Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Mendel I

Hukum Mendel I

Ratings: (0)|Views: 6 |Likes:
Published by Murdiono Mn

More info:

Published by: Murdiono Mn on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
HUKUM MENDEL I
 
Oleh : NAMA : MURDIONO NPM : E1J010065HARI/JAM : KAMIS/12.00-14.00 WIBKELOMPOK : 5
LABORATORIUM AGRONOMIFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS BENGKULU2011
 
A.
 
Dasar Teori
Genetika sebagai ilmu yang mempelajari segala hal yang mengenai keturunandimulai sejak purbakala, ketika para petani mengetahui bahwa hasil pertaniannya danternaknya dapat ditingkatkan melalui persilangan. Meskipun pengetahuan mereka masihsangat primitif namun mereka menyadari bahwa beberapa sifat yang baik padatumbuhan dan hewan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Mereka menjalankan berbagai persilangan tanpa disadari pengetahuan karena belum dikenal adanya gen, apalagi hukum-hukum keturunan. (Suryo, 1990).Genetika yang sesungguhnya baru dimulai pada decade kedua dari abad ke-19setelah mendel menyajikan secara hati-hati hasil analisis beberapa percobaan persilangan yang dibuatnya pada tamanan ercis/kapri
(Pisum sativum).
(Suryo, 1990).
Johann Mendel lahir tanggal 22 Juli 1822 di kota kecil Heinzendorf di Silesia, Austria.(Sekarang kota itu bernama Hranice wilayah Republik Ceko.) Johann memunyai dua saudara perempuan. Ayahnya adalah seorang petani. Minatnya dalam bidang hortikultura ternyatadimulai sejak dia masih kecil. (Paskah,2010).
Hukum mendel I dikenal juga sebagai hukum
 segregasi
. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak  berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas itu dikenal sebagai segregasi gen. Dengan demikian setiapsel gamet hanya mengandung satu gen dari alelnya. Pada waktu fertilisasi, sperma yang jumlahnya banyak bersatu secara acak dengan ovum untuk membentuk individu baru.(Syamsuri, 2004).Eksperimen Mendel dimulai saat dia berada di biara Brunn didorong olehkeingintahuannya tentang suatu ciri tumbuhan diturunkan dari induk keturunannya. Jikamisteri ini dapat dipecahkan, petani dapat menanam hibrida dengan hasil yang lebih besar. Prosedur Mendel merupakan langkah yang cemerlang dibanding prosedur yangdilakukan waktu itu. Mendel sangat memperhitungkan aspek keturunan dan keturunantersebut diteliti sebagai satu kelompok, bukan sejumlah keturunan yang istimewa. Dia juga memisahkan berbagai macam ciri dan meneliti satu jenis ciri saja pada waktutertentu; tidak memusatkan perhatian pada tumbuhan sebagai keseluruhan. Dalam
 
eksperimennya, Mendel memilih tumbuhan biasa, kacang polong, sedangkan para peneliti lain umumnya lebih suka meneliti tumbuhan langka. Dia mengidentifikasi tujuhciri berbeda yang kemudian dia teliti (Paskah, 2010) :
 
 bentuk benih (bundar atau keriput),
 
warna benih (kuning atau hijau),
 
warna selaput luar (berwarna atau putih),
 
 bentuk kulit biji yang matang (licin atau bertulang),
 
warna kulit biji yang belum matang (hijau atau kuning),
 
letak bunga (tersebar atau hanya di ujung), dan
 
 panjang batang tumbuhan (tinggi atau pendek).Mendel melakukan percobaan selama 12 tahun. Dia menyilangkan (mengawinsilang) sejenis buncis dengan memerhatikan satu sifat beda yang menyolok. Misalnya, buncis berbiji bulat disilangkan dengan buncis berbiji keriput, buncis dengan biji warnakuning disilangkan dengan biji warna hijau, buncis berbunga merah dengan bunga putih, dan seterusnya. (Fandri, 2009).Mendel juga mengemukakan bahwa pada saat pembentukan gamet (sel kelamin)terjadi pemisahan bebas dari sifat/gen yang dikandung oleh induknya. Artinya setiapgamet akan akan mendapatkan gen yang telah memisah secara acak. Misalnya induk Bbakan menghasilkan gamet B dan b. prinsip tersebut dikenal sebagai prinsip segregasi bebas. Sedangkan induk BbPp (biji bulat, batang panjang) akan menghasilkan gametBP, Bp, bP, bp. Prinsip ini disebut prinsip kombinasi secara bebas. (Syamsuri, 2004).Individu yang mengandung notasi domonan-dominan atau dominan-resesif akanmenampakkan fenotipe dominan. Hanya individu yang mengandung notasi resesif-resesif yang menampakkan fenotipe resesif. Jadi, genotype BB dan Bb menampakkan penotipe bulat, sedangkan genotype bb akan menampakan fenotipe keriput.Mendel menarik beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. Dia menyatakan bahwa setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi, satu dari sel jantan (tepungsari) dan satu dari sel betina (indung telur di dalam bunga). Kedua informasi ini (kelak 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->