Jika sedemikian penting problem tersebut, sementara rumah-rumah kita penuh dengan kemungkaran dankelalaian, meremehkan dan melampaui batas, maka dari sini timbul tanda tanya besar: Apakah Sarana-Sarana Untuk Memperbaiki Rumah ?Kepada para pembaca, penulis suguhkan jawabannya, nasehat-nasehat dalam persoalan ini, mudah-mudahan Allah memberi manfaat kepada kita dengannya, dan mudah-mudahan Allah mengarahkan semangat putra-putriIslam untuk membawa risalah (tugas) perbaikan rumah Islami dari awal.Nasehat ini dimaksudkan untuk dua hal, mendapatkan maslahat (kebaikan) yakni dengan amar ma'ruf ataumencegah kerusakan yakni menghilangkan kemungkaran. Semoga bermanfaat.
Membangun Rumah Tangga
Nasehat (1): Memilih Istri yang Tepat
Allah berfirman:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hamba- hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan AllahMaha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui."
(An-Nur:32).Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut:
"Wania itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin,merana)".
Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132."Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''.Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', haditsno.3407"Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri berimanyang menolongnya dalam persoalan akhirat".Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231Dalam riwayat lain disebutkan :"Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yangdisimpan manusia".Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285"Kawinilah perempuan yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesungguhnya aku membanggakandengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari Kiamat."Hadits riwayat Imam Ahmad (3/245), dari Anas. Dikatakan dalam Irwa 'ul Ghalil, "Hadits ini shahih", 6/195"(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebihmenerima dengan sedikit (qana'ah)".Hadits riwayat lbnu Majah, No. 1861 dan alam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623Dalam riwayat lain disebutkan : "Lebih sedikit tipu dayanya".
t
Leave a Comment