Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ancaman Perubahan Iklim Terhadap Indigenous People Di Pasifik Selatan

Ancaman Perubahan Iklim Terhadap Indigenous People Di Pasifik Selatan

Ratings: (0)|Views: 6 |Likes:
Published by Arya Angkawijaya
Climate change has become a serious problem for Pacific Islands. It caused several sinking of several islands and many environmental dissaster.
Climate change has become a serious problem for Pacific Islands. It caused several sinking of several islands and many environmental dissaster.

More info:

Published by: Arya Angkawijaya on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

 
ESSAY
ARYA YUNARZAH / 0911240039 / MBP AUSTRALIA DAN PASIFIK SELATAN
Ancaman Perubahan Iklim Terhadap
Indigenous People
di Pasifik Selatan
Sebuah pepatah di Pasifik Selatan berbunyi
Land is a life, without land there is no life
(Kaw,2008 hal.2) , dari pepatah tersebut dapat dimaknai bahwa kehidupan masyarakat Pasifik Selatansangat erat kaitannya dengan tanah mereka. Salah satu cerminan dari pepatah tersebut adalah padapenduduk Bouganville, di mana tanah lekat dengan harga diri mereka dan kehilangan tanahbukanlah sebuah pilihan. Kehidupan masyarakat di Pasifik Selatan banyak diwarnai oleh isu konfliketnis yang erat kaitannya dengan tanah terutama tentang kepemilikan tanah dan migrasi dari etnis-etnis lain tetapi ternyata bukan hanya isu tersebut yang menjadi permasalahan d Pasifik Selatan.
 Permasalahan yang disebabkan oleh alam yang biasa dihadapi oleh penduduk di wilayah ini adalah bencana gunung meletus dan badai namun tidak hanya itu saja, ternyata w
ilayah ini juga dihadapkankepada permasalahan lain yaitu perubahan iklim (Campbell, 2010 hal.26).Dampak dari perubahan iklim merupakan sesuatu yang nyata dan mempengaruhi semuaorang dan komunitas di planet ini. Isu ini menimbulkan ancaman kerusakan lingkungan. Menurut Dr.Eric L. Kaw perubahan iklim dapat mengancam kerusakan tanah, perairan, hutan di tempat merekatinggal dan mencari penghidupan (Kaw, 2008 hal.2). Dampak dari perubahan iklim yang terjadi dandirasakan oleh penduduk di Pasifik Selatan akan datang menerpa meskipun mereka tidak memilikiketerlibatan langsung dengan penyebab terjadinya isu ini. Penduduk yang ada di Pasifik baikpendatang maupun
indigenous
akan terkena dampak dari Perubahan Iklim.Ada sebanyak 16 negara yang terletak di Pasifik Selatan termasuk Australia dan SelandiaBaru. Selain Australia mayoritas Negara-negara tersebut adalah Negara kepulauan di mana terdapatsekitar 9,5 juta jiwa yang hidup di Pasifik Selatan pada tahun 2008.
Indigenous people
di PasifikSelatan pada umumnya terbagi di wilayah menjadi tiga besar kelompok kultur yaitu Melanesia,Polynesia meliputi Samoa, Tonga, Cook Islands, Tokelau, Tuvalu and Niue dan Micronesia yangmeliputi Kiribati, Marshall Islands, Palau and the Federated States of Micronesia (Kaw, 2008 hal.2-3).
Indigenous people
di Pasifik Selatan menggunakan pengetahuan dan praktek tradisionalmereka dalam bertahan hidup, mereka sangat bergantung pada tanah dan laut untuk memenuhikebutuhan hidup sehari-hari.Pada dasarnya, banyak Negara-negara di Pasifik Selatan yang telah mengambil kebijakanuntuk melindungi dan mempertahankan pengetahuan, teknologi dan praktek tradisional dari
indigenous people
, namun mereka belum sepenuhnya terlindungi dari ancaman perubahan iklim.Salah satu upaya perlindungan terhadap
indigenous people
tertuang dalam konstitusi sepertipada Vanuatu Constitution section 49 dan 74, Samoa Constitution section 100 dan 111 atau padaSolomon Islands Constitution section 76 yang mengadopsi tradisi, kultur serta adat istiadat
indigemous people
sebagai acuan pada prinsip dan ketentuan hukum di Negara-negara tersebut
 
(Kwa, 2008 hal.4). Dengan adanya konstitusi tersebut, pemerintah di Pasifik selatan telah meletakandasar perlindungan kepada
indigenous people
.
Dampak Perubahan Iklim Di Pasifik Selatan
Perubahan iklim akan menjadi rintangan bagi laju pembangunan terutama di Negara-negaraberkembang termasuk di Pasifik Selatan. Dampak yang ditimbulkan akan sangat mempengaruhiproduksi pertanian, keamanan pangan, sumber air bersih, level kenaikan air laut, keseimbanganekosistem dan keanekaragaman hayati (Kwa, 2008 hal.6). Perubahan cuaca yang terjadi akanmempengaruhi hasil produksi pertanian dan hasil produksi pertanian jelas berpengaruh padakeamanan pangan. Kenaikan level air laut akan berpengaruh pada komunitas pesisir dan kepulauandan dapat menyebabkan kelangkaan air bersih dan tanah. Keanekaragaman hayati yang terancamrusak oleh adanya perubahan iklim akan mempengaruhi hilangnya sumber makanan dan sumberobat yang biasa digunakan dalam kehidupan tradisional mereka. Dampak dari perubahan iklim diPasifik Selatan tidak hanya berpengaruh pada kondisi lingkungan tetapi juga pada kondisi sosio-kultural di mana pada titik ini ilmu-ilmu social bisa ambil bagian dalam menganalisis dampak-dampakyang ditimbulkan tersebut (Gillespie, 2003 hal.7).Salah satu dampak yang dirasakan oleh penduduk di Pasifik Selatan adalah tenggelamnyabeberapa pulau di wilayah ini. Di Kiribati, dua pulau tidak berpenghuni yaitu Tebua dan Abanueatenggelam pada tahun 1999 (Kwa, 2008 hal.7). Beberapa pulau lainnya juga terancam tenggelamdan menyebabkan adanya relokasi penduduk yang hidup di pulau-pulau tersebut ke daerah yanglebih tinggi. Jika hal ini terus terjadi maka kemungkinan adanya migrasi dari wilayah-wilayah diPasifik Selatan sangat besar. Mereka yang bermigrasi dihadapkan pada adat dan kebiasaanmasyarakat setempat yang mungkin saja berbeda satu sama lain dan tidak menutup kemungkinanakan mengakibatkan permasalahan baru seperti konflik etnis.Penduduk di wilayah ini pada akhirnya tidak hanya akan kehilangan tanah mereka, SDA yangada dan gaya hidup tradisional mereka tetapi bahkan juga bisa kehilangan Negara mereka (Kwa,2008 hal.7). Jika terjadi hal yang demikian, status mereka sebagai Negara Bangsa juga akan hilang.Hilangnya tanah mereka berarti juga hilangnya identitas social-kultural.Oleh karena itu pemerintah Negara-negara di Pasifik Selatan perlu mencari solusi baikpolitik, ekonomi dan hukum terkait masalah perubahan iklim yang mengancam
indigenous people
melihat hubungan erat antara mereka dengan lingkungan di Pasifik Selatan.
Respon Terhadap Isu Perubahan Iklim di Pasifik Selatan
Tantangan utama bagi pemerintah di Pasifik Selatan adalah melindungi indigemous peopledari dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim meskipun konstitusi telah melindungi hak-hakdari
indigenous people
dan adat istiadat mereka namun masih belum menjamin keamanan merekadari dampak perubahan lingkungan tempat mereka hidup.Salah satu hal yang juga menjadi rintangan dalam isu perubahan iklim di Pasifik Selatanadalah ketidaktahuan indigenous people terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi. Padatahun 1997 dan 2000 ada dua program yang dijalankan di Pasifik Selatan yaitu
Pacific Islands ClimateChange Assistance Program
dan
Pacific Islands Framework on Climate Change, Climate Variability 
 
and Sea Level Rise
(Kwa, 2008 hal.9), kedua program tersebut bertujuan untuk memberikanpemahaman kepada penduduk Pasifik Selatan terhadap adanya perubahan iklim dan kenaikan levelair laut.
 
Di Vanuatu,
Environmental Management and Conservation Act 
tahun 2002 diadopsi sebagaisalah satu tujuan utama dalam melindungi, mempromosikan dan memperkuat nilai-nilai dan prinsip-prinsip tradisional yang berhubungan dengan konservasi alam (Kwa, 2008 hal.4). UNDP juga ikutserta dalam upaya melindungi penduduk Pasifik Selatan terkait dengan isu perubahan iklim denganmengajukan 4 proposal (Kwa, 2008 hal.6), dua dari empat rangkaian tindakan yang diajukan adalahadopsi kebijakan
sustainable carbon budgeting
dan adaptasi
 framework 
Kyoto 2012 tentangperubahan iklim. Kedua tindakan tersebut juga masih tergantung pada itikad baik para pemimpinpolitik dan masyarakat global. Negara-negara di Pasifik Selatan masih menitikberatkan kegiatanantisipasi perubahan iklim di masing-masing wilayahnya, yang mereka danai sendiri dan merekamasih cenderung pasif dalam merespon isu perubahan iklim (Campbell, 2010 hal.112).Isu perubahan iklim di wilayah ini mendorong Australia untuk menjadi salah satu donordalam upaya menangani dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Australia sebagai salah satukekuatan besar di wilayah Pasifik Selatan merespon dengan mengambil pendekatan pada isuperubahan iklim dengan memberikan dana bantuan dan mendesain strategi-strategi yang diperlukanuntuk menghadapi isu tersebut. Salah satu proyek yang didanai adalah
Reduced Emissions fromDeforestation and Degradation
atau REDD (Kwa, 2008 hal.10).
Kesimpulan
Perubahan iklim memberikan dampak negatif kepada
Indigenous people
di Pasifik Selatan.Ancaman utama yang sedang dihadapi adalah kenaikan level air laut yang dapat menenggelamkanNegara-negara kepulauan di wilayah tersebut. Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada kondisilingkungan saja tetapi juga berpengaruh pada kondisi social dan kultural dari
indigenous people
diPasifik Selatan.Meskipun langkah-langkah penanganan pada level domestik dan regional ditingkatkan tetapibila Negara-negara lain di luar regional ini tetap menghasilkan emisi karbon tetap saja Pasifik Selatanakan terkena dampak perubahan iklim karena meskipun berbeda wilayah administratif padadasarnya masyarakat global berbagi satu planet yang sama sehingga
what happened here, mattersover there
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->