Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1Sejarah Pengembangan Islam Di Kubuang Tigobaleh Oleh Syekh Imam Marajo

1Sejarah Pengembangan Islam Di Kubuang Tigobaleh Oleh Syekh Imam Marajo

Ratings: (0)|Views: 80|Likes:
Published by Renko Rizki
imam marajo dalam sejarah
imam marajo dalam sejarah

More info:

Published by: Renko Rizki on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
Sejarah Pengembangan Islam di Kubuang Tigobaleh oleh Syekh Imam MarajoKota Solok Wisata Petualangan Oleh : Yulicef Anthony 3567 klik Beberapa waktu lalu PadangEkspres mempersembahkanrubrik religi sejarah pengembangan Islam di Solok  pada ke 16-17 M oleh SyekhAngku Balinduang asal NagariTalang, Kabupaten Solok, dimasakejayaannya beliau juga dikenalsebagai salah-satu orang keramatyang memiliki banyak keistimewaan. Selainmengembangkan Islam, beliaumampu menghalau bala dengan berlari dan berkuda diatas padi,memiliki suara merdu saatmengumandangkanadzan. Sejarah ini hinggasekarang melegenda secara turun-temurun ditengah-tengah masyarakat Talang, makam AngkuBalinduang dianggap sebagai Tampat (makam) keramat.Kali ini kami mencoba mengajak anda mengintip sejarah religi di Nagari Gauang, KecamatanKubung, Kabupaten Solok. tentang pengembaraan seorang mursyid Syekh Imam Marajo dalammengembangkan Islam di luhak termuda Kubuang Tigobaleh (Solok Salayo, Guguak si Jawi- jawi, Gaung dan Panyakalan, Cupak dan Gantung Ciri, Sirukam, Supayang, Kinari, Muaro Panehdan Sariek Alahan Tigo), Talang Talago Dadok, Sirukam Saok Laweh dan daerah lainnya.Pengembaraan yang cukup berliku, penuh tantangan dan hambatan. Untuk mengembangkanIslam, Syekh Imam Marajo di setiap sudut perkampungan di Solok bangun Surau sebagai saranaibadah, ia bisa terbang ke Aceh dan Mekkah dengan menggunakan tikar sholat. Memiliki banyak murid yang tersebar hingga ke berbagai pelosok, menganut tarekat Satariyah.Tokoh Ulama Nagari Gauang, Aditiawarman Dt. Kayo, mengatakan, riwayat Imam Marajo dulu pernah disepakati dalam sebuah pertemuan Ulama Sumatra Barat sekitar 42 tahun silam, lahir diGauang Batu Tagak tahun 1490 dengan nama Marah Husin Bin Abdul Musahar. Selama belasantahun merantau ke Pariaman, dan bersama Syekh Burhanuddin belajar agama ke Abdul Rauf diAceh dan ke Mekkah.Imam Marajo kembali ke Gauang sekitar tahun 1531, kebetulan saat beliau datang warga didaerahnya masih menganut animisme, menyembah roh-roh halus, mempercayai tempat-tempatsakti sebagai pemberi kekuatan. Kemana pergi selalu mengenakan jubah putih dan sorban,kopiah berwarna merah, dan membawa sebuah tongkat. Awalnya banyak pertentangan munculdari berbagai kalangan, terutama kaum adat yang menganggap aliran Imam Marajo dapatmerusak tradisi para leluhur. Namun berkat sabar menghadapi segala hambatan dan rintangan,
 
sembari perlahan-lahan memberikan pemahaman bahwa Islam itu agama yang sempurna, ImamMarajo akhirnya menjadi guru.System pergerakan yang dilakukannya tak jauh berbeda dengan guru besar Syekh Burhanuddin,sehingga setelah berhasil menyebarkan Islam di Gauang, beliau pun mendirikan sebuah Surau,selanjutnya dijadikan Masjid Gauang. Menurut riwayat, tonggak ambacu (tiang utama) MasjidGauang dahulunya hanya didirikan seorang diri oleh Imam Marajo dengan menggunakan sehelaiakar kayu dari hutan, setelah tiga masyarakat nagari (Gauang, Panyakalan, Saok Laweh)menyatakan angkat tangan untuk melakukannya. Sampai sekarang tonggak tuo tersebut masihterlihat berdiri kokoh menyangga bangunan Masjid Gauang, dan menjadi saksi bisu atas sejarahImam Marajo.Menurut Aditiawarman Datuk Kayo, Imam Marajo memiliki tongkat yang pada sewaktu-waktu bila dihempaskan ke tanah dapat mengeluarkan air, hal ini dibuktikan dengan sumber mata air disebuah kolam dekat Masjid Raya konon dahulunya terpancar dari tancapan tongkat beliau. Kalaitu masyarakat kesulitan mencari air untuk berwuduk, lantas Imam Marajo menancapkantongkatnya ke tanah, karena izin Allah SWT semuanya tak ada yang mustahil.
“Konon Imam Marajo pernah memelihara ikan laut jenis bada maco di kolamnya, sehingga
masyarakat pun takjub. Pada sewaktu-waktu bada maco itu akan bisa saja kembali muncul dikolam beliau, dan fenomena itu dapat dilihat oleh siapa saja. Semua kesaktian dibuktikan ImamMarajo tak lain demi meningkatkan keimanan umat pada Allah SWT, sesungguhnya bagi Allah
SWT tak ada yang mustahil. Bukan untuk membanggakan diri bagi beliau,â€
UjaAditiawarman.Imam Marajo juga disebut-disebut bisa terbang ke Mekah dengan sajadah, serta pernah berkelahi dengan harimau. Harimau itu kemudian dipukul dengan tongkat dan akhirnya menjadimanusia. Manusia jelmaan harimau itu kemudian diislamkan, dan menjadi murid beliau. ImamMarajo juga diyakini memiliki kekuatan lebih, sehingga mampu mengangkut kayu dalam jumlah besar dari hutan untuk material pembangun masjid di berbagai daerah. Sebagaimana MasjidLubuk Sikarah Kota Solok sekarang, menurut sejarah proses pembangunannya tak terlepas berkat bantuan Imam Marajo.Setelah mengembangkan Islam di Nagari Gauang dan sejumlah nagari tetangga lainnya, beliau juga akhirnya berhasil mengislamkan Kubung Tigo Baleh sekitar tahun 1545. Jumlah pengikutnya mencapai ribuan orang, diantaranya juga ada dari luar Solok seperti Sijunjung,Jambi, dan Riau. Pusat pengembangan Islam waktu itu bertempat di Nagari Gauang, berbagaikegiatan keagamaan pun kian semarak hampir diseluruh penjuru. Seluruh surau dan Masjidaktif, di bulan-bulan besar islam dilaksanakan rutual keagamaan, sebagaimana di Minangkabau
 berfalsafah ‘adat basandi syara, syara basandi kitabllah’.
Khususnya Di hari maulid nabi Muhammad SAW, masyarakat menggelar tardisi mauluik dengankitab barazanzi sembari diiringi rebana, rayo tampek (berziarah kubur) selama sepekan penuh pasca Hari Raya Idul Fitri yang diikuti seluruh warga, tolak bala dimalam hari denganmengibarkan alam-alam (bendera putih bertuliskan tulisan arab), baratik dan berzikir, perkauranmassal menjelang turun ke sawah, serta berbagai ritual lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->