Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
2Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Ajar Dosen Filsafat Ilmu Dipakai Tg 28 Feb 2013

Buku Ajar Dosen Filsafat Ilmu Dipakai Tg 28 Feb 2013

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
Published by rusinfor

More info:

Published by: rusinfor on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2014

pdf

text

original

 
Bahan Ajar DosenRingkasan
FILSAFAT ILMU
olehProf. Dr. Bambang Triadjiuntuk :Mahasiswa Pasca Sarjana Tahun 2012/2013 Kelas PBI A dan TPm C
Pascasarjana (S2)
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG
1
 
BAB IKE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
A.ILMU DAN FILSAFAT
Menurut Jujun S. Suria Sumantri, jenis manusia dalam kehidupan ini berdasarkan pengetahuannya dibedakan sebagai berikut :1.Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya2.Orang yang mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya3.Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang diketahuinya4.Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya.Orang yang dapat memperoleh pengetahuan yang benar apabila orang tersebut termasuk golongan 1 dan sekaligus 2 yaitu :1.Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya2.Orang yang mengetahui apa yang tidak diketahuinyaDengan demikian maka filsafat didorong untuk mengetahui :1.Apa yang telah kita ketahui2.Apa yang belum kita ketahuiPengetahuan diperoleh dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu danfilsafat dimulai dari kedua-duanya.Orang mampu berfilsafat apabila :1.Rendah hatiMemahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecildibandingkan dengan kebesaran alam semesta.Filsuf Faust mengatakan : ”Nah disinilah aku, si bodoh yang malang, tak lebih pandai darisebelumnya”. Socrates menyadari kebodohannya dan bilang ” Yang saya ketahui adalahbahwa saya tak tahu apa-apa”2. Bersedia untuk mengoreksi diri, berarti berani berterus terang terhadap seberapa jauhkebenaran yang sudah kita jangkauIlmu merupakan pengetahuan yang kita alami sejak di bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terangkepada diri sendiri :1.Apakah yang sebenarnya saya ketahui tentang ilmu2.Apakah ciri-ciri yang hakiki tentang ilmu dibanding dengan yang bukan ilmu3.Bagaimanakah saya tahu bahwa ilmu yang saya ketahui memang benar 4.Kriteria apa untuk menentukan kebenaran.Berfilsafat antara lain meliputi :1.Apakah ilmu yang telah ada sudah benar 2.Mengapa kita harus mempelajari ilmu3.Apakah kegunaan ilmu itu4.Apakah ilmu yang ada sudah meliputi semua aspek kehidupan5.Di manakah batas cakupan ilmu.Apakah ada aspek kehidupan yang tidak dapat dijelaskanoleh ilmu6.Apakah kelemahan dan kekurangan ilmuPada hakekatnya berfilsafat adalah merenung. Orang berfilsafat diibaratkan sepertiseseorang di malam hari yang cerah memandang ke langit melihat bintang-bintang yang bertaburan dan merenungkan hakekat dirinya dalam lingkungan alam semesta. Di samping itu2
 
 juga memperhatikan tanah tempat berpijaknya dan berkeinginan untuk membongkarnya secarafundamental. Hamlet berkata ” Ah Horaito, masih banyak lagi di langit dan di bumi, selain yangterjaring dalam filsafatmu ”. Inilah karakteristik berpikir filsafat yang pertama yaitu
menyeluruh”.
 Namun demikian ilmuwan juga memiliki kelemahan. Sebagai contohnya, ahli fisikanuklir memandang rendah ahli ilmu sosial, lulusan IPA merasa lebih tinggi dibanding lulusanIPS, ilmuwan memandang rendah pengetahuan lain, ilmuwan meremehkan moral, agama, danestetika.Sebaiknya ilmuwan tersebut menengadah ke bintang-bintang dan kalau dia normal akan berkata Lho, kok masih ada langit lain di luar tempurung kita” dan akhirnya dia menyadarikebodohannya. Pada saat itu Socrates berkata : ”Ternyata saya tak tahu apa-apa”.SelanjutnyaSocrates berpikir filsafati sebagai berikut :1.Dia tidak percaya bahwa ilmu yang sudah dimilikinya itu benar 2.Apakah kriteria untuk menyatakan kebenaran3.Apakah kriteria yang digunakan tersebut sudah benar 4.Apakah hakekat kebenaran itu sendiri.Socrates berpikir tentang ilmu secara mendalam dan ini merupakan karakteristik berpikir filsafat yang kedua yaitu
mendasar.
Pertanyaan-pertanyaan berputar-putar dan melingkar yang seharusnya mempunyai titik awal dan titik akhir.Namun bagaimana menentukan titik awal? Akhirnya untuk menentukantitik awal, kita hanya berspekulasi. Inilah karakteristik berpikir filsafat yang ketiga yaitu
 spekulatif.
 Ciri filsafat adalah spekulatif dalam arti bahwa untuk menembus suatu rangkaian pengetahuan harus dengan penjelajahan berbekal asumsi, meskipun dengan asumsi yangspekulatif. Contoh, dengan adanya UFO (
Unidentified Flying Object 
), manusia mulai berpikir  bahwa manusia bukan satu-satunya penghuni alam semesta (lihat Lampiran I).Akhirnya kita menyadari bahwa semua pengetahuan yang sekarang ada dimulai darispekulasi. Dari serangkaian spekulasi kita dapat memilih buah pikiran yang dapat diandalkanyang merupakan titik awal dari penjelajahan pengetahuan. Dengan demikian lengkaplah tigakarakter berpikir filsafat yaitu menyeluruh, mendasar, dan spekulatif.
B.Filsafat Peneratas Pengetahuan
Seorang yang skeptis berkata : Sudah ribuan tahun orang berfilsafat namun selangkahpundia tidak maju. Sepintas lalu kelihatannya memang demikian namun kesalahpahaman tersebutdijawab oleh Will Durant.Will Durant mengatakan : Filsafat diibaratkan sebagai pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri sedangkan infanteri sebagai ilmu. Filsafatlah yangmemenangkan tempat berpijak bagi ilmu, setelah itu ilmulah yang menyempurnakankemenangan. Setelah penyerahan dilakukan, maka filsafatpun pergi untuk menjelajah kembalike tempat lain.Semua ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, semula sebagai filsafat, contohnya IlmuFisika yang ditulis oleh Issac Newton semula bernama Filsafat Alam dan menurut Will Durant,setiap ilmu dimulai dari filsafat dan diakhiri dengan seni. Contoh lainnya, nama asal ekonomiadalah filsafat moral.Dulu bidang penjelajahan ilmu luas, kemudian dalam perkembangan selanjutnyamenyempit atau bersifat sektoral. Sebagai contoh filsafat moral dikaitkan dengan kegiatanmanusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kemudian berkembang menjadi ilmuekonomi.3

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->