Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uji Cemaran Mikroba Pada Makanan Dan Minuman

Uji Cemaran Mikroba Pada Makanan Dan Minuman

Ratings: (0)|Views: 1,066|Likes:
Published by Dika Gexyun

More info:

Published by: Dika Gexyun on Apr 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/21/2014

pdf

text

original

 
UJI CEMARAN MIKROBA PADA MAKANAN DAN MINUMAN(SUSU, DAGING, IKAN)1.1
 
Definisi Uji Cemaran Bakteri Pada Makanan dan Minuman
Pengawasan mutu dan keamanan produk makanan dan minuman sangat pentingdilakukan guna memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa produk-produk yangmega gunakan dan konsumsi memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Pengujian cemaran bakteri dilakukan pada sediaan obat, obat tradisional, makanan,minuman, kosmetika, dan alat kesehatan. pengujian cemaran bakteri mencakup berbagaicara, seperti:1.
 
Angka lempeng total (ALT)2.
 
Metode filtrasi3.
 
Angka kapang-khamir (AKK)4.
 
Pemeriksaan bakteri patogen
1.2
 
Manfaat Pengujian Bakteri
Tingkat konsumsi masyarakat terhadap obat, obat tradisional, makanan, dan minumancenderung terus bertambah seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Namundemikian, masih banyak masyarakat yang belum menyadari risiko dan dampak mengonsumsi suatu produk yang tidak memenuhi kuaitas secara mikrobiologis terhadapkesehatan. oleh karena itu tujuan pemeriksaan dan pengawasan terhadap mutu produk secara mikrobiologis adalah untuk mejamin keamanan, keselamatan, dan kesehatanmasyarakat dalam mengonsumsi atau menggunakan produk-produk tersebut.
1.3
 
Jenis-Jenis Pengujian Bakteri Patogen Pada Makanan1.
 
Uji Indol
Uji Indol bertujuan untuk menentukan kemampuan bakteri dalam memecahasam amino triptofan. Media ini biasanya digunakan dalam indetifikasi yang cepat.Hasil uji indol yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan (cincin) berwarna merah muda pada permukaan biakan, artinya bakteri ini tidak membentuk indol dari tryptopan sebagai sumber karbon, yang dapat diketahuidengan menambahkan larutan kovacs. Asam amino triptofan merupakan komponenasam amino yang lazim terdapat pada protein, sehingga asam amino ini dengan
 
mudah dapat digunakan oleh mikroorganisme akibat penguraian protein (Sugianto,2012).
2.
 
Uji TSIA
Pada uji TSIA warna media slant berubah menjadi merah karena bakteri bersifat basa ini menandakan bahwa bakteri ini tidak memfermentasi laktosa dan sukrosa.Pada media daerah butt media berubah berwarna kuning ini menandakan bakterimemfermentasi glukosa. Pembentukan gas positif ini hasil dari fermentasi H2danCO2 dapat dilihat dari pecahnya dan terangkatnya agar.Pembentukan H2S positif ditandai dengan adanya endapan berwarna hitam. TSIA agar mengadung laktosadan sukrosa dalam konsentrasi 1%, glukosa 0,1% dan phenol red sebagai indikator yang menyebabkan perubahan warna dari merah orange menjadi kuning dalamsuasana asam. TSIA juga mengandung natrium trisulfat, yaitu suatu substrat untuk  penghasil H2S, ferro sulfat menghasilkan FeS (precipitat), bewarna hitam untuk membedakan bakteri H2S dengan bakteri-bakteri lainnya (Sugianto, 2012).
3.
 
Uji urease
Uji urease digunakan untuk mengetahui kemampuan mikroba menghidrolisisurea menjadi amonia. Enzim urease akan menguraikan urea menjadi amonia. Ujiurease menunjukkan hasil positif jika terjadi perubahan warna dari kuning menjadimerah keunguan.Hasil uji urease negatif jika tidak terjadi perubahan warna darikuning menjadi merah keunguan (Sugianto, 2012).
4.
 
Uji Dekarboksilasi Lysin
Uji Dekarboksilasi Lysin menggunakan media Xylose-Lysine- DesoxycholateAgar medium digunakan untuk isolasi Salmonella dan memilah organisme lain
 
dengan cara memfermentasi xylose, dekarboksilasi lysine dan produksi H2S.Fermentasi xylose sangat lazim bagi kebanyakan organisme enterik kecuali,Shigella, Providencia,Edwardsiella. Pada media ini, Salmonella akan membentuk koloni merah dengan inti hitam, sedang Pseudomonas dapat tumbuh dengan warnamerah dan Eschericia berwarna kuning. Mikroba lain yang dapat tumbuh padamedia ini antara lain Arizona, Proteus, Aerobacter, Klebsiella, Citrobacter. Begitu banyak mikroba yang dapat tumbuh, sehingga media ini kurang dapat memilahSalmonella pada tahap awal. Lebih baik digunakan untuk tahap konfirmasikontaminan Salmonella (Sugianto, 2012).
5.
 
Uji β
-galaktosidase
Uji β
-galaktosidase digunakan utuk identifikasi beberapa jenis bakteri seperti
Salmonella. Enzim β
-galaktosidase merupakan enzim yang dapat mengubahlaktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Beberapa mikroorganisme seperti E. coli,dapat menggunakan laktosa sebagai sumber karbon.Selain laktosa, substrat alamiahdari enzim, adalah bahan yang sangat penting, ONPG (o-nitro-phenyl-
β
-D-galactopyranos
ide), dapat digunakan pula.Β
-galaktosidase dapat mengkatalisisONPG menjadi galaktosa dan o-nitrofenol. ONPG tidak berwarna tetapi setelahhidrolisis menjadi o-nitrofenol, akan timbul warna kuning pada larutan yang alkali. beberapa jenis bakteri yang mampu melakukan fermentasi terhadap karbohidratStreptococcus, Lactobacillus, Zygomonas, Saccharomycetes, Escherichia,Enterobacter, Salmonella (Sugianto, 2012).
6.
 
Uji Serologi
Uji serologi tidak terjadi aglutinasi pada penambahan antisera polivalen O, H, dan Vi.
7.
 
Uji Voges Proskauer
 
Uji Voges Proskauer bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri Untuk membedakan bakteri
 Escherichia coli
dengan
 Enterobacter 
 
aerogenes
. Hasilnyauji ini negatif, karena tidak terbentuk warna merah pada medium setelahditambahkan á-napthol dan KOH, artinya hasil akhir fermentasi bakteri ini bukanasetil metil karbinol (asetolin).
Salmonella
 positif jika pada uji biokimia yangdilakukan hasilnya sebagai berikut:
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->