KONTRIBUSI EFEK RUMAH KACA (
GREEN HOUSE EFFECT
)TERHADAP PEMANASAN GLOBAL
Eka Danar Nur Endra, Endang Supriyatna, Faisal Adriansyah
Sekolah Menengah Analis Kimia BogorPENDAHULUANLatar Belakang
Keadaan suhu di bumi sekarang ini semakin hari semakin panas kita rasakan. Suhu pun tidak stabil. Cuaca yang tidak menentu membuat kehidupan di muka bumi ini terancam.Pembangunan gedung-gedung besar dan tinggi serta pembabatan hutan secara liar merupakansalah satu penyebab makin panasnya suhu bumi – karena tidak seimbangnya kadar karbondioksida di udara dengan polusi yang ditimbulkan oleh msin-mesin industri, asap kendaraan bermotor, dan lain-lain.Sejak revolusi industri tahun 1750, industrialisasi di dunia – khususnya di Eropa terusmeningkat. Ini menyebabkan kadar gas yang berbahaya semakin tajam. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat orang lupa akan kelestarian lingkungannya, namunseiring dengan itu usaha-usaha perbaikan lingkungan pun gencar dilaksanakan.Pada tahun 1824, Joseph Fourier menemukan bahwa atmosfer dapat diterobos(permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semuacahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu dapat dipantulkan keluar, dengan demikianmaka atmosfer Bumi menjebak panas. Hal inilah yang merupakan prinsip rumah kaca. Ketikaradiasi matahari tampak maupun tidak tampak dipancarkan ke bumi, energi radiasi matahariitu diserap oleh berbagai gas yang ada di atmosfer, 34% dipantulkan oleh awan dan permukaan bumi, 42% membuat bumi menjadi panas, 23% menguapkan air, dan hanya0,023% dimanfaatkan tanaman untuk berfotosintesis.Malam hari permukaan bumi memantulkan energi dari matahari yang tidak diubahmenjadi bentuk energi lain seperti diubah menjadi karbohidrat oleh tanaman dalam bentuk radiasi inframerah. Tetapi tidak semua radiasi panas inframerah dari permukaan bumi tertahanoleh gas-gas yang ada di atmosfer. Gas-gas yang ada di atmosfer menyerap energi panas pantulan dari bumi.