Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buletin Terobosan Edisi Interaktif Sumpah Pemuda

Buletin Terobosan Edisi Interaktif Sumpah Pemuda

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by Terobosan Masisir
Buletin Terobosan adalah media independen yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Mesir. Terbit pertama kali sejak 21 Oktober 1990.
Buletin Terobosan adalah media independen yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Mesir. Terbit pertama kali sejak 21 Oktober 1990.

More info:

Published by: Terobosan Masisir on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
Media ini dikelola ol eh Pelajar dan Mahasiswa Indonesia sebagai media informasi, opini dan komunikasimahasiswa Indonesia di Mesir. Redaksi menerima tulisan dari pelbagai pihak dan berhak mengeditnya tanpamenghilangkan makna dan tujuan.
 
    T    ë    R    O    B    O    S    A    N
   A   D   V   E   R   S   I   T   I   N   G 
Sekapur Sirih,
KeabadianMenulis,
Halaman
2
 
Sikap
,
Musik Sebagai Alat Pemersatu,
Halaman
3
 
Laporan Utama
,
PPMI Memperingati Sumpah Pemuda.
 
Halaman
4
-
5
 Seputar Kita,
KNRP Menggelar Konser Amal Untuk Rakyat Palestina,
Halaman
5
.
Kometar Peristiwa
,
Semrawutnya Lalu Lintas AcaraMasisir,
Halaman
6
 Strategi
,
 Jong Java dan JongIslamieten Bond TentangNasionalisme Kebangsaan,
Halaman
7
 
Sketsa,
 
Sumpah Pemuda,
 Halaman 8
 
Sastra
,
Satu Sama,
Halaman
9
 
Opini
,
Tetaplah Menjadi Aisyahdan Kartini,
 
Halaman
10
 
Kolom,
Pemuda Utopia,
 
Halaman 11
 
Edisi
Interaktif 
 
Sumpah Pemuda
 
30 Oktober 2012
 
Selamat Membaca!
Santai dan penting dibacaTajam tanpa melukai Kritis tanpa menelanjangi 
Peringatan Hari SumpahPemuda
 
Demi menumbuhkan rasa nasionalisme, PPMI menggelarrangkaian acara peringatan hari sumpah pemuda.
 
Simak Laporan Utama hal 4
-
 
 
 
TëROBOSAN 
 , Edisi 
Interakf Sumpah Pemuda, 30 Oktober 2012
 
Sekapur Sirih
Keabadian Menulis
Pendiri:
Syarifuddin Abdullah, Tabrani Sabirin.
Pimpinan Redaksi
: Tsabit Qodami., FahmiHasan Nugroho.
Dewan Redaksi
: Kadarisman, Abdul Majid, Ahmad Farros El-Halimy, MuslihunMaksum, Habib Rahman Haqiqi, Ulfiya Nur Faiqoh.
Reportase
: M. Zainuddin, Fitroh Riyadi, Dirga Zabrian, Ainun Mardiah, Erika Nada-rul Khoir.
Editor
: Zulfahani Hasyim, Ahmad Maimun.
Pembantu Umum:
Keluarga
 
TëROBOSAN.
 Alamat Redaksi
: Indonesian Hostel
-
302 Floor 04, 08
el-Wahran St. Rabea el-Adawea, Nasr City Cairo-Egypt.
Telepon
: 22609228
E-mail:
terobosanmasisir@yahoo.com.
 Facebook :
Terobosan Masisir. Untuk pemasangan
Iklan
dan
Layanan Pelanggan
silakan menghubungi
nomor telpon :0109427876 (Tsabit) atau 01122217176
(Fahmi)
 Ayo menulis!!! Dengan menulis, suaramutidak akan hilang dihembus oleh anginzaman. Tulis saja! Biarpun sekarang tidak dibaca, tapi kelak tulisanmu akan dibaca danditelaah orang-orang sesudahmu.Memang ada beberapa faktor yang mem-pengaruhi dunia tulis saat ini. Sehingga masihbelum ada karya tulis yang bisa menggempar-kan dunia. Dahulu, kita punya orang-oranghebat dengan karyanya yang mampu diterimadunia luar. Sebut saja, Pramoedya Ananta
Toer dengan “Tetralogi Buru”
-nya dan Tan
Malaka dengan “Madilog” (Materialisme,
Dialektika dan Logika), dan masih banyak lagi. Beberapa faktor yang mempengaruhiadalah perbedaan zaman.Seperti membaca ibarat menghirup nafas,maka menulis adalah menghembuskannya.Menulis selalu berkaitan dengan membaca,begitu pula sebaliknya. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula ide-ide yangingin diungkapkan selain hanya sekedar ber-bicara. Memang, lidah bisa saja lebih tajamdari pedang. Tapi ketika menulis, itu semuaakan lebih berbahaya ketimbang pedang ataulidah itu sendiri. Karena dengan menulis, ide-
idemu akan abadi.
 
Lalu apa yang membuat minat baca manu-sia zaman sekarang menjadi berkurang. Dari200
-an juta lebih penduduk Indonesia, kitabisa melihat. Mungkin hanya segelintir orangyang mempunyai perpustakaan pribadi dirumahnya. Itu sudah menunjukkan betapasedikit minat baca kita. Memang di zamanmodern ini segala hal terasa gampang, se-hingga orang merasa cukup tanpa harusmembaca. Bisa kita lihat, bagaimana anak-anak sekarang lebih suka main videogame daripada baca komik, novel, atau-pun cerita silat. Memang harus diakui,bahwa anak sekarang dengan anak dulumemang beda. Sekarang zaman visual,dimana anak sudah merasa terhiburhanya dengan bermain video game atau-pun nonton film. Kita tidak perlu mem-baca sejarah lagi, dan kita juga tidak perlumembaca novel lagi karena sudah banyak yang difilmkan. Memang itu juga tidak salah, tapi semua itu tidak akan bisa men-galahkan kedalaman dari membaca bukuitu sendiri.Ada apa dengan dunia tulis-menuliskita, hingga sampai saat ini saya masihbelum mengetahui karya anak bangsayang benar-benar hebat, hingga membuat dunia luar pun harus angkat topi. Padahalkalau kita berpikir lebih dalam, kita benar-benar dimudahkan dengan kecanggihanteknologi. Bayangkan seperti penulisataupun sastrawan zaman dulu sepertiPramoedya Ananta Toer, dulu belajar
sendiri, dia buat kliping agar bisa meng-gambarkan secara detail pohon
-
pohondan suasana kota di Indonesia pada awalabad 19
an. Dari situ kita bisa memba-yangkan bagaimana kegigihan dan kete-kunan beliau.Dan zaman sekarang, semua serbamudah dan serba cepat. Jika ingin meng-gambarkan suasana kota eropa ataupuntimur tengah, kita tidak perlu harus pergijauh-jauh kesana, atau pergi modar-mandir dari toko buku satu ke yang lain-nya. Hanya untuk mencari buku ataupunKoran yang menjelaskan masalah itu. Kita
hanya butuh “klik” (Google) maka apa
yang akan kita cari akan keluar, dan kitabisa menghemat waktu lebih banyak.
Bayangkan hanya tinggal ‘’klik’’.
 Dunia ini memang tidak ada yangsempurna, adapun kelebihan seberapacepat dan mudah kita mengakses data,juga ada kekurangan. Yaitu, semakinmalas menghapal. Toh, kita hanya men-cari setelah menemukan kita hanya ting-gal menyimpan saja, adapun menghapaltergantung dari pribadi masing-masing.Tapi dari situ kita bisa mencari data se-banyak-banyaknya dan memperkuat analisa atau imajinasi kita, sehingga data-data itu saling terhubung dan menghasil-kan suatu karya tulis.Buat kawan-kawan Masisir, mari kitabangkitkan lagi dunia tulis-menulis. Se-lagi kita disini, banyak sekali media yangmembantu anda untuk meningkatkankemampuan menulis anda.Selamat belajar!!!
[
ë
]
 
02
 
Keluarga Besar
TëROBOSAN 
 
Megucapkan:
Selamat Hari RayaIedul Adha 1433
H
Kulla `Am Antum biKhayr 
Express Copy
Menerima segala jenisfotokopi
 
Mahatthah Mutsallas,Hay `Asyir
 
Building 102 Sweesry.
 
Hp: 01001726484
 
 
 
TëROBOSAN 
 , Edisi 
Interakf Sumpah Pemuda, 30 Oktober 2012
 
Musik Sebagai Alat Persatuan
S i k a p
Ketika bahasa, kesadaran tanah air,nasionalisme dan ideologi tidak lagi bisamenjadi pemersatu umat, musik bisa men-jadi alternatif untuk alat persatuan umat.Bahkan, universalitas musik mampu un-tuk menembus batas teritorial negara,suku, ras hingga agama sekalipun, sebuahbatasan yang tidak bisa ditembus olehideologi manapun maka dari itu ruh plu-ralisme bisa lebih terasa dalam musik.Nasyid bukan hanya terdengar di negaraMelayu, ia pun terdengar dengungnya diEropa. Dangdut pun bukan hanya dinik-mati di Indonesia, ia pun bisa sukses mer-ambah negeri Paman Sam.Musik bukan hanya menjadi alat pe-mersatu umat, namun musik pun bisamenjadi sarana untuk menyebarkanideologi tertentu. Sebagaimana RhomaIrama, si Raja Dangdut yang mahir menye-lipkan pesan-pesan moral dan esensi kea-gamaan dalam lagu-lagu yang ia ciptakan.Atau Maher Zain yang mencoba universal-kan dakwah esensi Islam dalam berbagailagunya. Maka, terlepas dari perdebatanhalal atau haramnya musik, musik tetaplah memiliki sifat universal yangtidak terkalahkan.Namun sangat disayangkan, univer-salitas musik saat ini mulai dikoyak sedemikian rupa oleh beberapa oknumyang sebagian dari mereka justrumengaku dirinya termasuk kaum intelek-tual. Sebagian kelompok telah mengiden-tikkan beberapa jenis musik denganideologi kelompok tertentu. Selera ber-musik saat ini tidak lagi diatur oleh jiwaseni dan rasa keindahan, namun telahdiatur oleh ideologi dan keyakinan kelom-pok.Mari kita berbicara tentang nasyid dan
dangdut. Memang diakui bahwa unsurmoral dan keislaman dalam dangdut mulaipudar ketika memasuki abad ke 21
. Saat popularitas Rhoma Irama mulai terganti-kan oleh Inul Daratista, dan musik dang-dut tergerus oleh hegemoni pop, mulaisejak itu dangdut semakin identik dengangoyang pinggul, koplo, dan wanita seksiberpakaian minim. Lain halnya dengannasyid yang sejak awal hingga sekarangtidak pernah lepas dari unsur Islami. Na-mun pada dasarnya, baik dangdut mau-pun nasyid memiliki sifat universal yangsama. Keduanya memegang peran pentingdalam penyebaran dakwah Islam di Indo-nesia kisaran tahun tujuh puluh hinggasaat ini, berjalan bersama pop, rock, hi-phop, rap, yang juga disisipi dengan ajaran-ajaran keislaman.Kita arahkan pandangan kita ke dalamruang lingkup kehidupan Masisir danmelihat apa yang terjadi saat ini. Diakuiatau tidak, dalam tubuh Masisir terdapat dua kelompok besar yang saling mempen-garuhi satu sama lain, dengan pemisahyang abstrak antara dua kelompok besaritu,
Bainahumâ barzakh lâ yabghiân
. Tidak ada kabar yang pasti antara keduanyaselain bisikan cerita dari mulut ke mulut.Satu kelompok terkesan menjadikankelompoknya ekslusif dan sulit disentuh,sedangkan kelompok lain selalu menaruhcuriga tanpa pernah ada percakapan duaarah yang seimbang antara keduanya.Dan telah menjadi rahasia umumbahwa kedua kelompok ini saling ber-lomba untuk menyebarkan pengaruhnyadi atas yang lain. Meski banyak usaha un-tuk menutup-nutupi, perbedaan ini tetapada dan semakin mencuat setiap kali adapemilihan Presiden PPMI yang biasanyaterdiri dari dua kandidat dari kelompok yang berbeda.Perbedaan itu bukan hanya dalammasalah ideologi atau politik, bahkan te-lah merambah ke ranah musik. Satu jenismusik telah diidentikkan dengan satukelompok, dan satu komunitas lain secaranaluri telah sepakat untuk tidak menden-garkan jenis musik tertentu. Maka, saat inijarang kita saksikan ada penampilandangdut bersama nasyid dalam satu pang-gung. Bukan karena selera penonton atau-pun keinginan panitia penyelenggara,namun justru karena ideologi dan ke-sepakatan kelompok tertentu untuk memilih satu dari yang lainnya.Sewajarnya, peminat rock tidak harusmemperolok peminat pop Melayu ataupop Korea. Begitupun peminat dangdut tidak sewajarnya memperolok peminat nasyid. Sikap seperti ini yang justru men-jadikan
barzakh
yang seharusnya dihi-langkan malah semakin jelas danmemisahkan kedua belah pihak.Kita sering menyalahkan PPMI yangtidak mampu mempersatukan Masisirsecara utuh, kita pun sering membanding-bandingkan kinerja PPMI satu periodedengan periode lainnya yang kebetulandipimpin oleh perwakilan kelompok yangberbeda. Namun kita tidak pernah menya-lahkan diri sendiri ketika kita tidak ingindisatukan oleh PPMI, dan kita pun tidak pernah berusaha untuk bersikap objektif ketika membandingkan antara satu pe-riode PPMI dan lainnya. Maka dari manapersatuan harus dimulai? Dari PPMI kahatau diri sendiri kah?Mari kita renungkan sejenak dua bait syair dari ketiga lagu dari berbagai aliranmusik yang berbeda ini:
 Janganlah saling menghinaSatu suku bangsa dengan lainnyaKarena kita satu bangsaDan satu bahasa IndonesiaBhinneka Tunggal IkaLambang negara kita IndonesiaWalaupun bermacam-macam aliranTetapi satu tujuan
 
(135
juta jiwa
Rhoma Irama)
Wahai ummat Islam bersatulahRapatkan barisan jalin ukhuwahLuruskan niat satukan tekad Kita sambut kemenanganDengan bekal iman maju ke hadapan Al-
Qur’an dan Sunnah jadi panduan
 Sucikan diri ikhlaskan diriMenggapai ridho Ilahi
 
(Senandung Persatuan
IzzatulIslam)
Bhinneka Tunggal Ika, satu dalam rasa,dan keadilan itu belum tentu sama rata! Warna yang melebur, tenang di dalamkontras Jiwa kita kokoh, seperti batu keras Aku dan Kau, yang terangkum dalamwaktu,Tapi tunggu dulu, kau tau arti satu?? 
Come on put your fist up… Unity! 
 
Semua bergerak… Unity! 
 
We gotta take the power back… Unity! 
 
Semua teriak… UNITY…!! 
 
(Unity—Bondan Prakoso and Fade2
Black)
[
ë
]
 
03
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->