Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Waduk Cirata

Waduk Cirata

Ratings: (0)|Views: 426|Likes:
Published by viyrha

More info:

Published by: viyrha on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/02/2013

pdf

text

original

 
Waduk Cirata
Tujuan awal dibangunnya waduk cirata adalah menyalurkan penduduk yang daerahnya terendam air karena pembendungan untuk memenuhi kebutuhanhidupnya melalui alternative mata pencaharian diantaranya dalam pertanian, bisnis, agrilokal, transmigrasi, transportasi air,budidaya ikan (KJA) dan mina padi.Waduk Cirata merupakan salah satu waduk yang dibangun di DASCitarum, yang pada saat pembangunannya ditujukan sebagai pembangkit tenagalistrik. Waduk yang dibangun pada tahun 1988 ini berada pada ketinggian 221 mdari permukaan laut, mempunyai wilayah luas tangkap-an air 603.200 Ha, luas6.200 Ha, Kedalaman maximum Waduk Cirata ini hingga 100 m. Topografi tanahyang berbeda- beda menyebabkan perbedaan kedalaman. kedalaman rata-rata 34,9m dan volume 2.165 x 10 6 m 3 .Seperti waduk-waduk lain, sejak menjadigenangan yang relatif permanen maka waduk Cirata merupakan badan air besar yang mempunyai karakteristik ekositem perairan umum yang memiliki berbagai potensi dibidang sosial-ekonomi; seperti sumber pengairan sawah, sumber air  bersih industri, sumber air minum (MCK), tempat budidaya ikan, tempat rekreasidan sarana perhubungan.
 
Waduk Cirata dibagi menjadi 3 bagian yaitu zonasiKabupaten Bandung Barat, zonasi Kabupaten Cianjur, zonasi Purwakarta.PLTA Cirata merupakan Proyek Induk Pembangkit Hidro Jawa Barat(Pikitdro Jabar) yang dapat membangkitkan energi listrik rata-rata sebesar 1.426 juta kilowat/jam pertahun. Ke depan danau Cirata akan dikembangkan menjaditempat educationol tourism bagi para pelajar dan mahasiswa dan saranarekreasi,terutama rekreasi air.
Situ Lengkong
Situ Lengkong memiliki luas kurang lebih 67,2 hektare, sedangkan NusaLarang mempunyai luas sekitar 16 hektare. Pulau ini telah ditetapkan sebagaicagar alam sejak tanggal 21 Februari 1919. Nusa Larang ini pada zaman Kolonial
 
Belanda dinamai juga Pulau Koorders sebagai bentuk penghargaan kepada Dr Koorders, seorang pendiri sekaligus ketua pertama
 Nederlandsch IndischeVereeniging tot Natuurbescherming 
, yaitu sebuah perkumpulan perlindunganalam Hindia Belanda yang didirikan tahun 1863. Situ Lengkong termasukedalam wilayah Desa/Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. DalamBahasa Sunda; kata
 situ
artinya danau. Situ Lengkong atau dikenal juga denganSitu Panjalu terletak di ketinggian 700 m dari permukaan laut. Di tengah danautersebut terdapat sebuah pulau yang dinamai Nusa Larang atau Nusa Gede.Situ Lengkong merupakan danau alami,sumber masukkan air berasal dariair hujan,meskipun begitu Situ tidak pernah mengalami penyurutan air yangdrastis.Pada musim hujan kedalaman bisa mencapai 4m ataupun lebih tergantungcurah hujan.Pada musim kemarau hanya mengalami penyurutan 0,5m saja.SituLengkong dan Nusa Larang merupakan objek wisata budaya dan wisataalami.Para pengunjung yang datang selain berekreasi di sekitar Situ juga menjaditempat berziarah ke pemakaman Raja-raja Panjalu dan Keturunan PrabuSanghyang Borosngora.Kegiatan wisata lainnya yaitu berkemah,memancing.Pemanfaatan lainnya yaitu air Situ digunakan untuk mengairi sawah (irigasi),selain itu masyarakat sekitar juga menggunkannya untuk mandi atau mencuci.Situ Lengkong juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk budidayaKJA. Ikan yang di budidayakan diantaranya ikan tawes,ikan nila dan ikanmas.Kegiatan budidaya terpisah dengan daerah wisata,terdapat didaerah outletyaitu di daerah Ranjeng.Penggunaan KJA di Situ Lengkong belummaksimal,kegiatan budidaya masih berskala kecil dan masih sedikit pemanfaatannya sebagai tempat budidaya.Dikarenakan faktor ekonomimasyarakat setempat,sehingga mereka memanfaatkan Situ Lengkong hanyadengan memancing atau menangkap ikan yang hidup di Situ tersebut.Masyarakatmenggunakan jaring apung(lift net) untuk menangkap ikan.Penggunaan lift net pada malam hari dengan bantuan cahaya lampu untuk menarik perhatian ikan.
 
I.Permasalahan Utama Yang Dihadapi Pembudidaya Keramba JaringApung Di Waduk Cirata
Waduk Cirata Selain berfungsi sebagai PLTA, dimanfaatkan masyarakatsekitar untuk diambil ikannya ataupun untuk budidaya ikan di keramba jaringapung (KJA). Terdapat sebanyak 52.000 petak jaring apung yang dimiliki sekitar 12.000 petani ikan. Sebenarnya jumlah jaring apung tersebut sudah jauh melebihikapasitas yang ditetapkan pengelola waduk. Seharusnya, dari luas waduk sekitar 62.000 hektare, hanya satu persennya yang boleh dimanfaatkan untuk aspek ekonomis, termasuk jaring apung. Idealnya, hanya ada 12.000 petak jaring apungdi Waduk Cirata. Hal ini menyebabkan pencemaran nutrient dan mengakibatkan blooming fitoplankton dan hanya akan menjadi genangan sampah. Hal tersebutterjadi karena tidak ada ketegasan dari instansi terkait terhadap jumlah KJA diWaduk Cirata.Sebagian besar dari berbagai potensi yang ada di waduk Cirata dayagunanya sangat tergantung pada kualitas badan air waduk,dimana jika kualitas air menurun atau terpolusi maka potensi-potensi tersebut akan hilang dengansendirinya. Berkenaan dengan hal tersebut maka mempertahankan kualitas air waduk pada kisaran kondisi yang mampu mendukung berbagai kegiatan sangatdiperlukan. Ini berarti bahwa segala bentuk proses perubahan kearah penurunankualitas badan air waduk Cirata harus dihindarkan. Proses penurunan kualitas air inilah yang biasa dikenal sebagai pencemaran air.Air Waduk Cirata tercemar limbah logam berat jenis timbal dan tembagahingga melebihi standar baku air. Kondisi itu menurunkan kualiatas ikan hasil budidaya, menambah ongkos pemeliharaan turbin akibat tingginya laju korosi,dan mengancam kesehatan manusia. Hasil peneliian Badan Pengelolan Waduk Cirata (BPWC) pada triwulan pertama dan kedua 2008 menunjukkan kadar timbaldi sejumlah lokasi penelitian mencapai 0,04 miligram (mg) perliter pada triwulan pertama dan 0,11 mg per liter pada triwulan kedua. Adapun kadar tembagamencapai 0,03 mg perliter pada triwulan pertama. Padahal ambang batas idealuntuk nair baku minum, perikanan dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->