Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jjjjjj

jjjjjj

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by Hajarul Massi

More info:

Published by: Hajarul Massi on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

 
Hubungan kadar gula dan nikotin daun dengan kadar nikotin .....
Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 16 Nomor 2, Agustus 2010
 
1
OPTIMALISASI PENGOLAHAN SAGU (
Metroxylon
)MENJADI BIOFUEL
Kebutuhan energi berupa bahanbakar minyak (BBM) seperti ben-sin dan minyak tanah pada sektortransportasi, industri, pertaniandan rumah tangga makin mening-kat, sedangkan ketersediaan ca-dangan sumber BBM dalam nege-ri semakin terbatas serta peng-gunaannya berdampak negatiterhadap lingkungan dan kesehat-an manusia. Untuk itu, diperlukansumber bahan bakar terbarukanyang praktis penggunaannya,harga relatif murah dan ramahlingkungan yakni biofuel. Ber-dasarkan potensi dan pemanfa-atannya, sagu merupakan salahsatu komoditas yang dapat di-gunakan sebagai bahan bakupembuatan biofuel berupa etanoldan biogas.
agu merupakan tanaman asliIndonesia, dengan luas arealsekitar 1,128 juta ha atau51,3% dari luas areal sagu dunia.Daerah potensial penghasil sagu(
Metroxylon
sp.) di Indonesia meli-puti Riau, Sulawesi Selatan, Sula-wesi Tenggara, Sulawesi Utara,Maluku dan Papua, dimana sekitar90% areal sagu di Indonesia terdapatdi Papua.Penganekaragaman pemanfaatanpati sagu dan limbahnya sebagaisumber energi berupa etanol danbiogas, akan mendukung programenergi bersih dan mengoptimal- kanpemanfaatan potensi sagu se-caraefektif dan efisien untuk peningkatannilai tambah komoditas danperbaikan harga sagu, yang akanberdampak terhadap penyediaanenergi yang ramah lingkungan dipedesaan, menunjang perluasanlapangan kerja dan peningkatanpendapatan petani.
Etanol
Etanol atau etil alkohol adalah zatkimia organik berwarna jernih,berbau khas alkohol, mudah terbakardan dapat dibuat dari biomassamaupun fraksi minyak bumi. Etanolyang dibuat dari bahan nabatidikenal dengan sebutan bioetanol.Pada pengolahan pati sagu menjadietanol, terlebih dahulu pati diubahGambar 1. a) Tungku dan tangki masak, b) dehidrator, c) degister, d) katuppengaman, e) penampung gas dan f) kompor biogas
S
 
Volume 16, Nomor 2 Agustus 2010
W
A R T A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANPUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN
 
TERBIT TIGA KALI SETAHUN
 
ISSN 0853 - 8204
PENELITIAN DANPENGEMBANGAN TANAMAN
ab cd e
 
Optimalisasi pengolahan sagu (
Metroxylons
) menjadi biofoel
Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 16 Nomor 2, Agustus 2010
 
2
menjadi gula sebelumdifermentasimenghasilkan etanol. Perubahan patimenjadi gula pada umumnya di-lakukan dengan menggunakankombinasi pemanasan dan enzim.Enzim alpha-amilase dari
Bacillusstrearothermophylus
dan glukoami-lase dari kapang adalah enzim yangbanyak digunakan dalam prosespembuatan etanol dari pati.Etanol yang digunakan dalamindustri farmasi memiliki
grade
70 -96% sedangkan etanol untuk bahanbakar kendaraan memiliki
grade
 99,5 - 99,9%. Permasalahan didalam memanfaatkan potensi patisagu sebagai bahan bakar adalahteknologi proses pengolahan yangaplikatif pada tingkat kelompok tani.
Biogas
Biogas dihasilkan dari fermentasibahan organik oleh bakteri metha-nogen dalam kondisi anaerob, gasyang dihasilkan tidak berwarna,tidak berbau dan mudah terbakar.Kandungan utama biogas adalahmetana (CH
4
) 50 - 70%; karbondioksida (CO
2
) 30 - 40%; hidrogen(H
2
) 5 - 10%; dan gas-gas lainnyadalam jumlah yang sedikit.Pada pengolahan sagu diperolehhasil ikutan berupa kulit batang sagudan ampas sagu. Umumnya kulitbatang yang keras (bagian pangkalsampai tengahan) dikeringkan dandimanfaatkan sebagai papanalternatif, dan bagian kulit batangyang lembut (bagian ujung batangsagu) dikeringkan, dan digunakansebagai bahan bakar untuk masak.Ampas sagu terdiri dari serat dangabus empulur batang sagu belumdimanfaatkan, dan membusuk ditempat pengolahan, kadang-kadangdimanfaatkan sebagai media tanamuntuk tanaman hias di pekarangan.Ampas sagu dapat dimanfaatkansebagai bahan baku pembuatanbiogas.
 Teknologi Produksi Etanol PatiSagu
Persiapan bahan olah dan unit proses1. Penetapan pohon dan pemisahanpati sagu- Penetapan bahan baku sagu,pohon sagu yang digunakanadalah sagu tidak berduri dansagu berduri diseleksi daripopulasi tanaman sagu yangberasal dari Desa Durian, Ke-camatan Sinonsayang, Kabupa-ten Minahasa Selatan.- Penghancuran empulur sagu;empulur sagu dihancurkan de-ngan menggunakan mesinpenghancur empulur, selanjut-nya diekstrak dengan air dandisaring, sehingga terpisah patidengan ampas sagu (serat dangabus empulur).- Pengukuran kadar pati; ka-dar air pati sagu tidak berduri40% dan sagu berduri 50%2. Alat pengolahan pati menjadietanol- Alat pengolahan pati menjadidekstran dan etanol kadar ren-dah (4 - 5%)- Destilator skala laboratorium,untuk meningkatkan kadar eta-nol menjadi 32 - 53%.- Destilator-dehidrator sistemsinambung, untuk meningkat-kan kadar etanol menjadi 93 -95% (Gambar 1a)
Prosedur Pengolahan Pati SaguMenjadi Etanol
1. Pemasakan pati :- Pemasakan pati sagu; pati sagudicampur dengan air denganperbandingan 1 : 5, dipanaskandengan suhu 60 - 80
0
C hinggaterjadi gelatinisasi.- Selama pemasakan sebagiankecil pati akan dikonversimenjadi gula oleh enzim
endogenous amylase
.2. Likuifikasi :- Proses likuifikasi dilakukan de-ngan mencampur pati denganair 1 : 4, pH diatur denganpenambahan 1 N HCl atau 1 NNaOH, sampai diperoleh pH4,5.- Kemudian ditambahkan enzim
alfa amylase
sebanyak 1 ml.Pemasakan dilakukan sampaisuhu mencapai 95
0
C (waktuyang dibutuhkan sampai terjadigelatinisasi berkisar 5 - 7
 Warta Penelitian dan
 
Pengem-bangan Tanaman Industri
 
me-muat pokok-pokok kegiatan ser-ta hasil penelitian dan pengem-bangan tanaman perkebunan.
 
PENANGGUNG JAWAB :
Kapuslitbang Perkebunan
 
M. SYAKIR
A. DEWAN REDAKSI
Ketua Merangkap Anggota
 
AGUS KARDINAN
Anggota :
DONO WAHYUNOENDANG HADIPOENTYANTIS. JONI MUNARSOE. RINI PRIBADIOCTIVIA TRISILAWATI
B. REDAKSI PELAKSANA
YUSNIARTIMALA DEWIELFIANSYAH DAMANIK
Alamat Redaksi dan Penerbit
Pusat Penelitian dan PengembanganPerkebunan
.
 Jl. Tentara Pelajar No. 1 Bogor 16111Telp. (0251) 8313083Faks. (0251) 8336194
Sumber Dana :
DIPA 2O1O Pusat Penelitian danPengembangan Tanaman Perkebunan, BadanPenelitian dan Pengembangan Pertanian
 
DAFTAR ISI
 
Informasi Komoditas
Optimalisasi pengolahan sagu (
Metroxy-lon
) menjadi biofuel .................................... 1Potensi pemanfaatan dan budidaya kroton(
Croton tiglium
) ......................................... 6 Tanaman obat afrodisiak ............................ 8Potensi asitaba (
Angelica keiskei
) se-bagai tanaman obat ..................................... 13Strategi pengembangan perbenihan per-kebunan rakyat............................................ 15
Nerium oleander
: pestisida botani untuk.pengendalian hama ..................................... 17Bioetanol ganyong (
Canna edulis
) se-bagai sumber energi alternatif .................... 19Som Jawa, ginseng Indonesia penyem-buh berbagai penyakit ................................. 21Hubungan kadar gula dan nikotin daundengan kadar nikotin dan tar asap :observasi pada tembakau rajangan Temanggung ............................................... 24Mengenal tanaman kapulaga (
Cardamo
-
mum)
........................................................... 26 Teknik penanaman lada pada saatkemarau ...................................................... 28Pemanfaatan legundi (
Vitex trifolia
) se-bagai tanaman obat ..................................... 30
Berita
Rumusan Konferensi Nasional KelapaVII Manado, tgl, 26 – 27 Mei 2010 ........... 32Pedoman bagi penulisan ............................
 
 
Som Jawa (
Talinum paniculatum
) ginseng Indonesia penyembuh .....
Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 16 Nomor 2, Agustus 2010
 
3
menit), waktu likuifikasi yangdibutuhkan setelah prosesgelatinisasi sampai pencairanyang terbaik adalah 45 menitkarena memiliki nilai Dex-trose Equivalen (DE) 20,5,dalam percobaan dengan waktulikuifikasi selama 30 menitmempunyai nilai DE 15,3% dan60 menit mempunyai nilai DE23,39%.3. Sakarifikasi:- Larutan dekstrin hasil proseslikuifikasi sagu, didinginkansampai suhu 60
0
C.- Larutan dekstrin ditambahkan1 ml glukoamylase, prosessakarifikasi berlangsung selamasatu hari.4. Fermentasi:- Proses fermentasi dilanjutkandengan penambahan ragi
Sac-charomyces cereviceae
dengankonsentrasi 1g/l larutan.- Proses fermentasi mengguna-kan jerigen volume 25 l, danlarutan yang difermentasisebanyak 20 l/jerigen, denganproses fermentasi secara aerobselama 3 - 4 hari.5. Destilasi dengan destilator skalalaboratorium (destilator sistemtunggal):- Destilasi dilakukan dalam duatahap, tahap pertama meng-gunakan destilasi sistemtunggal skala laboratorium,hasil destilasi seperti di-tunjukkan pada Tabel 1.
-
Hasil pengamatan menunjuk-kan bahwa kadar etanol sagutidak berduri lebih tinggi diban-dingkan dengan sagu berduri,sagu berduri memiliki kadargula lebih tinggi dibandingkansagu tidak berduri. Tetapi kadaretanol sebelum pengolahan padasagu tidak berduri adalah 9,5 -9,7% dan sagu berduri tidakterdeteksi. Kemungkinan gulayang terdeteksi sebelumpengolahan adalah gula senya-wa berantai panjang, yang tidakdapat dirombak oleh enzim alfaamilase, atau etanol yang ter-bentuk pada proses fermentasimasih terikat dengan gulasehingga kadar etanol tidakterdeteksi.- Etanol hasil destilasi padatahap pertama digabungkan dandiukur kadar etanolnya, untukmeningkatkan kadar etanol,dilanjutkan dengan destilasiulang atau destilasi tahapkedua, yang diikuti dengan pro-ses dehidrasi, dengan meng-gunakan destilator-dehidratorsistem sinambung.6. Destilasi dan dehidrasi, dengandestilator-dehidrator sistem si-nambung:- Proses destilasi dan dehidrasiberlangsung secara sinam-bung; dengan proses peng-olahan sebagai berikut: (a)etanol kasar hasil destilasipertama dimasukkan ke dalamtangki dan penutup tangkiditutup dengan rapat, (b)pengaliran air proses yangberfungsi untuk mendingin-kan uap etanol hasil pe-manasan, (c) pemanasan eta-nol melalui tangki pema-nasanmenggunakan kompor pompaminyak tanah, (d) pada suhupemanasan yang ditunjukkanpada thermo-koppel padatangi pemasak-kan mencapai84
0
C, proses penguapan etanoldari etanol kasar mulaiberlangsung, (e) uap etanolakan mencair setelah melewatipipa des-tilator dan terusmengalir ke pipa hidratorkarena adanya tekanan uapdalam pipa yang berasal daripemanasan, (f) etanol yangberbentuk uap dan cairanakan melewati dehidratoryang di dalamnya berisi zeolitalam yang ber-fungsimeningkatkan kadar etanol,(g) sebelum melewati hidrator,etanol hasil pema-nasan daridestilator 1 ber-kadar 83%,setelah melewati dehidratordan didinginkan padadestilator II akan diper-olehetanol berkadar 93 - 95%(Tabel 2).- Hasil pengujian dua jenissagu yaitu berduri dan tidakberduri, dengan mengguna-kan destilator-dehidrator sis-tem sinambung yaitu sagutidak berduri memiliki kadaretanol 93% dengan rendemen53% (26,5 l) lebih tinggidibandingkan dengan saguberduri yang memiliki kadaretanol 83% dengan rendemen37% (18,5 l).
Unit Destilator-dehidrator SistemSinambung
Fungsi dan kelengkapan masing-masing komponen alat pengolahanetanol destilatior-dehidrator sistemsinambung, sebagai berikut : Tabel 1. Kadar gula dan kadar etanol sagu tidak berduri dan sagu berduri
Perlakuan/UlanganSebelumdestilasi tahap I Sesudah destilasi Tahap IGula (%) Etanol (%) Gula (%) Etanol (%)Sagu tidak berduri1 4 9,5 15 512 4 9,7 15 513 5 9,5 15 53Sagu berduri1 12 * 11,2 352 15 * 10 353 11 * 10 32
*) tidak terdeteksi kadar etanol denganmenggunakanalkohol tester.
  Tabel 2. Hasil pengolahan etanol sagu berduri dan tidak berduri dengandestilator-dehidrator sistem sinambung.
 Jenis SaguEtanol kasar Hasil pengolahanVolume (l) Etanol (%) Volume (l) Etanol (%)Sagu berduri 50 35 18,5 83Sagu tidak berduri 50 52 26,5 93-95

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->