relevansi pemikiran Freire dalam kenyataan hidup yang dihadapinya sehari-hari. Simpul pemikiran Freire terletak dalam kritiknya terhadap struktur masyarakat dunia yang menindasmasyarakat dunia ketiga, dan menawarkan gerakan pembebasan dan transformasi sosial melalui pendidikan.Gagasan tentang
conscientizacao
(penyadaran) menjadi kata kunci dalam pemikiran Freire.Contoh kasus: Selama ini telah banyak terjadi kekeliruan mempersepsikan gagasan tentang penyadaran dan program aksi sosial yang dilakukan Freire, dengan lebih meletakkannya padaaras yang bersifat abstrak dan dikupas secara parsial sehingga seperti nyaris terlepas dari kontekssosial.Ketika Freire melancarkan program pemberantasan buta huruf di kalangan orang dewasa, orangmenganggap itu sebagai sebuah bentuk upaya penyadaran. Tapi orang-orang hanya berpikir sampai di situ. Padahal,
conscientizacao
(penyadaran) ala
Freire sebenarnya adalah salah satutitik dari serangkaian upaya keras yang berakhir pada tujuan pembebasan.
Jadi, program pemberantasan buta huruf di sini adalah salah satu bentuk langkah awal penyadaran, untuk dapatmemberi bekal orang-orang dewasa agar dapat membaca konteks sistem kehidupan yangmeringkusnya dalam kemelaratan.
Proses penyadaran yang diinginkan Freire adalah penyadaran yang mengarah pada konsep pembebasan yang dinamis dan apa yang disebutnya sebagai “kemanusiaan yang lebih utuh”. Inilah tingkat kesadaran ketika seseorang dapat melihat suatu sistem sosial secara kritis(kesadaran kritis).
Freire sendiri membedakan tiga bentuk kesadaran, yakni kesadaran magis, kesadaran naif, dankesadaran kritis. Ketiga kesadaran tersebut bagi Freire bersifat hierarkis. Dalam setiap fasetersebut, individu memiliki cara pandang yang berbeda dalam menyikapi situasi sosial yangdihidupinya, mulai dari cara memberi nama terhadap persoalan (proses penamaan), memahami penyebab masalah tersebut (proses berpikir), dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengubahnya (tingkat aksi).Individu berkesadaran magis menangkap masalah yang dihadapinya dari perspektif fatalistik,menganggap faktor-faktor yang tak terkendali (Tuhan, nasib, keberuntungan) sebagai penyebabmasalah, dan hanya bisa menerima, menunggu, serta pasrah terhadap ketakberdayaannya itu.Individu berkesadaran naif tunduk terhadap ideologi si penindas, atau malah bekerja sama danmeniru perilaku menindas itu sendiri.Sementara itu, sosok individu berkesadaran kritis yang diperjuangkan Freire dicirikan dengankemampuannya melihat dunia berinteraksi dengan dirinya secara lebih utuh (integral, sistemik),sehingga dia dapat menjadi subyek kritis yang dapat berpartisipasi mengubah realitas. Individu
2
Leave a Comment