Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
F-BOL7.pdf

F-BOL7.pdf

Ratings: (0)|Views: 66 |Likes:
Published by Document PTKI Medan
Tekni Sipil
Tekni Sipil

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Document PTKI Medan on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

 
 
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN BESERTA ANGGARANBIAYANYA PADA LAJUR KHUSUS BUS TRANS PAKUAN KOTABOGOR KORIDOR TERMINAL BUBULAK-POOL BUS WISATABARANANGSIANGRifan Abdi Hutomo18304001ABSTRAKSI
Lajur khusus bus adalah ciri-ciri utama dari angkutan massa jenis rapid transit.Pembuatan lajur khusus bus tidak lepas dari nilai perencanaan tebal perkerasankarena tahap perencanaan pada proyek pembuatan jalan memegang peranan yang penting.Perencanaan lapis perkerasan harus mempertimbangkan faktor ekonomi,kondisi lingkungan, sifat tanah dasar, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor-faktor lainnya.Dipilihnya metode analisa komponen untuk perancangan tebal perkerasan lentur dan metode
 NAASRA
untuk perencanaan tebal perkerasan kakudalam pembuatan lajur khusus Bus Trans Pakuan Kota Bogor karena metode inimenyediakan kemampuan yang lebih baik dan dari kedua metode ini dirasakancukup banyak dipakai untuk perencanaan tebal perkerasan jalan seperti kondisi diIndonesia. Dalam tugas akhir ini akan dibahas perbandingan nilai perencanaantebal perkerasan dengan metode analisa komponen dan metode
 NAASRA
untuk diperoleh hasil perencanaan akhir dari studi perbandingan kedua metode tersebutdengan memperhatikan nilai
 – 
nilai yang lebih ekonomis dan sesuai dengankondisi lapangan dan lingkungan hal itu dikarenakan dari kedua perkerasanmemiliki kelebihan dan kekurangan. Dari hasil analisa yang didapat untuk  perkerasan lentur rata-rata diperoleh diperoleh tebal lapis permukaan AsphaltConcrete ATB adalah 10,3 cm, tebal LPA kelas B adalah 20 cm, sedangkan LPBkelas C adalah 10 cm dan memiliki anggaran biaya sebesar 
Rp
.
 32.474.430.740,00
. sedangkan untuk perkerasan kaku rata-rata diperoleh teballapis permukaan beton 15 cm, tebal LPB adalah 30 cm, Ruji Ø20
 – 
300 mm,tulangan memanjang Ø19
 – 
200 mm, tulangan melintang Ø12
 – 
300 mm danmemiliki anggaran biaya Rp.
Rp. 44.298.603.030,00.
dari kedua perkerasanmemiliki perbandingan biaya sebesar 
Rp. 11.824.172.290,00.
 Kata kunci: Perencanaan perkerasan, Lajur Khusus Bus.
LATAR BELAKANG MASALAH
Kota Bogor termasuk kategori Kota besar dengan jumlah penduduk sebanyak ±850.000 jiwa, Namun sebagian warga masih bergantung pada layanan angkutanumum. Saat ini jumlah angkutan kota (angkot) yang diizinkan beroperasisebanyak 3.506 unit, Belum lagi ditambah 5927 angkutan AKDP dari luar kota
 
 
 bogor yang operasionalnya menuju pusat kota. Dalam menyikapi persoalantersebut pemerintah Kota Bogor mengambil langkah-langkah yang terprogramdan terpadu serta inovatif, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor No.17Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Kota Bogor Periode 2005-2009 yangimplementasinya berdasarkan Action Plan Bidang Transportasi. Salah satu sasaran pembenahan di bidang Transportasi adalah peningkatan pelayanan sistemangkutan serta mengurangi kemacetan di dalam kota. Seiring dengan adanyarencana penanganan transportasi, Pemerintah Kota Bogor membentuk suatuPerusahaan Daerah yang bergerak dalam bidang Transportasi bernama PerusahaanDaerah Jasa Transportasi (PD. Jasa Transportasi). Perusahaan ini dibentuk dengantujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam sistem transportasi.Adapun pelayanan tersebut berupa pengadaan sistem angkutan umum massal(SAUM) yakni Bus Trans Pakuan yang berjenis bus
rapid transit 
atau angkutan bus kota cepat. Bus Trans Pakuan melayani koridor Terminal Bubulak-Pool BusWisata Baranangsiang dengan panjang rute 20,4 Km, koridor Terminal Bubulak-Pool Bus Wisata Baranangsiang adalah
 Pilot Project 
atau proyek utama dan pertama Bus trans pakuan, yang dimana Koridor Terminal Bubulak-Pool BusWisata Baranangsiang dibagi menjadi 4 segmen jalan yaitu (Jl. Raya Pajajaran, jl.Kedung halang, Jl. Sholeh Iskandar, dan Jl. KH. A. Bin Nuh). Tetapi keberadaan bus ini tidak diimbangi dengan adanya lajur bus (
busway
). Denganketidakadaannya lajur bus tersebut otomatis tingkat pelayanan dari segi efisiensikurang baik, menurut penelitian pertama yang berjud
ul ”Analisa Kinerja Tingkat
Pelayanan Pada Pilot Project Bus Trans Pakuan Kota Bogor (Koridor TermialBubulak-
Pool Bus Wisata Baranangsiang)” yang dilakukan oleh Risa Aristien
mahasiswa teknik Sipil Gunadarma bahwa tingkat pelayanan dari bus TransPakuan rata-rata masih cukup namun berdasarkan wawancara dengan dinas perhubungan kota bogor bahwa lalu lintas rata-rata yang padat di jalan yangdilewati bus Trans Pakuan dan pertumbuhan lalu-lintas kota Bogor ± 10%(Sumber Informasi Dinas Perhubungan kota Bogor) maka dimasa depankemacetan akan menjadi hal yang sangat mungkin terjadi di kota Bogor yangmembuat pelayanan dari Bus Trans Pakuan otomatis akan menjadi menurun. Olehsebab itu perlu diadakannya suatu pemecahan mengenai masalah tersebut dengandidirikannya lajur khusus bus Trans Pakuan. Tujuan dengan adanya lajur khusus bus tersebut yaitu agar waktu perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan menjadilebih cepat karena tidak perlu mengalami hambatan lalu lintas berupa kemacetan.Selain itu lajur khusus bus adalah ciri dan syarat utama dari Angkutan Bus kotacepat atau bus
 Rapid Transit 
 berdasarkan Draft Pedoman Teknis Angkutan BusKota Dengan Sistem Jalur Khusus Bus (JKB/Busway) dari Direktorat Bina SistemTransportasi Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat. Lajur bus (
busway
) merupakan jalan yang sepenuhnya terpisah dengan lalulintas lain. Bus akan melewati jalantersebut pada suatu sistem jaringan tertentu, yang terpisah dengan kendaraan lain.Dengan adanya lajur bus tersebut, maka perjalanan bus sama sekali tidak dipengaruhi oleh kendaraan lain, sehingga dapat diatur dengan frekuensi yangtinggi dan waktu antara keberangkatan (
headway
) yang rendah. Banyak metodeyang digunakan untuk merencanakan tebal perkerasan jalan antara lain metode
CBR
, metode
 AASHTO
, metode
 NAASRA
metode
multilayer 
, metode
asphalt 
 
 
institute
, metode analisa komponen, dll. Adapun dalam penelitian ini akandirencanakan perbandingan perencanaan tebal perkerasan lentur dengan metodeMAK (Metode Analisa Komponen) pada SNI:1732-1989-F dan perencanaan tebal perkerasan kaku dengan metode
 NAASRA
yang disesuaikan oleh Bina Margadalam SKBI:2.3.28.1988 agar didapatkan hasil perencanaan tebal perkerasanyang lebih ekonomis dan sesuai dengan kondisi lapangan dan lingkungan.Dipilihnya metode analisa komponen dalam perencanaan tebal perkerasan lentur dan perencanaan tebal perkerasan kaku dengan metode NAASRA pada Lajur khusus Bus Trans Pakuan kota Bogor karena dari kedua metode ini dirasakancukup banyak dipakai untuk perencanaan tebal perkerasan jalan seperti kondisi diIndonesia.
Umum
Jalan memiliki syarat umum yaitu dari segi konstruksi harus kuat, awet dan kedapair. Jika dilihat dari segi pelayanan, jalan harus rata, tidak licin, geometrik memadai dan ekonomis. Untuk itu, dibutuhkan suatu rancangan perkerasan yangmampu melayani beban berupa lalu lintas yang melewati perkerasan tersebut.Perkerasan jalan adalah lapisan atau badan jalan yang menggunakan bahankhusus, yaitu campuran antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai terdiri dari batu pecah, batu belah, batu kali, sedangkan bahan ikat yang digunakan berupa aspal, semen. Darisegi jenis bahan pengikat yang dipergunakan dikenal dua jenis perkerasan yaitu perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Menurut Departemen Pekerjaan Umum(1987) yang dimaksud dengan perkerasan lentur (
 flexible pavement 
) adalah perkerasan yang umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebagai lapisan dibawahnya. Bagian perkerasan jalan umumnya terdiri dari lapis pondasi bawah (
 sub base course
), lapis pondasi(
base course
), dan lapis permukaan (
 surface course
). Lapisan permukaan adalah bagian perkerasan jalan yang paling atas. Lapisan tersebut berfungsi sebagai lapis perkerasan penahan beban roda yang mempunyai stabilitas tinggi untuk menahanroda selama masa pelayanan, sebagai lapisan kedap air, sebagai lapisan aus,menahan gaya geser dari beban roda dan memberikan suatu bagian permukaanyang rata. Lapisan pondasi atas merupakan lapisan perkerasan yang terletak antaralapis permukaan dengan lapis pondasi bawah. Fungsi lapis pondasi atas adalah bantalan terhadap lapisan permukaan, sebagai bagian perkerasan yang menahangaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan dibawahnya,sebagai lapisan peresapan untuk lapisan pondasi bawah. Lapisan pondasi bawahadalah bagian konstruksi perkerasan yang terletak antara tanah dasar (
 sub grade
)dan pondasi atas. Fungsi dari Lapis Pondasi Bawah adalah untuk mendukung danmenyebarkan beban roda, sebagai lapis perkerasan, mencegah tanah dasar masuk ke lapis pondasi akibat tekanan roda dari atas., sebagai lapisan peresapan agar air tanah tidak berkumpul di pondasi. Tanah dasar (
 sub grade
) adalah permukaantanah semula atau permukaan tanah galian atau permukaan tanah timbunan yangdipadatkan dan merupakan permukaan dasar untuk perletakan bagian
 – 
bagian perkerasan. Perkerasan jalan diletakkan diatas tanah dasar, dengan demikiansecara keseluruhan mutu dan daya tahan konstruksi perkerasan tidak lepas dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->