Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Batas Aurat Pria Dan Wanita (III, Habis)

Batas Aurat Pria Dan Wanita (III, Habis)

Ratings: (0)|Views: 108|Likes:
Published by ILham 'Romadhon'
batas aurat
batas aurat

More info:

Published by: ILham 'Romadhon' on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/19/2014

pdf

text

original

 
BATAS AURAT PRIA DAN WANITA
Ayat keenam (al-Ahzab (33): 59), termasuk ayat-ayat madaniyyah, sebab seluruhayat dari surat al-Ahzab adalah madaniyayah. (Al-Qasimiy, 1978, XIII: 221).Adapun sebab nuzul ayat tersebut, menurut riwayat Abi Salih ialah sebagai berikut: Ketika Rasulullah saw datang di Madinah, jika isteri beliau dan para wanitamuslimah keluar malam untuk sesuatu keperluan, sering diganggu oleh orang-orang laki-laki yang duduk di pinggir jalan. Setelah dilaporkan kepada Rasulullah , maka turunlahayat ini (al-Ahzab (33): 59). (At-Tabariy, t.t. Tafsir at-Tabariy, XXII: 34).Pada ayat sebelumnya, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yangmenyakiti orang-orang mukmin dan mukminat sebenarnya telah melakukan dosa besar dan sangat tercela. Maka pada ayat berikutnya (5), Allah memerintahkan kepada Nabisaw, agar para isteri beliau dan para wanita muslimat menutup aurat dengan sebaik- baiknya, supaya mudah dibedakan antara orang yang terhormat dan orang yang tidak terhormat, untuk menjaga diri dari gangguan laki-laki jahat yang sering mengganggu di pinggir jalan.Pada permulaan masa Islam, di Madinah masih banyak orang jahat yang sukamengganggu wanita, sebab para wanita pada waktu itu masih selalu memakai pakaianharian sebagaimana pada masa jahiliyyah, sehingga tidak dapat dibedakan antara orangyang terhormat dan orang yang tidak terhormat. Kadang-kadang mereka menggangguwanita muslimah dengan alasan tidak dapat mengenalnya, dan menyangkanya sebagaiwanita yang tidak terhormat. Karena itulah wanita muslimah diperintahkan memakaimode pakaian yang berbeda dengan mode pakaian yang dipakai oleh wanita yang tidak terhormat. (Al-Qasimiy, 1978, XIII: 4908).Al-Qurtubiy dalam tafsrinya mengatakan, pakaian penutup aurat hendaklahterbuat dari bahan yang tidak tembus pandang., agar warna kulit tidak kelihatan, dan berbentuk long gar, agar bentuk badannya tidak tampak, kecuali apabila sedang bersamasuaminya, sebab pakaian yang tembus pandang dan sempit, tidak memenuhi fungsinyasebagai penutup aurat. Maka Rasulullah saw pernah bersabda:
 
 Kadang-kadang wanita berpakaian di dunia, tetapi telanjang di akhirat.
(Al-Qurtubiy,t.t. Al-Jami’ li Ahkam al Qur’an, VI: 5326).Sekalipun ayat tersebut (Al-Ahzab (33): 59), disampaikan dalam bentu
khabariyyah
(berita), tetapi di dalamnya terkandung makna perintah yang menunjukkankepada
wujub
(kewajiban).Menurut ilmu balagah, bentuk khabariyyah itu lebih
balig 
(tegas dantepat),daripada bentuk 
amr 
(perintah). Maka jelaslah bahwa menutup aurat merupakankewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat, bukan hanya keluarga Nabi saw, dan parawanita Madinah, sebab ayat tersebut berlaku umum, sekalipun diturunkan karena sebabkhusus.Allah memerintahkan Nabi-Nya agar umat Islam semuanya mentaati peraturanadab dan sopan santun Islam, petunjuknya yang mulia dan peraturan-peraturan yang bijaksana, untuk kebaikan bersama, baik untuk kehidupan perseorangan maupunkehidupan bermasyarakat. Allah mewajibkan orang-orang muslimah untuk menutupauratnya agar kehormatannya terjaga dari pandangan yang menyakitkan, kata-kata yangmenyengat, jiwa yang sakit dan niat jahat laki-laki yang tidak berakhlak, sebagaimanaditegaskan pada surat an-Nur (24): 31. Maka kewajiban menutup aurat bukanlahmerupakan adat kebiasaan atau tradisi Arab sebagaimana dikatakan oleh sebagian orang.Islam mewajibkan menutup aurat adalah bertujuan untuk memotong niat jahat parasyaitan, sehingga mereka tidak dapat menggoda hati para laki-laki dan para wanita. Itulahyang dimaksudkan firman-Nya: “Zalika azka lahum” (yang demikian itu adalah lebihsuci bagi mereka). An-Nur (24): 30).
 
Batas-batas Aurat
.Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan batas aurat, karena perbedaan penafsiran terhadap ayat tentang aurat.Para ulama telah sepakat bahwa antara suami dan isterinya tidak ada aurah, berdasarkanfirman-Nya:
 Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(Al-Mu’minun (23): 6). (As-Sabuniy,1971, II: 154).Maka yang dibahas di sini adalah aurat laki-laki dan perempuan terhadap orang lain.1.
 Aurat Laki-laki Terhadap Laki-laki
. Menurut jumhur ulama, aurat laki-laki terhadaplaki-laki antara pusat perut hingga lutut, berdasarkan hadis yang diriwayatkan olehJurhud al-Aslamiy, ia berkata: Rasulullah saw duduk di antara kita dan paha sayaterbuka, kemudian beliau bersabda:
 Ketahuilah bahwa paha adalah aurat 
. (Ditakhrijkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmuziy,dari Jurhud al-Aslamiy).2.
 Aurat Perempuan Terhadap Perempuan
. Jumhur ulama berpendapat bahwa aurat perempuan terhadap perempuan adalah sama dengan aurat laki-laki terhadap laki-laki.3.
 Aurat Laki
-
laki Terhadap Perempuan
. Jumhur ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki terhadap perempuan adalah dari pusat perut hingga lutut, baik terhadap mahrammaupun bukan mahram. (As-Asbuniy, 1971, II: 153).4.
 Aurat Perempuan Terhadap Laki
-
laki
. Para ulama berbeda pendapat tentang aurat perempuan terhadap laki-laki, dan di antara pendapat-pendapat tersebut ada dua pendapat yang diikuti oleh orang banyak, yaitu:
a.
Asy-Safi’iyyah dan al-Hanabilah berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalahaurat, dengan alasan:1.Firman Allah:
Walaa Yubdiina Ziinatahunna
(damn janganlah merekamenampakkan perhiasannya) (an-Nur (24): 31).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->