• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
6Infrastruktur
T
RANSPORTASI
 Pendahuluan
Transportasi adalah pergerakan orang dan/atau barang dari satu lokasi ke lokasi lain darisatu pusat kegiatan ke pusat kegiatan lain. Transportasi bukan merupakan suatu tujuanakhir, melainkan turunan dari permintaan, misalnya pergerakan untuk tujuan kerja,rekreasi, pengumpulan bahan baku, distribusi barang produk, dan lain-lain. Pergerakanorang/barang antar lokasi tersebut dalam skala lokal sampai global, misalnya pergerakanantar pusat kegiatan dalam suatu kota sampai pergerakan antarnegara.Untuk skala metropolitan, tujuan akhir dari transportasi adalah terpenuhinya permintaan pergerakan orang/barang dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakatmetropolitan terkait, yakni untuk menuju terwujudnya metropolitan yang nyamansebagai tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat rekreasi. Selanjutnya, bagaimanatransportasi dapat menunjang terwujudnya suatu wilayah metropolitan yang sejahteratergantung dari karakteristik wilayah terkait. Misalnya, kebutuhan fasilitas dan layanantransportasi untuk wilayah kota industri berbeda dengan untuk kota pendidikan.Hubungan antara fasilitas dan layanan transportasi dengan wilayah terkaitmerupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa sistem/subsistem sebagai berikut:a)
 
Sistem Kegiatan, yakni pusat-pusat penduduk dengan kegiatannya, misalnyawilayah metropolitan, kawasan perumahan, kawasan perdagangan, dan sebagainya;Sistem / Sub-sistem Kegiatan ini membangkitkan (produksi dan tarikan) pergerakanyang membutuhkan fasilitas dan layanan transportasi b)
 
Sistem Jaringan, yakni jaringan dan simpul-simpul fasilitas & layanan transportasi,misalnya jaringan jalan raya (arteri, kolektor, lokal), jaringan rel kereta-api, jaringanlayanan transportasi umum, bandara udara, pelabuhan laut, dan lain-lain;Sistem/Sub-Sistem Jaringan melayani pergerakan Sistem Kegiatan sebagai suatusistem, misalnya longsornya sebagian kecil jalan tol Cipularang praktismelumpuhkan fungsi utama jalan tol tersebut, yakni jalan tol Jakarta-Bandung;
 
Metropolitan di Indonesia
198
dengan tidak terpenuhinya tujuan akhir transportasi Jakarta-Bandung tersebut, makahal ini selanjutnya juga berdampak terhadap peran sistem/subsistem jaringanlainnya, misalnya peningkatan peran jaringan layanan kereta api dan jaringan jalanalternatif lainnya.c)
 
Sistem Pergerakan, yakni pergerakan orang dan/atau barang berdasar jumlah, tujuan,lokasi asal-tujuan, waktu perjalanan, jarak atau lama perjalanan, kecepatan,frekuensi, moda yang digunakan, dan sebagainya; Sistem Pergerakan adalah bangkitan pergerakan yang dihasilkan Sistem Kegiatand)
 
Ketiga sistem/sub-sistem di atas saling terkait, makin tinggi kuantitas dan kualitasSistem Kegiatan dan/atau Sistem Jaringan, makin tinggi pula pergerakan yangdihasilkan; sebaliknya makin tinggi kuantitas dan kualitas Sistem Pergerakan, makintinggi pula dampak yang ditimbulkan terhadap Sistem Kegiatan dan SistemJaringan.Sebagaimana disinggung di atas, transportasi bukan tujuan akhir tetapi timbul akibatadanya permintaan Sistem Kegiatan. Peran transportasi terhadap perkembangan dan pertumbuhan wilayah metropolitan tercermin dari interaksi antara Sistem Jaringan danSistem Pergerakan dengan Sistem kegiatan wilayah perkotaan. Setiap perubahan atau perkembangan Sistem Kegiatan akan menimbulkan perubahan atau kenaikan pergerakan(volume, jarak, dsb.); perubahan dan perkembangan ini dilayani melalui pengelolaan dan pengembangan Sistem Pergerakan (misalnya lalu-lintas dua arah menjadi lalu-lintas satuarah) dan/atau Sistem Jaringan (misalnya pelebaran jalan); pada gilirannya, peningkatanfasilitas dan layanan transportasi akan meningkatkan perkembangan Sistem Kegiatan,meningkatkan bangkitan pergerakan, dan menimbulkan kemacetan baru, dst.; siklus iniadalah peran “pasif” dari Sistem Pergerakan dan/atau Sistem Jaringan dalam melayani perubahan dan perkembangan Sistem Kegiatan. Sebaliknya, Sistem Pergerakan dan/atauSistem Jaringan juga dapat berperan “aktif” terhadap perkembangan Sistem Kegiatan; pengelolaan serta pengembangan Sistem Pergerakan dan/atau Sistem Jaringan dapatmemberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan Sistem Kegiatan;misalnya penerapan lalu-lintas satu arah serta pelarangan parkir tepi jalan (
on-street  parking 
) pada suatu koridor jalan dapat mengakibatkan dampak negatif berupa matinyakegiatan ekonomi sepanjang koridor tersebut khususnya pada lokasi-lokasi yang tidak memiliki lahan parkir khusus (
off-street parking 
). Sebaliknya, pengalihan rute angkutanumum pada satu koridor dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan perkembangan Sistem Kegiatan sepanjang koridor tersebut (misalnya meningkatnyakegiatan transaksi kawasan perbelanjaan); demikian pula pembangunan serta peningkatan kualitas jaringan jalan ke arah timur-barat dibarengi dengan penurunankualitas jaringan jalan ke arah selatan akan memberikan dampak positif mendorong perkembangan Sistem Kegiatan ke arah timur-barat sekaligus dampak negatif terhadap perkembangan ke arah selatan; pembangunan Sistem Jaringan juga dapat membelahkehidupan sosial suatu Sistem Kegiatan.Peran “pasif dan aktif” Sistem Jaringan tersebut pada gilirannya juga mengarahkan perencanaan dan pembangunan sistem infrastruktur lainnya (jaringan listrik, telepon, air  bersih, limbah, dsb.); perencanaan dan pembangunan Sistem Jaringan juga merupakan perencanaan dan pembangunan struktur Sistem Kegiatan; Peran strategis Sistem
 
 Infrastruktur 
199
Jaringan tersebut menyebabkan pembangunan Sistem Jaringan tidak saja komplekstetapi juga menyangkut dana besar serta sekali dibangun tidak mudah untuk di ubah-ubah.Ketiga sistem di atas dengan karakteristik serta keterkaitannya juga dipengaruhi olehkeberadaan serta kesiapan Sistem Kelembagaan yang terdiri atas:a)
 
aspek legal, yakni kesiapan serta kesesuaian UU, PP, kebijakan, RTRW, dsb;misal kebijakan walikota untuk lebih mementingkan “makan” ketimbang“macet” mengakibatkan perubahan guna lahan perumahan menjadi pusat perbelanjaan; penerapan sistem setoran dibandingkan dengan sistem gaji bulanan mengakibatkan kemacetan akibat sopir angkutan umum mengejar setoran tanpa menghiraukan ketertiban serta rambu-rambu lalu-lintas. b)
 
aspek organisasi, yakni kesiapan serta kejelasan pembagian tugas, tanggung jawab, serta koordinasi intra dan antar unit-unit organisasi pemerintah, duniausaha, serta masyarakat; misal kemacetan yang ditimbulkan akibat buruknyaorganisasi antar sektor dalam masalah klasik gali-tutup lubang jalan untuk listrik, air minum, telepon.c)
 
aspek sumber daya insani, yakni kesiapan sumber daya insani (
operator, user,non-user, regulator, dsb.)
misalnya pelanggaran RTRW karena ketidaksiapansumber daya insani pengawasan / pengendalian.d)
 
aspek keuangan, yakni kesiapan serta kesesuaian pendanaan, misal terlambatnya pembangunan jalan layang karena adanya masalah pencairan dana pinjamanluar negeri.Selanjutnya sistem-sistem di atas juga dipengaruhi oleh Sistem Lingkungan Internal danEksternal dengan dinamika perubahannya:a)
 
internal – aspek ekonomi, sosial-budaya-politik, fisik, teknologi; misalnya tidak ada becak di Padang karena aspek budaya setempat; sebaliknya tidak ada becak di Lembang karena kondisi fisik geografisnya b)
 
eksternal – aspek ekonomi, sosial-budaya-politik, fisik, teknologi; misalnyadampak bom Bali terhadap transportasi wisata asing ke Indonesia.Akhirnya semua sistem di atas saling terkait dalam suatu Sistem Spatial mulai dariskala lokal, regional, nasional, sampai global; misalnya adanya pertemuan APEC diBogor (kegiatan ekonomi tingkat internasional dengan lokasi di luar Bandung) sertaadanya keputusan Gubernur DKI Jakarta untuk meliburkan Jakarta (aspek legal juga dariluar Bandung); hal ini mengakibatkan penduduk Jakarta mengalir ke Bandung untuk liburan panjang, pada gilirannya berbagai faktor eksternal tersebut mengakibatkantransportasi Bandung macet total sepanjang hari.Secara singkat transportasi merupakan suatu sistem/subsistem yang kompleks;Sistem Kegiatan, Sistem Jaringan, dan Sistem Pergerakan merupakan sistem yang saling berhubungan. Ketiga sistem ini dipengaruhi oleh Sistem Kelembagaan, yangkesemuanya juga dipengaruhi oleh Sistem Internal dan Eksternal serta Sistem Spatial(lihat
GAMBAR 6 - 1
).
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...