by: renaliansari on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2014

pdf

text

original

 
PERBEDAAN TIPE PERSILANGAN
 D. melanogaste
STRAIN N♂ >< w
e
♀ dan N♀ >< m♂BESERTA RESIPROKNYA TERHADAP GAGAL BERPISAH(
 Nondisjunction
)LAPORAN PROYEK 
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Genetika IYang dibimbing oleh Prof. Dr. Duran Aloysius Corebima, M. PdOlehWiwin Damayanti (207341409184/BB)Sofia Putri Rahayu (207341409173/AA) Nuril Hidayati (207341409602 /BB)
UNIVERSITAS NEGERI MALANGFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMJURUSAN BIOLOGI
Mei 2009
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangPada tahun 1900 ditemukannya kembali mengenai hukum pemisahan Mendel dan hukum pilihan bebas Mendel dari berbagaikegiatan penelitian.Melalui kegiatan-kegiatan penelitian tersebutterungkap bahwa hukum pemisahan Mendel dan hukum pemilihan bebasMendel berlaku pada lingkup seluruh makhluk hidup diploid yang berbiak secara seksual termasuk manusia. (Corebima, 2003:40). Dari Hukum-hukum Mendel yang telah ditemukan tersebut yang dilakukan oleh para peneliti juga diketemukan beberapa penyimpangan dari hukum Mendeltersebut. Kemudian Seorang peneliti yaitu Hugo De Vriesmengetengahkan mengenai teori mutasi yang sebagian besar didasarkan pada pengamatan atas tanaman
Oenothera lamarckiana,
yang selanjutnyateori ini berkembang menjadi suatu teori evolusi atas dasar mutasi.Dari teori evolusi tersebut juga ditemukan teori pautan kelamin,teori ini dikemukakan oleh Morgan. Morgan adalah yang pertama kalimenginterpretasikan hasil persilangannya dengan benar mengenai adanya pautan, dengan melakukan percobaan persilangan antara strain-strain
 D.melanogaster 
. (Corebima,2003:43). Morgan memiliki strain
 D.melanogaster 
yang bermata putih dan ternyata strain tersebut tergolonggalur murni. Jika strain bermata putih disilangkan dengan strain bermatamerah ternyata turunannya yang muncul tidak sesuai dengan yangseharusnya berdasarkan kebakaan Mendel.Bila mata merah betinadisilangkan dengan strain mata putih jantan, maka F
1
yang muncul bermata merah seluruhnya, jika faktornya mata merah dominan terhadapfactor mata putih, selanjutnya jika F
1
disilangkan satu sama lain maka ¾ bagian F
2
bermata merah dan ¼ bagiannya bermata putih, ini terjadi jikafactor mata merah dominan terhadap faktor mata putih. Tetapi setelahdikaji ulang ternyata seluruh F
2
yang betina bermata putih sedangkanseparuh jantan bermatabermata merah dan separuhnya lagi bermata putih,
 
hal inilah yang menyimpang dan tidak sesuai terhadap prinsip kebakaanMendel.Fenomena ini dijelaskan oleh Morgan bahwa 1) Faktor warna mataterdapat pada kromosom kelamin X. dan 2) Kromosom kelamin jantantidak mengandung faktor warna mata tersebut. (Corebima,2003: 45).Dari persilangan tersebut ternyata juga terdapat penyimpangan pada keturunan berikutnya dan pada persilangan resiproknya.Penyimpangan tersebut dijelaskan oleh Morgan sebagai teori gagal berpisah (
nondisjunction)
Gagal berpisah terjadi pada kromoson X, dalamhal ini krdua kromosom X gagal memisah selama meiosis sehinggakduanya menuju kutub yang sama dan terbentuklah telur yang memilikidua kromosom kelamin X maupun yang tidak memiliki kromosomkelamin X. Gagal berpisah terjadi pada gamet betina. Peristiwa gagal berpisah dibedakan menjadi gagl berpisah primer dan sekunder. Contohgagal berpisah primer seperti penjelasan diatas sedangkan gagal berpisahsekunder karena kejadiannya berlangsung pada turunan dari individu betina yang keberadaannya merupakan produk gagal berpisah primer.Dimana individu betinanya memiliki dua kromosom kelamin X dan satukromosom kelamin Y. (Corebima,2003: 66)B.Rumusan MasalahRumusan masalah yang dapat kami ambil dari penelitian yang telah kamilakukan adalah sebagai berikut:1.Bagaimanakah fenotip F
1
 pada persilangan
 D. melanogaster 
strain N♂>< w
e
♀ dan N♀ >< m♂ beserta resiproknya?2.Adakah fenomena gagal berpisah
(nondisjuction)
pada persilangan
D.melanogaster 
strain N♂ >< w
e
♀ dan N♀ >< m♂ beserta resiproknya?3.Adakah perbedaan tipe persilangan
 D. melanogaster 
strain N♂ ><w
e
♀ dan N♀ >< m♂ beserta resiproknya terhadap fenomena gagal berpisah (
nondisjuction)
?

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->