2
tiada serikat bagiMu. Sesungguhnya puji-pujian dan nikmat karunia itu adalah milikMu,begitupun kerajaan, tiada serikat bagiMu).
Orang-orang mengucapkan talbiyah seperti itu, sedang Rasulullah saw. tiada menolaksedikitpun ucapan mereka, hanya ia meneruskan membaca talbiyahnya".
Cerita Jabir r.a. selanjutnya : "Kami hanya meniatkan haji, karena kami belum lagimengenal umrah. Demikianlah setelah kami sampai ke ka'bah bersamanya, iapunmengusap rukun atau sudutnya dengan telapak tangannya. Ia berlari-lari kecil tiga kalidan berjalan biasa 4 kali, lalu terus ke Maqam - tempat berdiri menjalankan ibadah -Ibrahim a.s. dan membaca: Wattakhadzuu min maqaami Ibraahima mushalla" (Merekaambil makam Ibrahim sebagai mushalla). Kemudian ia berdiri di suatu tempat hinggamakam itu berada diantaranya dengan ka'bah, buat melakukan shlat. Pada sholat duaraka'at itu dibacanya: "Qul huwallaahu ahad" dan "Qul yaa aiyuhal kaafiruun", lalu iakembali ke rukun tadi serta mengusapnya pula. Setelah itu ia keluar dari pintu gerbangmenuju Shafa: Dan setelah dekat ke Shafa, dibacanya: "Innash shafaa wal marwatamin sya'aarillah, abdau bimaa badallaahu bih" (Sesungguhnya Safa dan Marwa itutermasuk di antara syi'ar-syi'ar Allah" kumulai dengan apa yang dimulai Allah)
Maka dimulailah dari Shafa, lalu didakinya bukit itu hingga kelihatan olehnya Ka'bah.Iapun menghadap qiblat, membaca kalimat tauhid dan takbir serta katanya:"Laa ilaahaillallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kullisyaiin qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, anjaza wa'dahu wamashara 'abdahuwahazamal ahzaaba wahdah" (Tiada Tuhan melainkan Allah, Tunggal tiada berserikat.BagiNyalah kerajaan dan milikNya puji-pujian, dan Ia kuasa atas segala sesuatu.DipenuhiNya janjiNya, dibantuNya hambaNya, dan dikalahkanNya pihak yang bersekutuseorang diriNya).
**)Maksudnya dikalahkanNya musuh-musuh itu tanpa perjuangan dari pihak manusiadan tenaga mereka sendiri. Dan yang dimaksud dengan pihak bersekutu atau azab ialahmusuh- musuh yang bersekongkol menghadapi Rasulullah waktu perang khandak.
Sementara itu ia berdo'a dicelah-celah upacara tadi. Hal di atas diulanginya sampai tigakali. Setelah itu ia turun ke Marwa, hingga demi kedua tumitnya telah berpijak diperutlembah, iapun mulai berlari. Kemudian setelah sampai di tempat mendaki kemablai iaberjalan kaki hingga tiba di Marwa. Disini dilakukannya pula seperti di Shafa.
Ketika thowafnya yang penghabisan berakhir di Marwa, sabdanya : "Seandainya sayananti melakukan lagi apa yang telah saya ibadatkan (saya kerjakan) tadi, saya tidakmembawa hewan korban, hanya saya jadikan saja ibadat tadi sebagai umrah. Makabarang siapa diantaramu tidak mempunyai korban, hendaklah dia ihlal, dan menjadikanibadatnya sebagai umrah!".
Maka berdirilah Suraqah bin Malik katanya : "Ya Rasulullah, apakah buat tahun ini saja,atau buat selama-lamanya?". Rasulullahpun mempersilangkan jari-jari tangannya, yangsatu pada yang lainnya lalu sabdanya : "Umrah tercakup dalam haji selama dua kalimasa, tidak, bahkan buat selama-lamanya".
Sementara itu Ali tiba dari Yaman, membawa hewan-hewan korban buat Rasulullahsaw. Didapatinya Fatimah r.a. telah ihlal bersama orang-orang itu, ia memakai pakaianbercelup dan bercelak mata. Ali r.a. menyalahkannya berbuat demikian itu. Tapi kata
Leave a Comment