Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisa Struktur II

Analisa Struktur II

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 319 |Likes:
Published by zaif
Matriks kekakuan
Matriks kekakuan

More info:

Published by: zaif on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

 
 
Teknik Sipil
UMI
1
 
Analisa Struktur II
 
A. PENDAHULUAN
Dalam Analisa Struktur, konstruksi yang paling sederhana adalah KonstruksiStatis Tertentu, dimana gaya dalam pada struktur dapat diketahui hanya denganmenggunakan beberapa persamaan kesetimbangan. Seperti pada sebuah baloksederhana (tumpuan sendi-rol) atau pada rangka batang dan portal statis tertentu.Struktur Statis Tak Tentu adalah struktur yang kompleks, penyelesaian denganmenggunakan persamaan-persamaan kesetimbangan pada struktur ini sudah tidakmemungkinkan lagi. Sehingga perlu diadakan penyederhanaan/peng-idealan, agarstruktur tersebut dapat diselesaikan berdasarkan analisa matematis yang sederhanadan sedapat mungkin dalam persamaan hubungan yang linier.Analisa Struktur dengan Cara Matriks telah memberikan kemungkinan bagi prosesidealisasi tersebut.Hal utama dari suatu perencanaan struktur adalah dengan menganalisa apa akibatdari pembebanan gaya-gaya pada struktur yang ditinjau.Perilaku struktur pada umumnya sangat berhubungan erat dengan perubahanTegangan (
Stress
) dan Regangan (
Strain
) yang terjadi padanya.Tegangan dapat terjadi sebagai akibat dari gaya-gaya dalam yaitu Momen Lentur,Gaya Lintang (Geser), Gaya Normal (Aksial) atau Momen Torsi, sedangkan reganganterjadi akibat adanya perubahan bentuk (deformasi) pada struktur.Dalam analisa perubahan bentuk ini, analisis difokuskan pada lendutan linier atauanguler (translasi dan rotasi) pada titik diskrit (titik kritis) dari struktur. Berartianalisa akan berkisar pada elemen struktur bila dibebani gaya, keuntungan darianalisa tersebut adalah bahwa satu elemen dapat mewakili elemen-elemen lain yangsejenis.Selanjutnya menggabungkan elemen-elemen tersebut dalam satu model matematisdari struktur yang harus dapat memenuhi
syarat kompatibiliti dari segi geometristruktur
dan
syarat kesetimbangan statis struktur
.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam analisa struktur statis tak tentudengan cara matriks ini, untuk menentukan Tegangan dan Deformasi adalah denganmengetahui karakteristik sifat hubungan
Gaya Dalam dan Deformasi
dari elemenstruktur dan terpenuhinya syarat
Kompatibiliti dan Kesetimbangan
.Berarti terdapat tiga hal yang mendasari analisa, yaitu:
Kompatibiliti Hubungan antara Deformasi (perubahan struktur) denganLendutan (perpindahan/displacement).
Hukum Hooke Hubungan antara Gaya Dalam dan Deformasi.(Hubungan Tegangan dan Regangan)
Kesetimbangan Hubungan antara Gaya Luar dan Gaya Dalam.
 
 
Teknik Sipil
UMI
2
 
Analisa Struktur II
 
Kesetimbangan (Equilibrium)
Keseimbangan Statis
 
F = 0 (Hukum Newton
1)Keseimbangan Dinamis F = m.a (Hukum Newton
2)Persamaan Kesetimbangan pada Struktur:Fx = 0, Fy = 0, Fz = 0Mx = 0, My = 0, Mz = 0
Hukum Hooke (Constitutive Law)
Syarat material struktur elastis dan linear (Hukum Hooke)
Q = k . D k
= kekakuan struktur
D =
 ƒ 
. Q 
 ƒ 
 
= fleksibilitas strukturQ = Gaya/AksiD = Displacement (perpindahan struktur)Bahasan selanjutnya adalah tentang Metode Kekakuan (dengan Matriks), yangjuga biasa disebut dengan Metode Perpindahan (
Displacement method 
)
Kesetimbangan Hukum HookeKompatibilitiGaya-gayaLuar
STRUKTUR
Gaya-gayaDalamDeformasiMomen LenturGaya GeserGaya NormalTorsiPerpindahan(Displacement)TranslasiRotasiLenturGeserAksialTorsi
   D  e   f  o  r  m  a  s   i 
KONSEP ANALISA STRUKTUR
 
 
Teknik Sipil
UMI
3
 
Analisa Struktur II
 
 
B. CARA MATRIKS KEKAKUAN
1.
 
Kompatibiliti (Hubungan Deformasi dan Lendutan)
Pengertian Lendutan disini adalah perpindahan (rotasi atau translasi) di titikdiskrit yang menyebabkan terjadinya deformasi pada struktur. Nilai awal lendutandiberikan dalam (1 satuan) dengan simbol D, yang diterapkan pada titik yangditinjau (titik diskrit) struktur, sesuai dengan kemungkinan rotasi atau translasiyang terjadi pada titik diskrit tersebut.
Contoh-1
 
Gambar
1a
 
Gambar
1b
 
Gambar
1cGambar
1d
 
Dalam model Matriks:Dimana: {d} Deformasi pada elemen struktur[A] Matriks deformasi{D} Lendutan/perpindahan di titik diskritDari model struktur dasar (Gbr-1a),terlihat bahwa pada titik B dan C(tumpuan sendi) dapat terjadiperpindahan berupa rotasi, sehinggapada titik B dan C diberikan lendutanmasing-masing 1 satuan D1 dan D2(Gbr-1b).Selanjutnya semua titik diskrit (TD)dikekang, kemudian satu-demi-satu(tidak sekaligus), kekangan padasemua TD dibebaskan. Saat satu TDbebas untuk ber-rotasi atau ber-translasi, semua TD yang lain masihterkekang sesuai arah lendutannya.Untuk D1=1 satuan (1c) deformasiyang terjadi adalah d1=d4=0,d2=d3=1.Untuk D2=1 satuan (1d) diperolehdeformasi d1=d2=d3=0, d4=1.D1 D2 d0 0 d11 0 d21 0 d30 1 d4Jika matriks bagian-tengah dinamakan matriks[A], maka persamaan menjadi:
{d} = [A]
{D}
. . . . . . . . . . . . . . . . . . (
I
)
 
D1D2 A B C
1 2 3 4
D1=1
d3d2
1 4
D2=1
d4
1 2 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->