• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
DETERMINAN STATUS GIZI ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS TLOGOSARI WETANKECAMATAN PEDURUNGAN, KOTA SEMARANG Tahun 2007Ignatius Hapsoro Wirandoko
Abstraksi
.Di Kota Semarang khususnya, prevalensi gizi kurang tertinggi terjadi diKecamatan Pedurungan. Prevalensi anak usia 2-5 tahun yang tergolongsangat kurus dan kurus di kecamatan tersebut masing-masing sebanyak8,24% dan 11,11%.
Metode
Penelitian ini menggunakan studi crosssectional. Populasi penelitian ini anak usia 2-5 tahun berjumlah 776 anak.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 anak. Metode Multi Stage Samplingterdiri dua tahap yaitu Purposive dan Proportional Random Sampling. Datadianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan tendensicentral, secara bivariat menggunakan uji korelasi Pearson dan RankSpearman, dan multivariat menggunakan Regresi linear berganda
.
 
Hasil.
Status gizi anak usia 2-5 tahun normal yaitu 79,5%, status gizi kurus yaitu12,3% dan status gizi gemuk 8,2%. Tingkat kecukupan energi kurangsebanyak 39 orang (53,4 %) dan tingkat kecukupan energi baik sebanyak 34orang (46,6 %). Tingkat kecukupan protein kurang sebanyak 1 orang (1,4 %)dan tingkat kecukupan protein baik sebanyak 72 orang (98,6 %). Anak usia2-5 tahun 32 orang (43,8 %) dan jumlah anak usia 2-5 tahun yang tidakmenderita penyakit infeksi sebanyak 41 orang (56,2 %). Tidak ada hubunganstatus ekonomi dengan status gizi anak usia 2-5 tahun (r = 0,017 p = 0,884).Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 2-5 tahun(ρ =,0,301; p = 0,010). Ada hubungan pengetahuan gizi dengan status gizianak usia 2-5 tahun (r = 0,289 p = 0,013). Tidak ada hubungan antaratingkat kecukupan energi dengan status gizi anak usia 2-5 tahun (r = 0,187 p= 0,113). Tidak ada hubungan tingkat kecukupan protein terhadap status gizianak usia 2-5 tahun (r = 0,134 p = 0,260). Tidak ada hubungan infeksi diaredan ISPA terhadap status gizi anak usia 2-5 tahun (r = 0,119 p = 0,318 dan r= 0,131 p = 0,268 ).
Simpulan
Ada determinan status gizi pada anak usia 2-5 tahun yaitu pendidikan ibu dan pengetahuan gizi ibu.
Kata kunci :
determinan, status gizi anak usia 2-5 tahun, PuskesmasTlogosari Wetan, Kota Semarang.
A.Pendahuluan
Di Kota Semarang prevalensi gizi kurang tertinggi terjadi diKecamatan Pedurungan. Prevalensi anak usia 2-5 tahun yang
1
 
tergolong sangat kurus dan kurus di kecamatan tersebut masing-masing sebanyak 8,24% dan 11,11% (DKK Kota Semarang,2001).Pemberian gizi yang tidak seimbang dengan kebutuhananak usia 2-5 tahun dapat mempengaruhi status gizi. Status giziyang kurang akan menurunkan kualitas sumber daya manusia,sedangkan bagi anak usia 2-5 tahun dapat menyebabkanpertumbuhan terhambat dan mudah terjangkit penyakit.Berdasarkan hasil penelitian Arnelia dan Sri Muljati (1991)menemukan bahwa, anak pada usia 2-5 tahun mulai terjadipergeseran status gizi, dari gizi kurang ke gizi buruk. Hal inididuga karena anak sudah tidak mendapatkan ASI, sedangkanmakanan yang dikonsumsi belum memenuhi kebutuhan gizi yangsemakin meningkat seiring dengan pertambahan umur.Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi anak usia 2-5 tahun, sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, penulistertarik untuk meneliti
Determinan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, KecamatanPedurungan, Kota Semarang”.Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalampenelitian ini adalah ” Determinan status gizi pada anak usia 2-5tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, KecamatanPedurungan, Kota Semarang?“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinanstatus gizi pada anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Lebihlanjut, penelitian ini juga memiliki tujuan khusus sebagai berikut: a) Mendeskripsikan karakteristik keluarga anak usia 2-5 tahunyaitu status ekonomi, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu diWilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, KecamatanPedurungan, Kota Semarang. b) Mendeskripsikan tingkat
2
 
kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, dan kejadianinfeksi (diare dan ISPA) pada anak usia 2-5 tahun di WilayahKerja Puskesmas Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, KotaSemarang. c) Mendeskripsikan status gizi anak usia 2-5 tahunberdasarkan skor Z indeks BB/TB. d) Menganalisis hubungankarakteristik keluarga (status ekonomi, pendidikan ibu,pengetahuan gizi ibu) dengan status gizi anak usia 2-5 tahun diWilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, KecamatanPedurungan, Kota Semarang. e) Menganalisis hubungan tingkatkecukupan energi, tingkat kecukupan protein, dan kejadianinfeksi dengan status gizi anak usia 2-5 tahun di Wilayah KerjaPuskesmas Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, KotaSemarang. f) Menganalisis determinan status gizi anak usia 2-5tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, KecamatanPedurungan, Kota Semarang.
B.Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan studi
cross Sectional
, karena melihatfaktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 2-5 tahunpada saat yang bersamaan.Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pedurungan Tengah danPedurungan Kidul wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan,Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pemilihan lokasi penelitian inididasarkan atas pertimbangan :1.Berdasarkan hasil pemantauan status gizi anak usia 2-5 tahunyang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2006didapatkan data bahwa prevalensi gizi buruk tertinggi (5,34 %) diKecamatan Pedurungan.2.Puskesmas Tlogosari Wetan mempunyai prevalensi gizi kurangtertinggi di Kecamatan Pedurungan.
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...