• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 BIMBINGAN PRAKTIS PERJALANAN HAJI
ArafahBimbingan dan Perjalanan Haji dan Umroh
 
1
MUQADDIMAH
Allah Subhanahu wa Ta´ala berfirman :
#
òèÏ
#
•
#
åˆÓ 
#
®ÔÛ 
#
æãí 
#
üô’³ 
#
êô߇
#
ɎƳ
#
æã 
#
–ô’ß
#
ž£ 
#
±Žèß
#
ðàË
#
•í æôäߎÌß
#
æË
#
“...Mengerjakan haji merupakan kewajiban manusiakepada Allah, yakni (bagi) orang yang mampumelakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapamengingkari (kewajiban haji) maka sesunguhnya Allah Maha Kaya (tiada memerlukan sesuatu) dari alamsemesta.”
 
(QS Ali Imran : 97)
#
òÓ 
#
å«ƒí žÓ 
#
ÞÛ 
#
æã 
#
æô—„ó 
#
®ãŽ¿ 
#
ÞÛ 
#
ðàËí 
#
ûŽŸ- 
#
Ùî—„ó 
#
ž¤ßŽ‘ 
#
±ŽèßÖôäË
#
“Dan panggillah manusia untuk melaksanakan hajiniscaya mereka akan datang kepadamu denganberjalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yangdatang dari segenap penjuru.”
 
(QS Al-Hajj : 27)
 
%
í¬§ âÜܳ 
#
Žèã 
#
ðèË
%
#
“Ambillah contoh dariku pelaksanaan ibadah hajikamu sekalian.”
 
(HR. Muslim)
Allah SWT telah mewajibkan ibdah haji ke Baitullahbagi orang yang mampu melaksanakannya, yaknimampu biayanya, waktu dan kesehatannya. Ibadah hajimerupakan kesatupaduan dari Arkan Al-Islam, sebagai
 
 2
tindak lanjut dan tahapan dari rukun lainya,syahadatain, shalat, shiyam dan zakat.Bahwasanya ibadah haji memerlukan prasyarat mentaldan kondisional yang teguh dan utuh. Ia wajibdiniatkan secara ikhlas, dilaksanakan secara benar(shahih) sesuai tuntunan qudwah Rasulullah SAW.Penyimpangan niat dan tercampurnya bid´ah hanyaakan merusak nilai suci dari ibadah itu sendiri.Dambaan setiap hujjaj adalah haji yang mabrur dandosa-dosa yang diampuni. Itulah sebabnya haji menjadipengayaan latihan ruhani (Tarbiyah al-Nafs) dengandisiplin yang ketat, ketinggian akhlak dalam jalinanhubungan kemanusiaan kepada khaliqnya, antarsesamanya dan alam lingkungan.Ibadah haji sebagai bukti ketinggian Din Al-Islamdalam wujud mu´tamar ummat Islam sedunia tanpamembedakan suku bangsa, warna kulit dan bahasa,tanpa hambatan psikologis antara pemimpin negara danrakyat jelata. Semua tunduk patuh beribadah kepadaAllah semata-mata mendamba ridha-Nya gunamencapai derajat Muttaqin.Namun sangat disayangkan, masih terjadi pengamalanhaji yang keluar dari prinsip (mabda), manasik dantujuan (ghayah) yang hakiki, seperti: niat yang salah,
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...