Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perlawanan Rakyat Bali

Perlawanan Rakyat Bali

Ratings: (0)|Views: 38 |Likes:
Published by Diwan Munasih

More info:

Published by: Diwan Munasih on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

 
Perlawanan Rakyat Bali (1846-1908)
Nama Bali dikenal dalam sejarah Indonesia mulai zamanErlangga maupun Majapahit (Gajah Mada) . Hubungan antara Bali dan Jawa eratsekali. Pada zaman Majapahit banyak penduduk kerajaan iniyang pindah ke Bali. Dengan bangga mereka menamakan dirinya wongMajapahit untuk membedakan diri dari penduduk Bali asli yang masih terdapat dipegunungan dan dikenal sebagai Bali-aga (orang Bali asli) .Seorang Pangeran Majapahit yang bertugas membereskan pemerintahandi Bali, akhirnya mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Dewa AgungKetut dan bersemayam di Gelgel. Pada abad ke-17 ibukota pindah keKlungkung, tetapi kemudian pecah menjadi sembilan kerajaan di antaranya yangterkenal adalah Klungkung, Gianyar, Badung, Karangasem, dan Buleleng.Salah satu hak yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan di Bali di daerahpantai ialah hak untuk menjalankan hukum tawan karang. Menurut hukum itu,raja Bali berhak untuk merampas muatan kapal yang terdampar di pantai wilayahkerajaannya. Sewaktu Belanda berada di Indonesia, Bali masih merupakankerajaan-kerajaan merdeka. Belanda juga melakukan perdagangan (terutamaperdagangan budak) dengan kerajaan-kerajaan Bali.Dalam perdagangannya itu, telah berulang kali kapal Belanda terdampar di salah satu pantai dari kerajaan Bali dan muatannya dirampas oleh raja.Belanda telah mengajukan protes dan mengadakan perjanjian-perjanjian yangmenyangkut pembebasan kapal-kapal Belanda. Tetapi raja-raja Bali sering tidakpernah mengindahkannya.Di antara raja-raja Bali yang pernah diajak untuk mengadakan perjanjianpada tahun 1841 itu ialah raja-raja Klungkung, Buleleng, Badung danKarangasem. Dalam perjanjian itu sesungguhnya raja Bali telah dipaksa untukmengakui kedaulatan pemerintah Belanda, dan mengijinkan pengibaran benderaBelanda di kerajaannya. Tetapi kesemuanya itu tidak dilaksanakan oleh raja-rajaBali karena merekadipaksa.Karena merasa diingkari, maka Belanda memutuskan untukmenggunakan kekerasan dalam usaha untuk menundukkan raja-raja Balitersebut. Pada tahun 1846 Belanda mengirimkan ekspedisi militernya ke daerah
 
Buleleng. Karena itu Gusti Ketut Jelantik menyiapkan pasukan untukmenghadapi kedatangan Belanda.Sebelum melakukan serangan, Belanda mengeluarkan ultimatum yangisinya agar Buleleng (1) mengakui kekuasaan Belanda, (2) hak tawan karangharus dihapus, dan (3) memberi perlindungan kepada perdagangan Belanda.Karena ultimatum Belanda tak diindahkan, akhirnya Belanda menyerbu Buleleng.Sementara itu Karangase memihak Buleleng, sehingga berkobar perangBelanda-Bali. Dalam mnghadapi perlawanan rakyat Bali, Belanda terpaksamengerahkan ekspedisi secara besar-besaran sebanyak tiga kali.Ekspedisi pertama dilakukan tahun 1836 dengan kekuatan 1700 tentara.Serangan pertama ini Belanda gagal menundukkan rakyat Bali. Belandamengajak berunding, tetapi ternyata hanya taktik untuk melakukan penyerbuankembali. Sementara itu pasukan Bali di bawah Gusti Jelantik membangunbenteng di Jagaraga dan mulai menyerang Belanda. Karena serangan tersebut,Belanda lalu melakukan ekspedisi kedua tahun 1848.Pertempuran berkobar hebat di benteng tersebut. Dalam pertempuran ituBelanda kehilangan 5 perwiranya dan 75 prajuritnya. Namun benteng Jagaragagagal dikuasai. Setelah bala bantuan datang dari Jakarta, Belanda kembalimenyerang. Namun serangan ke benteng Jagaraga dapat ditangkis. Pada tahun1849 Belanda melakukan ekspedisi yang ketiga dengan kekuatan lebih dariempat ribu prajurit dengan tiga ribu pasukan tenaga pengangkut. Pasukan besar-besaran tersebut disambut dengan tiga ribu prajurit Bali dengan senjatatradisional. Sedangkan pasukan tambahan ada 10-20 ribu orang dari Bulelengdan Karangasem. Pertempuran meletus di sekitar benteng Jagaraga. Bentengtersebut dijaga sekitar 15 prajurit.Pertempuran berlangsung beberapa hari sehingga kedua belah pihakmengalami kelelahan. Karena kalah dalam persenjataan, pasukan Balimengundurkan diri dari benteng Jagaraga. Dengan demikian benteng tersebut jatuh ke tangan Belanda. Sejak itu perlawanan pindah ke daerah Karangasemdan Klungkung dengan pimpinan Gusti Jelantik. Perlawanan baru mengendor akhir abad ke-19, setelah sebagian besar kerajaan Bali ditaklukkan Belanda.Pada tahun 1904 sebuah kapal dagang Cina terdampar di pantai timur Badung. Kapal tersebut dirampas oleh penduduk di situ. Cina lalu lapor kepadaBelanda. Kerajaan Badung dipersalahkan oleh Gubernemen dan disuruh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->