Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DANAU TOBA.docx

DANAU TOBA.docx

Ratings: (0)|Views: 14 |Likes:

More info:

Published by: Helmut Todo Tua Simamora on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

 
 
Private Library of Simamora, Helmut Todo TuaEnvironment, Research and Development AgencySamosir Regency Goverrnment of North Sumatera ProvinceINDONESIABerikut merupakan kutipan ilmiah dari literatur ilmiah yang dirangkum dan disusun oleh Penulisserta digunakan sebagai referensi pribadi.BELAJAR TENTANG PROFIL PERAIRAN DANAU TOBAPerairan danau merupakan salah satu tipe perairan darat yang cukup banyak ditemukan diIndonesia, dan tercatat 500 buah danau berukuran kecil hingga besar, dengan luas total mencapai491.724 ha (Giesen, 1991).Perairan danau diketahui memiliki karakteristik fisik dan biologis yang khas, dan satudengan lainnya sangat berlainan. Salah satu sifat danau yang cukup penting adalah waktusimpan air (
retention time
), yaitu waktu perkiraan yang dibutuhkan untuk mengganti secarasempurna air dari seluruh danau tersebut. Waktu tinggal air adalah satu variabel penting penentu sensitivitas perairan terhadap dampak beban masukan berupa hara dan mineral, yangterkait dengan kegiatan manusia. Hal ini merupakan titik kritis dalam kebijakan pengelolaansistem perairan, bahwa semakin lama waktu tinggal air semakin tinggi prioritas perlindunganharus diberikan. Waktu tinggal air akan terkait dengan volume danau dan jumlah air yang masuk ke dalamnya, yang umumnya diukur dalam jumlah air (debit) yang keluar lewat outlet danau.Klessig (2001) mengemukakan bahwa danau hanya dapat memberikan keuntungan sosialyang optimal jika kebijakan pengelolaannya mengakui
 setting 
sepenuhnya dari kontribusi potensial danau yang dapat dibuat untuk masyarakat serta kebijakan pengelolaan tersebutterintegrasi untuk memberikan perhatian yang seimbang pada seluruh nilai-nilai yang dapatdanau berikanAktivitas budidaya ikan sistem karamba jaring apung (KJA) di perairan danau, merupakan salahsatu usaha peningkatan produksi perikanan dengan memanfaatkan berbagai potensi perairanyang ada.Diperlukan pertimbangan dan kebijakan berbeda dari setiap perairan untuk pengembangan KJA,mengingat perbedaan karakter dari setiap perairan darat.
 
 
Di perairan Danau Toba, sebagaimana dikemukakan oleh Arifin (2004), bahwa pada tahun 1999tercatat sekitar 2.400 unit KJA telah beroperasi, dan direncanakan akan dikembangkan lagimenjadi 55.375 unit. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan KabupatenSimalungun, Provinsi Sumatera Utara, tahun 2008 (
tidak dipublikasikan
), jumlah KJA di perairan Danau Toba yang berada di wilayah kabupaten ini mencapai 3816 unit, yang terpusat diHaranggaol dengan jumlah 2.911 unit, sedangkan lokasi lainnya adalah Pematang Sidamanik (159 unit), Dolok Pardamean (190 unit), dan Girsang Sipangan Bolon (550 unit).Jumlah KJA yang beroperasi di waduk-waduk tersebut sangat tidak direkomendasikansebagai pembanding jumlah KJA yang dapat dikembangkan di perairan danau, terutama jikadihubungkan dengan luasan maupun volume perairannya. Hal ini karena yang harus menjadi pertimbangan utama menentukan jumlah KJA yang dapat beroperasi, sebagaimanadikemukakan sebelumnya, adalah waktu tinggal air dan karakteristik biologis di dalamnya.Produksi ikan KJA dari perairan Danau Toba, di wilayah Haranggaol diperkirakan 57,3 ton/hari,yang terdiri dari ikan nila 49,7 ton dan ikan mas 7,6 ton, dengan prodiksi total mencapai 20.910ton/tahun (Lukman
et al 
, 2010). Data produksi KJA di Danau Toba tersebut, belum termasuk  produksi dari Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), yang diperkirakan jauh lebih tinggi.Sedangkan produksi ikan dari KJA di Danau Maninjau pada tahun 2009 sekitar 31.758 ton(Dinas Perikanan Kab. Agam, 2009;
tidak dipublikasikan
).Pengembangan budidaya ikan sistem KJA akan bernilai positif selama dalam batas kapasitasdayadukung perairan dan penetapan lokasi yang tidak berbenturan dengan kepentingan lain.Peningkatan KJA yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk pada masa yang akandatang. Dengan demikian, kebijakan pemanfaatan sumberdaya alam oleh manusia tanpamemperhatikan dayadukungnya, akan menuai bencana lingkungan di kemudian hari.Kartamihardja (1998) mengemukakan bahwa perkembangan KJA yang pesat dan kurangterkendali telah menyebabkan berbagai permasalahan yang mengganggu kelestarian sumberdaya perairan dan usaha perikanan itu sendiri.Sementara itu pengembangan KJA di perairan-perairan danau tertentu, terutama di Danau Tobasangat riskan, mengingat terdapatnya kepentingan lain seperti pariwisata, yang sangatmembutuhkan kondisi air yang baik, jernih dan tidak kumuh. Seperti diketahui Danau Toba,dalam kebijakan nasional kawasan-kawasan ini merupakan salah satu andalan dan potensiRencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPNAS) (Ardika, 1999).Kapasitas perombakan organik dari perairan, akan menentukan jumlah bahan organik, baik  bersumber dari sisa pakan dan feses ikan maupun dari aktivias lainnya, yang dapat dirombak  pada kolom air dan di wilayah sedimen.Konsepsi daya dukung perairan pada saat ini lebih berpegang pada keseimbangan hara antara N(nitrogen) dan P (Phosphor), yang menentukan tingkat kesuburan (trofik) perairan danmenunjang keberadaan dan melimpahnya fitoplankton. Konsepsi tersebut didasarkan padakebutuhan akan estetika perairan untuk kegiatan wisata yang tidak menghendaki perairannyakotor atau padat dengan fitoplankton. Pengelolaan perairan akan sangat memperhatikan kadar ketersediaan fosfor di perairan dan pasokan fosfor dari luar.
 
 
Untuk setiap gram organik (limbah budidaya ikan) akan dibutuhkan 1,42 gram oksigen.Ketersediaan oksigen di perairan sangat diperlukan untuk perombakan organik, baik yangtersuspensi maupun yang mengendap di dasar perairan, serta untuk respirasi ikan.aktivitas KJA yang berlebih akan memicu akumulasi hara khusunya fosfor dan nitrogen.Peningkatan hara di perairan pada akhirnya akan merubah status perairan dari perairan miskinhara (oligotrof), kesuburan sedang (mesotrof), hingga perairan subur (eutrof) dan sangat subur (hipereutrof).Kriteria tingkat kesuburan (Status trofik) danau telah diadopsi menjadi Peraturan MenteriLingkungan Hidup Nomor 28 Tahun 2009 (Tabel 1).Tabel 1. Kriteria status trofik danau berdasarkan beberapa parameter kualitas air Status Trofik Kadar Rata-rataTotal N (µg/l)Kadar Rata-rata Total P(µg/l)Kadar Rata-rataChlorofil (µg/l)Kecerahanrata-rata (m)Oligotrof > 650 < 10 < 2,0 > 10Mesotrof > 750 < 30 < 5,0 > 4Eutrof < 1.900 < 100 < 15 > 2,5Hipereutrof > 1900 > 100 > 200 < 2,5Sumber: Peraturan Menteri LH No. 28/2009
dalam
Anonim (2009)Kriteria status trofik tersebut sebenarnya saling berkaitan, karena penambahan komponenfosfor maupun nitrogen akan mendorong peningkatan kelimpahan fitoplankton di perairan yangdicirikan oleh kadar chlorofil yang bertambah. Dengan bertambahnya kadar chlorofil secaralangsung mengurangi tingkat kecerahan perairan. Perairan danau yang cenderung oligotrofik contohnya adalah Danau Poso, sementara Danau Toba pada kisaran oligotrof 
 – 
mesotrof,sedangkan Danau Maninjau menunjukkan perairan eutrof (Tabel 2).Tabel 2. Tingkat kecerahan dan kadar chlorofil a dari tiga danau di IndonesiaPerairanDanauKecerahan Rata-rata(m)Kadar chlorofil arata-rata (mg/m
3
)KeteranganToba 9,2 1,008 Data Okt. 2009;strata 0
 – 
30 mSumber: 1) Lukman
et al 
(2009);Komponen hara di perairan yang akan lebih berakumulasi adalah fosfor, karena sifatnya tidak  bersiklus lewat proses pertukaran gas sebagaimana komponen nitrogen. Pada sisi lain, di perairanwilayah tropik ternyata terbatasnya komponen N lebih umum terjadi dibanding P, kemungkinankarena pasokan P yang lebih besar akibat pelapukan kimia batuan sementara terjadi kehilangankomponen N secara internal karena suhu yang lebih tinggi, sebagaimana dikemukakan Lewis(2000).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->