Di bawah ini, saya coba untuk menerjemahkan dan membahas Wirid Hidayat Jati (asli- nya berbahasa Jawa) yang terkenal sebagai tulisan dari pujangga kraton Surakarta, ya- itu R.Ng. Ronggowarsito, sbb :
Sajatine ora ana apa-apa aw it duk maksih awang-uw ung dur ung ana sawiji- w iji, kang ana dhingin Ingsun, sajatine kang maha suci anglimputi ing sipat- Ingsun, anartani ing asmanIngsun, amratandhani ing apngalIngsun.
(Sesungguhnya tidak ada apa pun ketika masih sunyi hampa belum ada sesuatu, yang paling awal adanya adalah AKU, sesungguhnya yang Maha Suci meliputi sifatKU, me- nyertai namaKU, menandakan perbuatanKU).
Nasehat di atas menunjukkan kepada kita bahwa pada mulanya alam semesta ini tidak ada, semuanya masih sunyi hampa (awang-uwung), yang paling dahulu ada adalah A- KU (Allah). Jadi tidak ada sesuatu pun yang mendahului adanya AKU (Allah), dalam a- jaran agama Islam biasa disebut bahwa Allah bersifat Qidam (Dahulu tidak ada yang mendahului), dan AKU (Allah) adalah sumber dari segala sesuatu.
sajatine Ingsun dat kang amurba amisesa kang kawasa anitahake sawiji-wi- ji, dadi sanalika, sampur na saka kodrat Ingsun, ing kono w us kanyatan pr a- tandha-ning apngalIngsun kang minangka bebukaning ir adatIngsun, kang dhingin Ing-sun anitahake kayu aran sajar atulyakin tumuwuh ing sajroning alam ngadam-makdum ajali abadi. N uli cahya aran nur muhammad, nuli kaca aran mir hatul-kayai, nuli nyawa aran roh ilapi, nuli damar aran kan- dil, nuli sesotya ar an da-r ah, nuli dhindhing jalal ar an kijab. Iku kang mi- nangka w arananing kalar at-Ingsun.
tanda perbuatanKU yang sebagai pembuka kehendakKU, yang pertama AKU mencipta- kan Kayu bernama Sajaratulyakin tumbuh di dalam alam yang sejak jaman azali (da- hulu) dan kekal adanya. Kemudian Cahya bernama Nur Muhammad, berikutnya Kaca bernama Mir\u2019atulhayai, selanjutnya Nyawa bernama Roh Idhofi, lalu Lentera (damar) bernama \u2018Kandil\u2019, lalu Permata (sesotya) bernama Darah, lalu dinding pembatas ber- nama Hijab. Itu sebagai tempat kekuasaanKU (Allah).
Nasehat di atas menunjukkan pada kita bahwa AKU (Allah) merupakan dzat yang ma- ha kuasa yang kuasa menciptakan segala sesuatu hanya dengan satu sabda saja yaitu KUN, maka seketika jadi (FA YAKUN), semua ciptaannya sempurna sebagai pertanda perbuatan (af\u2019al)KU (Allah).
Pertama diciptakan adalah Pohon (kayu) bernama SajaratulYakin, mungkin yang di-
maksudkan adalah sajaratulkaun (pohon kejadian) yang merupakan awal dan asal mu-
la penciptaan.
Kedua diciptakan Cahaya yang diberi nama Nur Muhammad . Menurut beberapa ahli, nur muhammad ini merupakan bibit alam semesta. Nur Muhammad dimaksudkan ada- lah bukan sebagai cahaya dari muhammad, nabinya orang Islam, melainkan secara bahasa berarti cahaya yang terpuji, sehingga dikatakan sem ua ciptaan pasti ber-
Ketiga Allah menciptakan Kaca bernama Miratulhayai (Cermin Kehidupan atau Cermin Malu), dimana ada sebagian ahli yang mengatakan bahwa setelah diciptakannya Cer- min ini, Nur Muhammad akhirnya dapat melihat wujudnya, yang mengakibatkan diri- nya bergetar hebat dan berkeringat, dari tetesan keringat inilah makhluk hidup ber- asal.
Keempat diciptakan Nyawa yang diberi nama Roh Idhofi.
Kelima diciptakan Lentera yang diberi nama Kandil.
Keenam diciptakan Permata diberi nama Darah
Ketujuh diciptakan dinding pembatas antara kehidupan fisik dan non fisik, antara yang kasar dan halus, yang disebut hijab. Hijab ini sendiri dalam keilmuan banyak jenisnya, (insya allah suatu saat akan saya bahas juga).
Sajatine manungsa iku rahsanIngsun lan Ingsun iku r ahsaning manungsa, kar ana Ingsun anitahake adam asal saka anasir patang prakara, bumi, ge- ni, angin, banyu. Iku kang dadi kaw ujudaning sipat Ingsun, ing kono Ingsun panjingi mu-dah limang pr akara, nur , r ahsa, r oh, napsu, budi. Iya iku mi- nangka w arananing wajah Ingsun kang maha suci.
Sesungguhnya manusia itu rahsaKU dan AKU itu rahsanya manusia , karena AKU menciptakan Adam berasal dari empat perkara, bumi, api, angin, air. Itu sebagai per- wujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. I- tulah sebagai perwujudan wajahKU yang maha suci.
Nasehat ke-3 menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai \u2018rahsa\u2019 (bukan rasa,
sebab antara rasa dan rahsa dalam keilmuan jawa berbeda) dari Allah, dan Allah itu
sebagai \u2018rahsa\u2019 dari manusia. Yang dimaksud adalah bahwa Allah menciptakan manu-
sia menurut gambaranNya atau menurut citraNya, seperti pernah saya kemukakan
bahwa pada tubuh manusia tertulis huruf ALLAH, yaitu : (terlihat saat mengangkat
Leave a Comment
TQ. Huhhh... very deep spiritual teachings. As symbolised by Ahlul Hakeqat : "Kuntom Kunzun Makphian..." I'm a hidden treasures. I love myself to be known, that's why I created the Makhlok.... If there is no feeling of love, the secrete hidden treasures will never been known... So God sits at the drawing board, created Adam's face in His own image. Please don't laugh at my poor translation. hehe.
kalau di pikir yg namanya agama jawa dan islam itu ujungnya satu kok di Islam dikenal sebagai Allah di Jawa dikenal sebagai Hyang Widi => sesuatu yg tunggal dan sama seperti Islam.. Allah adalah satu.. Yang Widi adalah satu seperti yg dinyatakan di Islam.. Islam adalah agama penyempurnaan dari agama2 yg sebelumnya.. agama apa aja? biarlah waktu yg menjawab