Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penanganan Cedera Tumpul Abdomen

Penanganan Cedera Tumpul Abdomen

Ratings: (0)|Views: 146|Likes:

More info:

Published by: Nurulnoe Cacok Hidayati on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/17/2013

pdf

text

original

 
Salomone & Salomone (2011) menyatakan bahwa trauma tumpul akibat hantaman secaraumum dibagi ke dalam 3 mekanisme, yang pertama adalah ketika tenaga deselerasihantaman menyebabkan pergerakan yang berbeda arah dari struktur tubuh yang permanen. Akibatnya, kekuatan hantaman menyebabkan organ viseral yang padatserta vaskularisasi abdomen menjadi ruptur, terutama yang berada di daerahhantaman. Yang kedua adalah ketika isi dari intra abdomen terhimpit antara dindingdepan abdomen dan kolumna vertebralis atau posterior kavum thorak. Hal ini dapatmerusak organ-organ padat visera seperti hepar, limpa dan ginjal. Ketiga adalahkekuatan kompresi eksternal yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraabdomen secara mendadak dan mencapai puncaknya ketika terjadi ruptur organ.Pada penderita ini terjadinya jejas pada abdomen disebabkan karena terhimpitnya pasien saat terjadi kecelakaan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya himpitan padaorgan intra abdomen antara dinding depan abdomen dan kolumna vertebralis.
Penanganan Cedera Tumpul Abdomen
Penatalaksanaan:1.Survei Primer Survei ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure)Survei ini dikerjakan secara serentak dan harus selesai dalam 2-5 menit.1.1AirwayMenilai jalan nafas bebas. Apakah pasien dapat bicara dan bernafas dgn bebas ?Jika ada obstruksi, lakukan :
Chin lift/ Jaw thrust
Suction
Guedel Airway
Intubasi trakea1.2BreathingBila jalan nafas tidak memadai, lakukan :
Beri oksigenCirculationMenilai sirkulasi/peredaran darah
Hentikan perdarahan external bila ada
 
Segera pasang dua jalur infus dgn jarum besar (14-16G)
Beri infus cairanPenilaian ulang ABC diperlukan bila kondisi pasien tidak stabil1.3DisabilityMenilai kesadaran pasien dengan cepat, apakah psn sadar, hanya respon terhadapnyeri atau sama sekali tidak sadar. Tidak dianjurkan mengukur Glasgow ComaScaleAWAKEARESPON BICARA (VERBAL)VRESPON NYERIPTAK ADA RESPONSU1.4DisabilityLepaskan baju dan semua penutup tubuh pasien, supaya dapat dicari semuacidera yang mungkin ada. Jika ada kecurigaan cedera leher atau tulang belakang,maka immobilisasi in line harus dikerjakan.
PENGELOLAAN JALAN NAFAS
Prioritas pertama adalah membebaskan jalan nafas dan mempertahankannya agar tetap bebas.
1. Bicara kepada pasien
Pasien yang dapat menjawab dengan jelas adalah tanda bahwa jalan nafasnya bebas.Pasien yang tidak sadar mungkin memerlukan jalan nafas buatan dan bantuan pernafasan.Penyebab obstruksi pada pasien tidak sadar umumnya adalah jatuhnya pangkal lidah ke belakang. Jika ada cedera kepala, leher atau dada maka pada waktu intubasi trakheatulang leher (cervical spine) harus dilindungi dengan imobilisasi in-line.
2. Berikan oksigen dengan sungkup muka (masker) atau kantung nafas( selfinvlating)3. Menilai jalan nafas
Tanda obstruksi jalan nafas antara lain :
Suara berkumur 
Suara nafas abnormal (stridor, dsb)
Pasien gelisah karena hipoksia
 
Bernafas menggunakan otot nafas tambahan / gerak dada paradoks
SianosisWaspada adanya benda asing di jalan nafas.Jangan memberikan obat sedativa pada pasien seperti ini.
4. Menjaga stabilitas tulang leher5. Pertimbangkan untuk memasang jalan nafas buatan
Indikasi tindakan ini adalah :
Obstruksi jalan nafas yang sukar diatasi
Luka tembus leher dengan hematoma yang membesar 
Apnea
Hipoksia
Trauma kepala berat
Trauma dada
Trauma wajah / maxillo-facial
Obstruksi jalan nafas harus segera diatasi 
PENGELOLAAN NAFAS (VENTILASI
)
Prioritas kedua adalah memberikan ventilasi yang adekuat.Inspeksi / lihat frekwensi nafas (LOOK)
Adakah hal-hal berikut :
Sianosis
Luka tembus dada
Flail chest
Sucking wounds
Gerakan otot nafas tambahan
Palpasi / raba (FEEL)
Pergeseran letak trakhea
Patah tulang iga
Emfisema kulit
Dengan perkusi mencari hemotoraks dan atau pneumotoraks

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->