Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Mahasiswa Dalam Pendidikan

Peran Mahasiswa Dalam Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 41 |Likes:
Published by Ega Jalaludin

More info:

Published by: Ega Jalaludin on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

 
Peran Strategis Mahasiswadalam Peradaban Pendidikan Bangsa(didedikasikan untuk Peserta UN) Oleh : Ega Jalaludin S.H.,M.M. (Kang Jalal)Kepala Bagian Kemahasiswaan di STIE Bina Bangsa Banten
Pendidikan Bangsa
“Seluruh Dunia tahu bahwa pendidikan di Indonesia mengalami akselerasimerosot tajam dalam lima (terutama tiga) dekade terakhir di banding negaralain meski lebih kecil seperti Hongkong…..…..Namun dengan alasan mengalahkan negara Hongkong-pun bukan ukurankeberhasilan pendidikan di Indonesia, tidak sekarang dan tidak kapanpun”.
1
Adik-adikku yang sedang mengikuti Ujian Nasional. Pasti lulus dengannilai memuaskan. Nanti, ketika anda kuliah, maka kuliahlah dengan baik.Kenali diri anda sebagai bagian bagi pe-ubah bangsa ini. Kenali tugas danperan strategis kita sebagai generasi penerus bangsa. Tidak sebagaimahasiswa yang mengedepankan ego dan hura-hura klasikal semata
Salah satu tujuan negara yang tertuang dalam UUD 1945 bahwa “…mencerdaskankehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
2
….”. Terlepas dari segi Etimologiatau bukan memang harus kita yakini bahwa kecerdasan generasi bangsa menjadi tanggung jawab negara. Negara diharuskan terlibat penuh dalam pencerdasan kehidupan bangsa.Bahkan bisa dengan menutup mata kita menganggap bahwa negara yang baik adalah negarayang mampu menyelenggarakan pendidikan dengan layak seperti yang dilakukan olehJepang.
3
Ukuran keberhasilan pendidikan di setiap negara khususnya Indonesia ialah sejauhmana pendidikan nasional yang digeliatkan merupakan usaha yang relevan di tinjau dariamanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejauh mana pendidikanmendatangkan kesejahteraan bagi bangsa. Sejauh mana pendidikan berhasil membangunsebuah bangsa yang bermartabat, kokoh dan maju. Selama itu semua belum tercapai, pendidikan nasional tidak bermakna apa-apa dan tidak patut di banggakan meski dengan
1
Pendidikan Nasional “Strategi dan Tragedi” Prof. Winarno Surakhmad, MSc. Ed. Penerbit Kompas, Jakarta 2009
2
Preambule UUD 1945
3
 
Pendidikan Nasional “Strategi dan Tragedi” Prof. Winarno Surakhmad, MSc. Ed. Penerbit Kompas, Jakarta 2009
1
|
 
 
mencatut manajemen pendidikan berbasis sekolah dari negara lain, tidak akan pernah sesuaidan sesubur benih aslinya karena yang dicontoh hanya bentuk lahirnya saja, tidak melalui penciptaan iklim dan ekologi yang kondusif.
4
Pendidikan diselenggarakan dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidup yang melingkupinya. Akan tetapi, seperti kita ketahui bahwa model pendidikan (kampus_red) yang sekarang hanya membebani mahasiswa dengan hapalan-hapalan rumus, teori, sekedar mengerjakan soal, tapi seringkali tidak sanggup untuk menerjemahkan kedalam realitas sosial. Fenomena penyelenggaraan pendidikan yang hanyasekedar
transfer of knowledge
5
 sehingga kurang menyentuh aspek riil permasalahanmasyarakat.Pendidikan menjadi tercabut dari problem riil yang seharusnya mereka jawab danselesaikan. Pendidikan kita selama ini hanya berfungsi untuk 
“membunuh”
kreativitassiswa/mahasiswa, karena lebih mengedepankan aspek 
verbalisme
.
6
Verbalisme merupakansuatu asas pendidikan yang menekankan hapalan bukannya pemahaman, mengedepankanformulasi daripada substansi, parahnya lebih menyukai keseragaman bukannya kemandirianserta hura-hura klasikal bukannya petualangan intelektual. Model pendidikan seperti inidisebut sebagai
banking education,
yaitu suatu model pendidikan yang tidak kritis, karenahanya diarahkan untuk domestifikasi, penjinakan, penyesuaian sosial dengan keadaan penindasan.Pendidikan merupakan aspek paling penting pada sebuah peradaban bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter dapat dipastikan sebuah bangsa dapatmengoptimalkan pembangunannya. Masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, yang berimplikasi pada kelaparan dan masalah lainnya bukan tidak mungkin bahkan diyakini dapat teratasi oleh sistem pendidikan yang terintegrasi dan memiliki visiyang jelas meski tanpa menafikan faktor-faktor penunjang lainnya.Kita mungkin masih ingat bahwa mengenai data Indeks Pembangunan PendidikanUntuk Semua atau
 Education For All 
di Indonesia
 MENURUN 
. Jika pada 2010 laluIndonesia berada di peringkat 65, tahun 2011 merosot ke peringkat 69. Berdasarkan datadalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, ArmedConflict And Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, danKebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin(1/3/2011), Indeks Pembangunan Pendidikan atau
Education Development Index 
(EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah
0,934
. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisike-69 dari
127
negara di dunia. EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0,95-1. Kategori medium berada di atas 0,80, sedangkan kategori rendah di bawah 0,80. Total nilai EDI itu diperolehdari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, diantaranya
angka partisipasi
4
 
I b i d
5
Fidaus M. Yunus (2004) “
Pendidikan Berbasis Realitas Sosia
l”,
6
Chaedar Alwasih (1993;23)
7
Paulo Freire (1970;119)
2
|
 
 
 pendidikan dasar 
,
angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas
,
angka partisipasi menurut kesetaraan jender 
, dan
angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).
Gambaran diatas mengesankan bahwa pendidikan di Indonesia sangat tertinggal jauhdi bawah Malaysia apalagi Jepang. Meski Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dariFilipina (85), Kamboja (102), India (107), dan Laos (109).Banyak hal yang menyebabkan kondisi pendidikan di Indonesia terpuruk seperti ini.Sistem pendidikan di Indonesia yang tidak stabil, anggaran pendidikan yang kurang tepatsasaran, kualitas sumber daya pengajar yang kurang diperhatikan, serta Infrastuktu pendidikan yang belum memadai menjadi penyebab selanjutnya. Jika Indonesia hanya pulauJawa, tingkat pembangunan infrastuktur bidang pendidikan bisa dibilang bagus. Akan tetapi,Sulawesi, Sumatra, Irian Jaya juga merupakan bagian dari Indonesia. Sudahkah infrastuktur  pendidikan di sana memadai? Hal ini juga berdampak pada ketidakmerataan tingkat pendidikan di Indonesia.
 Peran Mahasiswa
Pernah suatu ketika sebuah mata kuliah dosen pengampu saya berkata bahwa yangmelekatkan kata “Maha” di dunia ini hanya ada beberapa. Diantaranya; Maha Kuasa (Tuhan),Maha guru (Ahli) dan Mahasiswa (Pelajar Perguruan Tinggi). Memang tak dipungkiri bahwa peletakan kata
“maha”
adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap mahasiswa (meskimasih belajar). Kita semua telah memahami satu hal bahwa mahasiswa memiliki posisi penting di masyarakat dan bangsa ini. Mahasiswa-pun adalah fase manusia yang palingoptimal dengan kekuatan fisik, kematangan pikiran, intelektualitas, seluruhnya sudah terdapat pada fase mahasiswa. Maka sudah sepantasnya-lah mahasiswa mampu memiliki kepekaanyang tinggi. Kepekaan terhadap kondisi kekinian bangsa, kepekaan terhadap perbaikanterhadap kemunduran paradigma dan dituntut memiliki kecenderungan untuk peduli terhadap banyak aspek di negara ini, salah satunya adalah aspek pendidikan.Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, ditangan para pemuda (mahasiswa)-lahmasa depan sebuah bangsa (al-hadits), yang ternyata diterima atau tidak telah menanggungdosa para pendahulu dan dipaksa harus meneruskan serta meluruskan konsep para pendahulu.Mahasiswa dituntut untuk mampu meng-ejawantahkan pemahaman dan kompetensinya sertaikut serta mengatasi keterpurukan yang tengah dialami bangsa ini. Mahasiswa diharapkan peka menanggapi masalah seputar pendidikan ini. Karena pada hakekatnya, mahasiswaadalah jembatan intelektualisme dari pemahaman konsep menuju peng-ejawantahan padatatanan realitas.Mahasiswa merupakan entitas yang bisa menikmati nikmatnya konsep intelektualismedi tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, bukan saatnya lagi bagi mahasiswa untuk  bersifat egois, melakukan demonstrasi atas kebijakan pendidikan di kampus saja (terkadanganarkis). Sekarang saatnya mahasiswa harus memikirkan solusi atas permasalahan di dunia pendidikan ini.
3
|
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->