Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pandangan Islam Terhadap Vaksinasi

Pandangan Islam Terhadap Vaksinasi

Ratings: (0)|Views: 30 |Likes:
Published by Sukma Effendy

More info:

Published by: Sukma Effendy on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
Pandangan Islam terhadap vaksinasi
Pandangan agama terhadap vaksinasi Piprim Basarah Yanuarso Beberapa waktu belakanganini marak seruan antivaksinasi bermotifkan isu agama. Isu yang dihembuskan adalah menyangkutkehalalan dan keamanan vaksin. Apalagi kelompok antivaksinasi ini sangat giat menyebarkan pemahamannya baik di ranah media sosial seperti twitter dan facebook maupun di pelosok-pelosok melalui berbagai forum, seperti majelis taklim di masjid-masjid kampung.Masyarakat awam pun mudah mengikuti seruan ini karena sensitifnya isu halal dan haramvaksin. Selain itu isu bahwa vaksin mengandung zat kimia beracun pun dihembuskan kencang. Hal inidiakhiri dengan himbauan agar masyarakat kembali menggunakan pengobatan ala nabi (tibbun-nabawy) dan melarang penggunaan obat kimia dan vaksin yang merupakan buatan manusia. Umatdihimbau agar menggunakan zat alamiah seperti herbal dan tidak lagi memakai obat-obatan modern.Alasannya karena herbal itu buatan dan racikan Allah SWT sendiri sedangkan obat modern danvaksin itu murni buatan manusia.Terjadi dikotomi antara herbal dengan obat modern, tibbun-nabawy dengan vaksinasi, yangsatu diposisikan sebagai berasal dari Allah dan yang lain berasal dari manusia, yang satu benar mutlak yang lain salah total. Mereka menuduh ada bisnis besar di balik penjualan obat modern dan vaksinyang menggunakan dokter dan tenaga kesehatan lain sebagai agen-agennya. Ditambah dengan bumbuteori konspirasi, bahwa vaksin adalah senjata Yahudi untuk melumpuhkan generasi muslim, makalengkaplah sudah kegalauan masyarakat terhadap vaksinasi ini. Tulisan ini akan membahas secararingkas tentang pandangan agama dalam hal ini Islam terhadap vaksinasi dan imunisasi.Semoga tulisan ini dapat membantu menjernihkan persoalan seputar isu agama dan vaksinasiyang beredar di masyarakat. Pandangan Islam terhadap ilmu pengetahuan Al Qur'an banyak menyebutkan keharusan seorang muslim mengeksporasi alam semesta. Dalam surat Ali Imran 190-191 misalnya disebutkan kriteria ulil albab (cendekiawan), "Sesungguhnya dalam penciptaan langitdan bumi dan pergiliran malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab. Yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring dan senantiasa bertafakkur (berpikir mendalam) tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata ya Tuhan kami tidaklah Engkaumenciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka." Dalam ayattersebut di atas dan ayat-ayat sejenis yang banyak dijumpai dalam Al Qur"an tampaklah bahwaseorang cendekiawan atau ulil albab itu adalah orang yang mampu melakukan harmonisasi kegiatandzikir dan fikir.Di dalam Islam tidak terdapat pemisahan antara aktifitas berdzikir dan bertafakkur atau berfikir secara mendalam (deep thinking). Aktifitas berfikir mendalam tentang penciptaan Allah dilangit dan bumi akan meningkatkan keimanan seseorang dan menguatkan kegiatan dzikirnya kepadaAllah SWT. Jadi ringkasnya Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk mengeksplorasi alamsemesta ini, baik alam makrokosmos dan mikrokosmosnya. Hasil eksplorasi alam semesta ituditujukan untuk kebaikan manusia itu sendiri di dunia dan sekaligus untuk mendekatkan diri kepadaAllah SWT.
1
 
Dalam sudut pandang lain kita bisa melihat dari perspektif diturunkannya ilmu Allah kepadamanusia. Secara garis besar ilmu Allah ini diturunkan kepada manusia melalui dua jalur. Pertama jalur resmi (formal) yaitu ilmu yang diturunkan melalui para Nabi dan Rasul berupa wahyu/firmanAllah dan petunjuk nabi. Ilmu tersebut dikenal dengan ilmu qauliyah.Yang kedua adalah jalur tidak resmi (non-formal) berupa ilham yang diberikan langsungkepada manusia (apa pun agama dan rasnya) yang mengeksplorasi alam semesta ini sesuai anjuran pada ayat Al Qur'an di atas. Ilmu tersebut dikenal dengan ilmu kauniyah. Ilmu qauliyah kebenarannyamutlak, bersifat umum, berfungsi sebagai way of life bagi manusia. Sedangkan ilmu kauniyahkebenarannya relatif, bersifat spesifik, dan untuk melengkapi sarana kehidupan manusia.Kedua macam ilmu tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan agar kehidupan manusiaharmonis dan seimbang. Gagal memahami persoalan di atas atau menolak salah satunya akanmembuat seorang muslim bersikap ekstrim bahkan terjebak ke dalam dikotomi ilmu islam non-islam,ilmu Allah dan ilmu manusia, dan seterusnya.Vaksinasi sebagai salah satu ilmu kauniyah terbesar abad ini Diawali dengan tradisimasyarakat muslim Turki pada awal abad-18 yang memiliki kebiasaan menggunakan nanah dari sapiyang menderita penyakit cacar sapi (cowpox) untuk melindungi manusia dari penyakit cacar (smallpox, variola) kemudian tradisi ini dibawa ke Inggris dan diteliti serta dipublikasikan olehEdward Jenner tahun 1798.Sejak saat itu konsep vaksinasi terus berkembang demikian pesat. Beragam jenis vaksin telahditemukan selama dua abad. Dan masih akan banyak lagi jenis vaksin yang ditemukan. Penelitianuntuk membuat vaksin merupakan penelitian yang panjang, sangat memperhatikan aspek keamanandan keakuratan data. Satu jenis vaksin bisa memerlukan belasan tahun untuk membuatnya.Diawali dengan uji laboratorium, kemudian uji pada hewan coba, relawan, orang dewasa, baru kemudian diterapkan pada bayi dan anak setelah terbukti produk vaksin tersebut aman dipakai.Bila terbukti sebuah vaksin menimbulkan efek simpang atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)yang berat dan fatal maka vaksin akan segera ditarik dari peredaran untuk diteliti ulang. Berbagai prestasi vaksinasi pun telah dapat kita lihat dalam catatan sejarah kemanusiaan.Di antara prestasi terbesar vaksinasi adalah lenyapnya penyakit cacar pada tahun 1979. Inilahsalah satu bukti manfaat ilmu kauniyah yang dipelajari manusia (apa pun agama dan rasnya). Hasildari eksplorasi alam semesta di antaranya ilmu tentang vaksin (vaksinologi) telah menghasilkanmanfaat yang luar biasa dalam bidang pencegahan penyakit pada manusia (dan juga hewan). Adalahamat keliru bila hasil penelitian selama dua abad itu kemudian ditolak dengan alasan amat sederhana:itu produk buatan manusia.Pendikotomian buatan Allah dan buatan manusia seperti pemahaman sebagian kelompok muslim yang antivaksinasi pada hakikatnya adalah pemahaman yang amat sekuler. Pemahaman yang jauh menyimpang dari intisari ajaran Islam yang sebenarnya. Bila kita memahami dengan baik posisiilmu kauniyah maupun ilmu qauliyah adalah bersumber dari Allah SWT yang Maha Berilmu, makatidak perlu lagi terjadi hal seperti di atas.Pandangan Islam terhadap aspek pencegahan penyakit Islam mengutamakan aspe pencegahan dalam berbagai bidang kehidupan. Sebagai contoh dalam menghadapi kemungkinantimbulnya penyakit menular seksual, Islam dengan tegas melarang ummatnya untuk mendekati zina.Dalam surat al Isra 32 : "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk." Coba perhatikan, bukan larangan berzina tapi larangan untuk mendekati zina. Suatu aspek preventif yang luar biasa karena jauh lebih mudah menghindarimendekati zina daripada menghindari berzina.
2
 
Bandingkan dengan program kondomisasi yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan masyarakatkarena justru memfasilitasi zina secara tidak langsung. Panduan terhadap pencegahan penyakit dalamal Qur'an maupun al Hadits (petunjuk Nabi saw) dapat dilihat pada beberapa ayat dan hadits berikut:Jagalah lima keadaan sebelum datang lima keadaan, di antaranya: jagalah kesehatanmu sebelumdatang masa sakitmu. Al Hadits.Bila terjadi wabah di suatu tempat, maka penduduk setempat dilarang meninggalkandaerahnya dan orang luar dilarang berkunjung sampai wabah berlalu. Al Hadits. Inilah konsep isolasidaerah wabah yang sudah diajarkan oleh Nabi SAW sejak dahulu. Mukmin yang kuat lebih disukaiAllah SWT daripada mukmin yang lemah. Al Hadits. Dan persiapkanlah kekuatan semaksimalmungkin dalam menghadapi musuh-musuhmu... QS 8:60 Barangsiapa makan tujuh butir kurmaMadinah maka ia tidak akan terkena pengaruh sihir atau racun. Al Hadits.Dari beberapa hadits dan ayat Qur'an tersebut di atas kita dapat melihat bahwa Islam sangatmenganjurkan aspek pencegahan terhadap penyakit. Karena biaya yang dikeluarkan untuk aspek  pencegahan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan penyakit. Hal ini telahdibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran modern. Islam memberi kebebasan dalam hal teknik  pencegahan sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada saat itu. Islam tidak pernah membatasikemajuan teknologi, namun hanya memberi batasan atau rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar. Initerbukti dengan pernyataan Nabi SAW ketika ada yang bertanya kepada beliau mengenai perkawinan pohon kurma.Saat itu beliau memberi nasehat dan ternyata kurma menjadi tidak berbuah saat dilaksanakannasehat tersebut. Akhirnya beliau SAW bersabda: Antum a'lamu bi umuri addunyakum artinya kamulebih mengetahui tentang urusan duniamu. Islam hanya mengajarkan rambu-rambu yang bersifatumum dan baku, seperti larangan berobat dengan yang haram, larangan berobat ke dukun atau ahlisihir namun mengenai hal-hal yang bersifat teknis sepenuhnya diserahkan kepada perkembangan ilmusains sesuai perkembangan zamannya. Dengan prinsip ini tidak heran bahwa para ilmuwan muslim pernah mencapai puncak kejayaannya dalam hal sains tidak berapa lama setelah Nabi SAW wafat.Bila ditanyakan adakah dalil dari Al Qur'an atau Hadits Nabi yang spesifik menyebutkan perlunyavaksinasi? Jawabannya tentu tidak ada. Namun tidak adanya dalil qauliyah bukan berarti vaksinasi bertentangan dengan ajaran NabiSAW. Hal ini adalah karena vaksinasi termasuk ranah kauniyah. Ranah ilmu pengetahuan modernyang diperoleh berdasarkan pencarian oleh manusia. Berdasarkan penelitian yang tekun dan seksama,sebagaimana sudah disebutkan di atas. Oleh karena itu pakar mengenai vaksinasi tentu saja adalah para dokter dan peneliti di bidang vaksinologi, bukan wartawan, sarjana hukum, ahli statistik, atauyang lainnya. Pendapat para ulama mengenai vaksinasi Kita perlu tahu bahwa vaksinasi bukan hanyadilaksanakan di Indonesia namun juga dilaksanakan di lebih dari 190 negara di seluruh dunia,termasuk negara-negara muslim.Sampai saat ini tidak pernah terdengar seorang pun dari ulama-ulama di negara-negaramuslim itu yang melarang diberikannya vaksinasi kepada bayi dan anak di negaranya. Sebagai contohSyaikh Abdullah Bin Bazz seorang mufti dari Saudi Arabia membolehkan vaksinasi. DR Yusuf AlQaradhawy seorang ulama mujtahid yang berdomisili di Qatar pun membolehkan imunisasi. Bahkan beliau banyak menyerahkan masalah ini kepada para dokter yang menguasai ilmu vaksinologi secaramendalam dan kemudian beliau berikan fatwa terhadap apa yang diungkapkan para dokter. Kalau para ulama di tingkat internasional saja membolehkan vaksinasi lalu mengapa ada orang yang bukanulama malah mempermasalahkan bolehnya vaksinasi dalam Islam.Adapun pendapat sebagian kelompok Islam yang mengatakan vaksinasi dilarang dalam Islamkarena menggunakan kuman yang disuntikkan ke dalam tubuh sehingga berpotensi membahayakantubuh, adalah pendapat yang tidak berlandaskan ilmu. Hanya berdasarkan zhan atau prasangka belaka.Padahal Islam melarang umatnya untuk berprasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Saat
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->