Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
stemi kv

stemi kv

Ratings: (0)|Views: 22|Likes:
Published by Andika Tansir
stemi
stemi

More info:

Published by: Andika Tansir on Apr 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

 
INFARK MIOKARD DENGAN ELEVASI SEGMEN STDEFINISI
Infark miokard dengan elevasi ST (ST elevation myocardial infarction= STEMI) merupakan bagian dari spectrum sindrom koroner akut (SKA) yangterdiri dari angina pectoris tak stabil, IMA tanpa elevasi ST, dan IMA denganelevasi ST. STEMI umumnya terjadi jika aliran darah koroner menurunsecara mendadak setelah oklusi thrombus pada plak aterosklerotik yangsudah ada sebelumnya
PATOFISIOLOGI
Pada infark miokard dengan ST elevasi terjadi oklusi di arteri koroneryang mendadak akibat thrombus. Akibatnya daerah miokard yang didarahioleh pembuluh tadi akan mengalami iskemia, sehingga menimbulkan nyeridada dan perubahan EKG. Nekrosis kemudian akan terjadi mulai di daerahendokardial sampai ke permukaan epikardial. Proses ini jika berlangsungterus akan menimbulkan infark transmural. Percobaan pada binatangmenunjukkan hubungan yang kuat antara lamanya oklusi dengan luasnyanekrosis. Kematian sel dimulai setelah 20 menit oklusi dan mencapaipuncaknya setelah 6 jam. Proses ini dipengaruhi oleh oleh beberapa faktorseperti ada atau tidaknya reperfusi intermiten, kolateral dan iskemiaprekondisioning.4 Mortalitas dan morbiditas tergantung pada luasnyadaerah infark, sehingga semakin cepat pemulihan aliran darah arterikoroner maka diharapkan akan memperbaiki fungsi ventrikel kiri danharapan hidup penderita.
(1)
Pada 15% pasien yang infark miokard dengan ST Elevasi yangdilakukan angiografi, ternyata menun- jukkan anatomi yang paten, didugakarena adanya fibrinolisis spontan. Prognosis pasien ini biasanya lebih baikdari pada kelompok yang terganggu aliran koronernya.
(1)
DIAGNOSIS
Diagnosis IMA dengan elevasi ST ditegakkan berdasarkan anamnesisnyeri dada yang khas dan gambaran EKG adanya elevasi ST ≥2mm, minimalpada 2 sandapan precordial yang berdampingan atau ≥1mm pada 2sandapan ekstremitas. Pemeriksaan enzim jantung, terutama troponin Tyang meningkat, memperkuat diagnosis, namun keputusan memberikanterapi revaskularisasi tak perlu menunggu hasil pemeriksaan enzim.Mengingat dalam tatalaksana IMA, prinsip utama penatalaksanaan adalah
time is muscle.
ANAMNESISNYERI DADA
Nyeri dada tipikal (angina) merupakan gejala kardinal pasien IMA.Sifat nyeri dada angina sebagai berikut:
Lokasi : substernal, retrosternal, dan precordial.
Sifat nyeri : rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih bendaberat, seperti ditusuk, rasa diperas, dan dipelintir.
Penjalaran : biasanya ke lengan kiri, dapat juga ke leher, rahangbawah, gigi, punggun/interskapula, perut, dan dapat juga ke lengankanan.
Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat, atau obat nitrat.
Faktor pencetus : latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan1
 
sesudah makan.
Gejala yang menyertai : mual, muntah, sulit bernafas, keringat dingin,cemas dan lemas.Diagnosis bandng nyeri dada STEMI antara lain pericarditis akut, emboliparu, diseksi aorta akut, kostokondritis dan gangguan gastrointestinal. Nyeridada tidak selalu ditemukan pada STEMI. Infark miokard akut denganelevasi ST (STEMI) tanpat nyeri lebih sering dijumpai pada diabetes mellitusdan usia lanjut.
PEMERIKSAAN FISIK 
Sebagian besar pasien cemas dan tidak bisa istirahat (gelisah).Seringkali ekstremitas pucat disertai keringat dingin. Kombinasi nyeri dadasubsternal 30 menit dan banyak keringat dicurigai kuat adanya STEMI.Sekitar seperempat pasien infark anterior mempunyai manifestasihiperaktivitas saraf simpatis (takikardia dan/atau hipertensi) dan hampirsetengah pasien infark inferior menunjukkan hiperaktivitas parasimpatis(bradikardia dan/atau hipotensi). Tanda fisik lain pada disfungsi ventricular adalah S4 dan S3
gallop,
penurunan intensitas bunyi jantung pertama dan split paradoksikal bunyi jantung kedua. Dapat ditemukan murmur middiastolik atau
late
sistolikapical yang bersifat sementara karena disfungsi apparatus katup mitral dan
 pericardial friction rub
. Peningkatan suh sampai 38ºC dapat dijumpai dalamminggu pertama pasca STEMI.
ELEKTROKARDIOGRAM
STEMI
ST elevasi
2mm minimal pada 2 sadapan prekordial yangberdampingan atau
1mm pada 2 sadapan ekstremitas, LBBB baru ataudiduga baru; ada evolusi EKG
Perubahan/evolusi EKG pada Injure MiokardSel miokard yang mengalami injuri tidak akan berdepolarisasisempurna, secara elektrik lebih bermuatan positif disbanding daerahyang tidak mengalami injuri dan pada EKG terdapat gambaran elevasisegmen ST pada sadapan yang berhadapan dengan lokasi injuri.Elevasi segmen ST bermakna jika elevasi
1mm pada sadapanekstremitas dan
2mm pada sadapan prekordial di dua atau lebihsadapanyang menghadap daerah anatomi jantung yang sama.Perubahan segmen ST, gelombang T dan kompleks QRS pada injuridan infark mempunyai karakteristiktertentu sesuai waktu dankejadian selama infark. Aneurisma ventrikel harus dipikirkan jikaelevasi segmen ST menetap beberapa bulan setelah infark miokard.
Lokalisasi infark berdasarkan lokasi letak perubahan ekgLokasiLead/SadapanAnteriorV1-V4AnteroseptalV1-V3Anterior EkstensifV1-V6PosteriorV1-V2LateralI, avL, V5-V62
 
InferiorII, III, avFVentrikel KananV4R-V5R
LABORATORIUM
1.Petanda (Biomarker) Kerusakan JantungPemeriksaan yang dianjurkan adalah Creatinin Kinase (CK)MB dancardiac specific troponin (cTn)T atau cTn1 dan dilakukan secara serial.cTn harus digunakan sebagai petanda optimal untuk pasien STEMI yangdisertai kerusakan otot skeletal, karena pada keadaan ini juga akandiikuti peningkatan CKMB. Pada pasien dengan elevasi ST dan gejala IMA,terapi reperfusi diberikan segera mungkin dan tidak tergantung padapemeriksaan biomarker. Pengingkatan nilai enzim di atas 2 kali nilaibatas atas normal menunjukkan ada nekrosis jantung (infark miokard).
CKMB: meningkat setelah 3 jam bila ada infark miokard danmencapai puncak dalam 10-24 jam dan kembali normal dala 2-4 hari. Operasi jantung, miokarditis dan kardioversi elektrikdapat meningkatkan CKMB.
cTn: ada 2 jenis yaitu cTn T dab cTn I. Enzi mini meningkatsetelah 2 jam bila ada infark miokard dan mencapai puncakdalam 10-24 jam dan cTn T masih dapat dideteksi setelah 5-14hari, sedangkan cTn I setelah 5-10 hari.2. Pemeriksaan enzim jantung yang lain yaitu:
Mioglobin: dapat dideteksi satu jam setelah infark danmencapai puncak dalam 4-8 jam.
Creatinin Kinase (CK): Meningkat setelah 3-8 jam bila adainfark miokard dan mencapai puncak dalam 10-36 jam dankembali normal dalam 3-4 hari.
Lactic dehydrogenase (LDH): meningkat setelah 24 jam bilaada infark miokard, mencapai puncak 3-6 hari dan kembalinormal dalam 8-14 hari.Garis horizontal menunjukkan upper reference limit (URL) biomarker jantung pada laboratorium kimia klinis. URL adalah nilai mempresentasikan99
th
percentile kelompok control tanpa STEMI.Reaksi non spesifik terhadap injuri miokard adalah leikositosispolimorfonuklear yang dapat terjadi dalam beberapa jam setelah onsetnyeri dan menetap selama 3-7 hari. Leukosit dapat mencapai 12.000-15.000/u1.
TATALAKSANA AWAL
1.Tatalaksana Pra Rumah SakitPrognosis STEMI sebagian besar tergantung adanya 2 kelompokkomplikasi umum yaitu: komplikasi elektrikal (aritmia) dan komplikasimekanik (pump failure).Sebagian besar kematian di luar Rumah Sakit pada STEMIdisebabkan adanya fibrilasi ventrikel mendadak, yang sebagian besarterjadi dalam 24 jam pertama onset gejala. Dan lebih dari separuhnyaterjadi pada jam pertama. Sehingga elemen utama tatalaksana prahospitalpada pasien yang dicurigai STEMI antara lain:
Pengenalan gejala oleh pasien dan segera mencari pertolonganmedis.3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->