Metropolitan di Indonesia
14
luas kota yang lebih kecil, dan ada pula kota-kota dengan penduduk lebih kecil tetapimempunyai sifat kekotaan yang mencolok.Dalam kerangka seperti itu, bagian ini akan membahas definisi metropolitan yaitudengan: pertama, membahas sejarah penggunaan kata dan terbentuknya metropolitan;kedua, membahas ciri-ciri metropolitan; ketiga, menjelaskan struktur metropolitan; dandi akhir merumuskan definisi metropolitan.
Sejarah Penggunaan Istilah dan Terbentuknya Metropolis
Kata metropolitan atau metropolis (metropolitan sebagai kata sifat, metropolis sebagaikata benda) telah banyak digunakan untuk menunjukkan berbagai realita perkotaan yang berbeda-beda. Apakah sebetulnya yang dimaksud dengan metropolitan atau metropolisini? Apabila dikaji dari sudut pandang historis dan leksikal (
etimology
), istilahmetropolis berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni berasal dari kata
meter
yang berartiibu dan kata
polis
yang berarti kota (Wackermann, 2000). Pada masa itu, secara harafiah,metropolis dapat diartikan sebagai “kota ibu” yang memiliki kota-kota satelit sebagaianak, namun dapat juga berarti pusat dari sebuah kota, sebuah kota-negara (
city-state
),atau sebuah propinsi di kawasan Mediterania, sehingga dapat dikatakan juga bahwa padamasa itu istilah “metropolis” memiliki konotasi yang berkaitan dengan
fatherland
.Hingga saat ini konotasi tersebut masih digunakan, istilah
Metropolitan France
misalnyamengacu pada bagian dari Republik Perancis yang berada di Eropa, yakni daratanPerancis dan Korsika sebagai
mother country
, di samping wilayah-wilayah di luar itusebagai bekas koloni yang bergabung dalam Republik Perancis. Istilah metropolitan jugadikatakan sebagai berasal dari kata
“metro”
yang mengambil kata dari sistem“perkereta-apian ringan” (
light train system
) di wilayah perkotaan. Kebutuhan sistemtransportasi perkotaan tersebut adalah akibat dari pertumbuhan kota yang sudahmempunyai sistem
“commuter”
penduduk perkotaan, misal dari kota-kota
“dormitory”
ke kota induknya.
“The metropolitan area is created by combining those counties whichare integrated in terms of commuting with the central city and the county in which it lies.”
(Bourne, 1971, hal. 15)Istilah metropolis juga digunakan untuk: …
“to denote the central city in ametropolitan area”
(Bergel, 1955, hal. 121-131). Secara statistik, Bourne (1971,
Internal Structure of The City,
hal. 50) mengindikasikan dalam suatu definisi bagi istilahmetropolitan yang dikategorikan dalam dua pertimbangan utama:
“
First
, a city or cities of specified population to constitute the central city and todefine the county in which it is located as the central county; and
second
, economicand social relationships with contiguous counties which are metropolitan incharacter, so that the periphery of the specific metropolitan area may bedetermined”
Setelah Perang Dunia Kedua, istilah metropolis seringkali digunakan sebagai katayang sinonim dengan istilah “ibu kota”. Baru pada akhir tahun 1970 an istilah inimenjadi objek pendekatan keilmuan untuk mengkaji ledakan pertumbuhan perkotaan, perluasan kawasan perkotaan, dan migrasi perkotaan. Secara cepat istilah ini kemudian berkembang menjadi istilah yang berkaitan dengan kajian penemuan kembali danrehabilitasi dari pusat kota dan aglomerasi perkotaan modern (Wackermann, 2000).
Leave a Comment